Minggu, 15 Februari 2026
- Advertisement -

Pemerintah Rencana Ubah Skema Subsidi Terapan Gas Elpiji 3 KG

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Pemerintah berencana mengubah skema subsidi gas elpiji 3 kilogram (kg) menjadi subsidi terapan. Pengamat Energy dari Universitas Gajah Mada Fahmy Radhi menilai rencana itu dapat menjadi solusi jangka pendek agar penyaluran subsidi elpiji tersebut dapat tepat sasaran.

Fahmy menjelaskan, sistem tertutup ini nantinya penerima subsidi gas melon adalah masyarakat yang membutuhkan atau masyarakat yang dikategorikan miskin.

“Jangka pendek ubah sistem distribusi dari terbuka jadi tertutup. Kalau siapapun bisa membeli tanpa sanksi. Di Wonosobo mie ongkol pakai gas 3 kg ada 10 an lebih. Laris sekali, mestinya dia eggak berhak tapi karena nggak ada sanksi,” ujarnya Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Kamis (30/1).

Baca Juga:  Waspada, Napas Bau Ternyata Bisa Jadi Sinyal Diabetes Tipe 2

Fahmy menuturkan, dalam pendistribusian dan implementasi subsidi gas melon tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya menggunakan barcodez

“Tapi harus ada komitmen mau barkode atau digabungkan dalam beras miskin atau penerima subsidi listrik 450 VA,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Perencanaan dan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Basso mengatakan, anggaran subsidi gas melon tahun ini tidak berubah yaitu sebesar Rp 42,47 triliun.

Namun menurutnya, solusi yang bisa dijalankan adalah mengkonversi dari elpiji ke jaringan gas (Jargas).

“Isu 3 kg ini akan tetap ada, kedua rakyat berhak tetap dapat. Dari solusi yang kita lihat banyak salah satu dengan jargas, kontribusi kecil. Kami harap masyarakat bisa migrasi dengan memperbaiki fasilitas dan sistem,” tutupnya.

Baca Juga:  Mahfud ’Warning’ Kepala Daerah, Tolak Penghapusan Tenaga Honorer Bisa Diberhentikan

Editor : Deslina
Sumber: jawapos.com

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Pemerintah berencana mengubah skema subsidi gas elpiji 3 kilogram (kg) menjadi subsidi terapan. Pengamat Energy dari Universitas Gajah Mada Fahmy Radhi menilai rencana itu dapat menjadi solusi jangka pendek agar penyaluran subsidi elpiji tersebut dapat tepat sasaran.

Fahmy menjelaskan, sistem tertutup ini nantinya penerima subsidi gas melon adalah masyarakat yang membutuhkan atau masyarakat yang dikategorikan miskin.

“Jangka pendek ubah sistem distribusi dari terbuka jadi tertutup. Kalau siapapun bisa membeli tanpa sanksi. Di Wonosobo mie ongkol pakai gas 3 kg ada 10 an lebih. Laris sekali, mestinya dia eggak berhak tapi karena nggak ada sanksi,” ujarnya Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Kamis (30/1).

Baca Juga:  Warga Singapura Banjiri Batam

Fahmy menuturkan, dalam pendistribusian dan implementasi subsidi gas melon tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya menggunakan barcodez

“Tapi harus ada komitmen mau barkode atau digabungkan dalam beras miskin atau penerima subsidi listrik 450 VA,” tuturnya.

- Advertisement -

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Perencanaan dan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Basso mengatakan, anggaran subsidi gas melon tahun ini tidak berubah yaitu sebesar Rp 42,47 triliun.

Namun menurutnya, solusi yang bisa dijalankan adalah mengkonversi dari elpiji ke jaringan gas (Jargas).

- Advertisement -

“Isu 3 kg ini akan tetap ada, kedua rakyat berhak tetap dapat. Dari solusi yang kita lihat banyak salah satu dengan jargas, kontribusi kecil. Kami harap masyarakat bisa migrasi dengan memperbaiki fasilitas dan sistem,” tutupnya.

Baca Juga:  Lakalantas Maut di Garuda Sakti, Pengendara Motor Tewas di Tempat

Editor : Deslina
Sumber: jawapos.com

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Pemerintah berencana mengubah skema subsidi gas elpiji 3 kilogram (kg) menjadi subsidi terapan. Pengamat Energy dari Universitas Gajah Mada Fahmy Radhi menilai rencana itu dapat menjadi solusi jangka pendek agar penyaluran subsidi elpiji tersebut dapat tepat sasaran.

Fahmy menjelaskan, sistem tertutup ini nantinya penerima subsidi gas melon adalah masyarakat yang membutuhkan atau masyarakat yang dikategorikan miskin.

“Jangka pendek ubah sistem distribusi dari terbuka jadi tertutup. Kalau siapapun bisa membeli tanpa sanksi. Di Wonosobo mie ongkol pakai gas 3 kg ada 10 an lebih. Laris sekali, mestinya dia eggak berhak tapi karena nggak ada sanksi,” ujarnya Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Kamis (30/1).

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Akan Laksanakan Verifikasi Klaim Covid-19

Fahmy menuturkan, dalam pendistribusian dan implementasi subsidi gas melon tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya menggunakan barcodez

“Tapi harus ada komitmen mau barkode atau digabungkan dalam beras miskin atau penerima subsidi listrik 450 VA,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Perencanaan dan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Basso mengatakan, anggaran subsidi gas melon tahun ini tidak berubah yaitu sebesar Rp 42,47 triliun.

Namun menurutnya, solusi yang bisa dijalankan adalah mengkonversi dari elpiji ke jaringan gas (Jargas).

“Isu 3 kg ini akan tetap ada, kedua rakyat berhak tetap dapat. Dari solusi yang kita lihat banyak salah satu dengan jargas, kontribusi kecil. Kami harap masyarakat bisa migrasi dengan memperbaiki fasilitas dan sistem,” tutupnya.

Baca Juga:  Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan

Editor : Deslina
Sumber: jawapos.com

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari