Kamis, 9 April 2026
- Advertisement -

Alergi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Udin dan rekan sekantornya mendapat undangan makan siang. Aneka makanan pun dihidangkan. Menunya seafood. Ada ikan laut, cumi, udang dan kepiting.

Seorang teman pun mengingatkan Udin. "Hati-hati, Udin, nanti kolesterol atau alergimu kambuh," katanya.

Udin yang sudah lapar dan tergiur melihat aneka makanan di atas meja, tidak mengindahkan nasehat temannya itu. Ia terus menyantap hidangan dengan lahapnya.

Setelah selesai bekerja, Udin dan temannya pun pulang. Namun, tak lama saat di tengah perjalanan, Udin mulai merasakan gatal-gatal. Tak lama kemudian, wajah dan badan Udin pun bentol-bentol.

Melihat Udin garuk-garuk dengan wajah penuh bentol-bentol, sahabatnya berujar, "Yang kamu makan tadi itu kan ikan-ikan laut. Kamu kan elergi sama ikan laut," sebut sahabatnya.

Baca Juga:  Menko Airlangga Pastikan Kartu Prakerja Dilanjutkan Tahun 2022

Udin pun menyesal karena telah memakan makanan ikan laut yang seharusnya tidak ia makan karena memiliki penyakit alergi terhadap makanan ikan laut.

Kasihan melihat udin terus menggaruk wajah dan badannya, sang teman pun membawa Udin ke klinik pengobatan untuk mendapatkan obat alergi dari dokter.(dof)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Udin dan rekan sekantornya mendapat undangan makan siang. Aneka makanan pun dihidangkan. Menunya seafood. Ada ikan laut, cumi, udang dan kepiting.

Seorang teman pun mengingatkan Udin. "Hati-hati, Udin, nanti kolesterol atau alergimu kambuh," katanya.

Udin yang sudah lapar dan tergiur melihat aneka makanan di atas meja, tidak mengindahkan nasehat temannya itu. Ia terus menyantap hidangan dengan lahapnya.

Setelah selesai bekerja, Udin dan temannya pun pulang. Namun, tak lama saat di tengah perjalanan, Udin mulai merasakan gatal-gatal. Tak lama kemudian, wajah dan badan Udin pun bentol-bentol.

Melihat Udin garuk-garuk dengan wajah penuh bentol-bentol, sahabatnya berujar, "Yang kamu makan tadi itu kan ikan-ikan laut. Kamu kan elergi sama ikan laut," sebut sahabatnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Gaji Rp4,5 Juta ke Bawah Boleh Tak Lapor SPT Tahunan

Udin pun menyesal karena telah memakan makanan ikan laut yang seharusnya tidak ia makan karena memiliki penyakit alergi terhadap makanan ikan laut.

Kasihan melihat udin terus menggaruk wajah dan badannya, sang teman pun membawa Udin ke klinik pengobatan untuk mendapatkan obat alergi dari dokter.(dof)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Udin dan rekan sekantornya mendapat undangan makan siang. Aneka makanan pun dihidangkan. Menunya seafood. Ada ikan laut, cumi, udang dan kepiting.

Seorang teman pun mengingatkan Udin. "Hati-hati, Udin, nanti kolesterol atau alergimu kambuh," katanya.

Udin yang sudah lapar dan tergiur melihat aneka makanan di atas meja, tidak mengindahkan nasehat temannya itu. Ia terus menyantap hidangan dengan lahapnya.

Setelah selesai bekerja, Udin dan temannya pun pulang. Namun, tak lama saat di tengah perjalanan, Udin mulai merasakan gatal-gatal. Tak lama kemudian, wajah dan badan Udin pun bentol-bentol.

Melihat Udin garuk-garuk dengan wajah penuh bentol-bentol, sahabatnya berujar, "Yang kamu makan tadi itu kan ikan-ikan laut. Kamu kan elergi sama ikan laut," sebut sahabatnya.

Baca Juga:  Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1441 Hijriah Pada Ahad 24 Mei 2020

Udin pun menyesal karena telah memakan makanan ikan laut yang seharusnya tidak ia makan karena memiliki penyakit alergi terhadap makanan ikan laut.

Kasihan melihat udin terus menggaruk wajah dan badannya, sang teman pun membawa Udin ke klinik pengobatan untuk mendapatkan obat alergi dari dokter.(dof)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari