Selasa, 3 Februari 2026
- Advertisement -

Pertamina Cari Mitra Baru di Kilang Cilacap

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — PT Pertamina (Persero) memastikan proyek pengembangan kilang atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap, di Jawa Tengah, tetap berjalan. Proyek RDMP ini dilakukan guna mewujudkan cita-cita kemandirian dan ketahanan energi nasional.

"Pertamina tetap akan melanjutkan RDMP Cilacap secara mandiri, sambil secara paralel akan dilakukan pencarian strategic partner yang lain," kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, dalam keterangan resminya, Kamis (28/5).

Memang saat ini dunia masih dilanda pandemi Covid-19, turunnya permintaan BBM, serta tekanan terhadap nilai kurs rupiah. Namun, kata Fajriyah, Pertamina tetap fokus untuk menuntaskan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang merupakan amanah dari pemerintah, termasuk pembangunan kilang Cilacap.

Baca Juga:  Lima Hektare Lahan Gambut Terbakar di Dumai

"Pertamina tetap menjalankan rencana investasi yang telah tertuang dalam RKAP, sekaligus memastikan amanah pemerintah untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional melalui pembangunan kilang," tambahnya.

Pertamina, lanjutnya, mengebut penyelesaian proyek pengembangan kilang dan pembangunan kilang baru agar dapat selesai sesuai target. Nantinya, kilang yang saat ini berkapasitas 1 juta barel per hari (bph) akan meningkat dua kali lipat.

"Dengan penuntasan RDMP/GRR, Pertamina berharap dapat memenuhi target untuk menyetop impor BBM pada 2026," imbuhnya.

Melalui proyek pengembangan kilang Cilacap, kapasitas kilang yang semula sebesar 348 ribu bph akan meningkat menjadi 370 ribu bph. Selain itu juga akan terjadi peningkatan produksi bensin (gasoline) dari 59 ribu bph menjadi 138 ribu bph. Dan produksi minyak diesel dari 82 ribu bph menjadi 137 ribu bph.

Baca Juga:  Ini Cara GP Ansor Rohil Sukseskan Program Ketahanan Pangan

"Sebelumnya kami juga telah menuntaskan Proyek Langit Biru Cilacap dan saat ini menjadi bagian dari RU IV Cilacap. Kilang telah beroperasi penuh dan sejak pandemi Covid-19, operasional tetap berjalan dengan protokol keamanan dan kesehatan," katanya.

Keputusan ini diambil lantaran hingga saat ini belum ada kejelasan dari mitra awalnya, Saudi Aramco. Sebelumnya, Pertamina berniat untuk bermitra dengan Saudi Aramco dalam pembangunan proyek pengembangan kilang minyak Cilacap. Namun belakangan dibatalkan lantaran hingga belum ada kejelasan.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — PT Pertamina (Persero) memastikan proyek pengembangan kilang atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap, di Jawa Tengah, tetap berjalan. Proyek RDMP ini dilakukan guna mewujudkan cita-cita kemandirian dan ketahanan energi nasional.

"Pertamina tetap akan melanjutkan RDMP Cilacap secara mandiri, sambil secara paralel akan dilakukan pencarian strategic partner yang lain," kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, dalam keterangan resminya, Kamis (28/5).

Memang saat ini dunia masih dilanda pandemi Covid-19, turunnya permintaan BBM, serta tekanan terhadap nilai kurs rupiah. Namun, kata Fajriyah, Pertamina tetap fokus untuk menuntaskan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang merupakan amanah dari pemerintah, termasuk pembangunan kilang Cilacap.

Baca Juga:  Penyanyi Legendaris Minang Elly Kasim Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun

"Pertamina tetap menjalankan rencana investasi yang telah tertuang dalam RKAP, sekaligus memastikan amanah pemerintah untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional melalui pembangunan kilang," tambahnya.

Pertamina, lanjutnya, mengebut penyelesaian proyek pengembangan kilang dan pembangunan kilang baru agar dapat selesai sesuai target. Nantinya, kilang yang saat ini berkapasitas 1 juta barel per hari (bph) akan meningkat dua kali lipat.

- Advertisement -

"Dengan penuntasan RDMP/GRR, Pertamina berharap dapat memenuhi target untuk menyetop impor BBM pada 2026," imbuhnya.

Melalui proyek pengembangan kilang Cilacap, kapasitas kilang yang semula sebesar 348 ribu bph akan meningkat menjadi 370 ribu bph. Selain itu juga akan terjadi peningkatan produksi bensin (gasoline) dari 59 ribu bph menjadi 138 ribu bph. Dan produksi minyak diesel dari 82 ribu bph menjadi 137 ribu bph.

- Advertisement -
Baca Juga:  31.786 Napi Sudah Dibebaskan

"Sebelumnya kami juga telah menuntaskan Proyek Langit Biru Cilacap dan saat ini menjadi bagian dari RU IV Cilacap. Kilang telah beroperasi penuh dan sejak pandemi Covid-19, operasional tetap berjalan dengan protokol keamanan dan kesehatan," katanya.

Keputusan ini diambil lantaran hingga saat ini belum ada kejelasan dari mitra awalnya, Saudi Aramco. Sebelumnya, Pertamina berniat untuk bermitra dengan Saudi Aramco dalam pembangunan proyek pengembangan kilang minyak Cilacap. Namun belakangan dibatalkan lantaran hingga belum ada kejelasan.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — PT Pertamina (Persero) memastikan proyek pengembangan kilang atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap, di Jawa Tengah, tetap berjalan. Proyek RDMP ini dilakukan guna mewujudkan cita-cita kemandirian dan ketahanan energi nasional.

"Pertamina tetap akan melanjutkan RDMP Cilacap secara mandiri, sambil secara paralel akan dilakukan pencarian strategic partner yang lain," kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, dalam keterangan resminya, Kamis (28/5).

Memang saat ini dunia masih dilanda pandemi Covid-19, turunnya permintaan BBM, serta tekanan terhadap nilai kurs rupiah. Namun, kata Fajriyah, Pertamina tetap fokus untuk menuntaskan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang merupakan amanah dari pemerintah, termasuk pembangunan kilang Cilacap.

Baca Juga:  Penyanyi Legendaris Minang Elly Kasim Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun

"Pertamina tetap menjalankan rencana investasi yang telah tertuang dalam RKAP, sekaligus memastikan amanah pemerintah untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional melalui pembangunan kilang," tambahnya.

Pertamina, lanjutnya, mengebut penyelesaian proyek pengembangan kilang dan pembangunan kilang baru agar dapat selesai sesuai target. Nantinya, kilang yang saat ini berkapasitas 1 juta barel per hari (bph) akan meningkat dua kali lipat.

"Dengan penuntasan RDMP/GRR, Pertamina berharap dapat memenuhi target untuk menyetop impor BBM pada 2026," imbuhnya.

Melalui proyek pengembangan kilang Cilacap, kapasitas kilang yang semula sebesar 348 ribu bph akan meningkat menjadi 370 ribu bph. Selain itu juga akan terjadi peningkatan produksi bensin (gasoline) dari 59 ribu bph menjadi 138 ribu bph. Dan produksi minyak diesel dari 82 ribu bph menjadi 137 ribu bph.

Baca Juga:  Mendag: Potensinya Besar, Pemerintah Terus Pacu Perekonomian Digital

"Sebelumnya kami juga telah menuntaskan Proyek Langit Biru Cilacap dan saat ini menjadi bagian dari RU IV Cilacap. Kilang telah beroperasi penuh dan sejak pandemi Covid-19, operasional tetap berjalan dengan protokol keamanan dan kesehatan," katanya.

Keputusan ini diambil lantaran hingga saat ini belum ada kejelasan dari mitra awalnya, Saudi Aramco. Sebelumnya, Pertamina berniat untuk bermitra dengan Saudi Aramco dalam pembangunan proyek pengembangan kilang minyak Cilacap. Namun belakangan dibatalkan lantaran hingga belum ada kejelasan.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari