Minggu, 6 April 2025
spot_img

Israel Harus Lakukan Pemilu Ulang karena PM Gagal Bentuk Pemerintahan

TEL AVIV (RIAUPOS.CO) – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu gagal membentuk pemerintahan koalisi. Mau tak mau, pemilu ulang digelar pada 17 September. Itu adalah kali pertama pemerintahan tidak bisa terbentuk pascapemilu usai.

Dalam pemilu April lalu, Likud Party yang dipimpin Netanyahu memang memperoleh suara terbanyak, tapi belum menguasai Knesset, sebutan parlemen Israel. Dari 120 kursi, Likud Party menguasai 30 di antaranya. Mau tak mau, mereka berkoalisi dengan partai lain. Termasuk Yisrael Beiteinu Party yang dipimpin Avigdor Lieberman.

Meski hanya memiliki 5 kursi, Lieberman mempunyai banyak permintaan. Termasuk agar rancangan undang-undang (RUU) yang didukungnya disetujui tanpa perubahan apa pun. Yaitu, warga Yahudi ultraortodoks juga menjalankan wajib militer seperti warga lain. Nah, partai-partai yang beraliran ultraortodoks itu tidak terima. Mereka juga merupakan koalisi Likud Party dan menguasai 16 kursi di parlemen.(sha/c5/sof) 

Sumber: JPNN.com
Editor: Fopin A Sinaga
Baca Juga:  Kementerian ATR/BPN Sosialisasikan Program Strategis Nasional

TEL AVIV (RIAUPOS.CO) – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu gagal membentuk pemerintahan koalisi. Mau tak mau, pemilu ulang digelar pada 17 September. Itu adalah kali pertama pemerintahan tidak bisa terbentuk pascapemilu usai.

Dalam pemilu April lalu, Likud Party yang dipimpin Netanyahu memang memperoleh suara terbanyak, tapi belum menguasai Knesset, sebutan parlemen Israel. Dari 120 kursi, Likud Party menguasai 30 di antaranya. Mau tak mau, mereka berkoalisi dengan partai lain. Termasuk Yisrael Beiteinu Party yang dipimpin Avigdor Lieberman.

Meski hanya memiliki 5 kursi, Lieberman mempunyai banyak permintaan. Termasuk agar rancangan undang-undang (RUU) yang didukungnya disetujui tanpa perubahan apa pun. Yaitu, warga Yahudi ultraortodoks juga menjalankan wajib militer seperti warga lain. Nah, partai-partai yang beraliran ultraortodoks itu tidak terima. Mereka juga merupakan koalisi Likud Party dan menguasai 16 kursi di parlemen.(sha/c5/sof) 

Sumber: JPNN.com
Editor: Fopin A Sinaga
Baca Juga:  Albertina Ho Siap Mundur dari Wakil Ketua PT Kupang
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Israel Harus Lakukan Pemilu Ulang karena PM Gagal Bentuk Pemerintahan

TEL AVIV (RIAUPOS.CO) – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu gagal membentuk pemerintahan koalisi. Mau tak mau, pemilu ulang digelar pada 17 September. Itu adalah kali pertama pemerintahan tidak bisa terbentuk pascapemilu usai.

Dalam pemilu April lalu, Likud Party yang dipimpin Netanyahu memang memperoleh suara terbanyak, tapi belum menguasai Knesset, sebutan parlemen Israel. Dari 120 kursi, Likud Party menguasai 30 di antaranya. Mau tak mau, mereka berkoalisi dengan partai lain. Termasuk Yisrael Beiteinu Party yang dipimpin Avigdor Lieberman.

Meski hanya memiliki 5 kursi, Lieberman mempunyai banyak permintaan. Termasuk agar rancangan undang-undang (RUU) yang didukungnya disetujui tanpa perubahan apa pun. Yaitu, warga Yahudi ultraortodoks juga menjalankan wajib militer seperti warga lain. Nah, partai-partai yang beraliran ultraortodoks itu tidak terima. Mereka juga merupakan koalisi Likud Party dan menguasai 16 kursi di parlemen.(sha/c5/sof) 

Sumber: JPNN.com
Editor: Fopin A Sinaga
Baca Juga:  YouTuber Korea Nikahi Pedangdut Kania Permatasari

TEL AVIV (RIAUPOS.CO) – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu gagal membentuk pemerintahan koalisi. Mau tak mau, pemilu ulang digelar pada 17 September. Itu adalah kali pertama pemerintahan tidak bisa terbentuk pascapemilu usai.

Dalam pemilu April lalu, Likud Party yang dipimpin Netanyahu memang memperoleh suara terbanyak, tapi belum menguasai Knesset, sebutan parlemen Israel. Dari 120 kursi, Likud Party menguasai 30 di antaranya. Mau tak mau, mereka berkoalisi dengan partai lain. Termasuk Yisrael Beiteinu Party yang dipimpin Avigdor Lieberman.

Meski hanya memiliki 5 kursi, Lieberman mempunyai banyak permintaan. Termasuk agar rancangan undang-undang (RUU) yang didukungnya disetujui tanpa perubahan apa pun. Yaitu, warga Yahudi ultraortodoks juga menjalankan wajib militer seperti warga lain. Nah, partai-partai yang beraliran ultraortodoks itu tidak terima. Mereka juga merupakan koalisi Likud Party dan menguasai 16 kursi di parlemen.(sha/c5/sof) 

Sumber: JPNN.com
Editor: Fopin A Sinaga
Baca Juga:  Albertina Ho Siap Mundur dari Wakil Ketua PT Kupang
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari