Selasa, 3 Februari 2026
- Advertisement -

Heboh Anjing Gila Mengamuk, Gigit 10 Warga di Kampar

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Waspada untuk wilayah Kecamatan Kampar. Ada anjing gila yang masih belum ditemukan hingga sekarang. Sudah 10 orang korban termasuk Mamaku yang digigit tadi subuh saat ke mesjid salat subuh. Demikian ditulis Yetty Yusma di laman Facebooknya pada Sabtu (23/5/2020).

Saat dikonfirmasi RIAUPOS.CO, Ahad (24/5/2020) Yetty memastikan informasi di statusnya tersebut benar. Orang tuanya, yang tinggal di Air Tiris, Kecamatan Kampar, memang menjadi salah satu korban gigitan anjing gila tersebut.

Kejadian gigitan anjing gila ini juga dibenarkan saudari Yetty, Silvia, yang menyebutkan pada hari itu anjing tersebut belum kunjung tertangkap. Berdasarkan keterangan beberapa warga yang mengenal korban yang terkena gigitan, anjing gila ini kemungkinan satu ekor. Demikian juga disebutkan Silvia.

Baca Juga:  Tiba-Tiba Pemilu

''Dengar-dengar belum (tertangkap, red), kalau ditanya sama korban, semuanya bilang anjingny kuning dan agak kurus. Jadi kemungkinan memang satu ekor anjingnya,'' sebut Silvia yang sehari-hari berprofesi sebagai guru ini.

Berdasarkan penulusuran RIAUPOS.CO, wilayah pertama-tama yang memberikan informasi terkait serangan anjing gila menjelang Idulfitri adalah wilayah Rumbio. Disana dikatakan muncul laporan pertama ada korban gigitan. Korban dilaporkan tiba-tiba diserang anjing gila tersebut ketika selesai sahur menjelang azan subuh. Namun tidak jelas pada hari apa serangan pertama terjadi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Dedi Sambudi ketika dikonformasi Senin (25/5) membenarkan adanya laporan serangan anjing gila di Kecamatan Kampar. Menurut Budi, sejauh ini yang melapor ada 10 korban gigitan yang semuanya berada di Kecamatan Kampar.

Baca Juga:  Dosen Teknik UIR Kenalkan Pembuatan Hand Sanitizer Herbal

“Benar Kami menerima laporan dari Puskesmas setempat, ada 10 korban gigitan anjing dan sudah diberi vaksin semua. Anjing itu sudah ditangkap dan dikuburkan,'' sebut Dedi.

Pemburuan anjing itu sendiri dilakukan untuk menanggulangi resiko serangan lebih lanjut. Menurut Budi, dikhawatirkan gigitan anjing itu mengandung rabies. Pemusnahan anjing gila itu sendiri menurut Budi sudah dilaporkan di Dinas Peternakan Kabupaten Kampar. Dari beberapa foto yang beredar, lokasi tanah dan rumput tempat anjing gila itu mati juga disterilkan dengan cara dibakar.

Laporan: Hendrawan (Bangkinang)

Editor: Eka G Putra

 

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Waspada untuk wilayah Kecamatan Kampar. Ada anjing gila yang masih belum ditemukan hingga sekarang. Sudah 10 orang korban termasuk Mamaku yang digigit tadi subuh saat ke mesjid salat subuh. Demikian ditulis Yetty Yusma di laman Facebooknya pada Sabtu (23/5/2020).

Saat dikonfirmasi RIAUPOS.CO, Ahad (24/5/2020) Yetty memastikan informasi di statusnya tersebut benar. Orang tuanya, yang tinggal di Air Tiris, Kecamatan Kampar, memang menjadi salah satu korban gigitan anjing gila tersebut.

Kejadian gigitan anjing gila ini juga dibenarkan saudari Yetty, Silvia, yang menyebutkan pada hari itu anjing tersebut belum kunjung tertangkap. Berdasarkan keterangan beberapa warga yang mengenal korban yang terkena gigitan, anjing gila ini kemungkinan satu ekor. Demikian juga disebutkan Silvia.

Baca Juga:  Sri Mulyani: Skenario Terburuk Pengangguran Bisa Sampai 5,2 Juta Orang

''Dengar-dengar belum (tertangkap, red), kalau ditanya sama korban, semuanya bilang anjingny kuning dan agak kurus. Jadi kemungkinan memang satu ekor anjingnya,'' sebut Silvia yang sehari-hari berprofesi sebagai guru ini.

Berdasarkan penulusuran RIAUPOS.CO, wilayah pertama-tama yang memberikan informasi terkait serangan anjing gila menjelang Idulfitri adalah wilayah Rumbio. Disana dikatakan muncul laporan pertama ada korban gigitan. Korban dilaporkan tiba-tiba diserang anjing gila tersebut ketika selesai sahur menjelang azan subuh. Namun tidak jelas pada hari apa serangan pertama terjadi.

- Advertisement -

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Dedi Sambudi ketika dikonformasi Senin (25/5) membenarkan adanya laporan serangan anjing gila di Kecamatan Kampar. Menurut Budi, sejauh ini yang melapor ada 10 korban gigitan yang semuanya berada di Kecamatan Kampar.

Baca Juga:  Peribahasa di Toko Roti

“Benar Kami menerima laporan dari Puskesmas setempat, ada 10 korban gigitan anjing dan sudah diberi vaksin semua. Anjing itu sudah ditangkap dan dikuburkan,'' sebut Dedi.

- Advertisement -

Pemburuan anjing itu sendiri dilakukan untuk menanggulangi resiko serangan lebih lanjut. Menurut Budi, dikhawatirkan gigitan anjing itu mengandung rabies. Pemusnahan anjing gila itu sendiri menurut Budi sudah dilaporkan di Dinas Peternakan Kabupaten Kampar. Dari beberapa foto yang beredar, lokasi tanah dan rumput tempat anjing gila itu mati juga disterilkan dengan cara dibakar.

Laporan: Hendrawan (Bangkinang)

Editor: Eka G Putra

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Waspada untuk wilayah Kecamatan Kampar. Ada anjing gila yang masih belum ditemukan hingga sekarang. Sudah 10 orang korban termasuk Mamaku yang digigit tadi subuh saat ke mesjid salat subuh. Demikian ditulis Yetty Yusma di laman Facebooknya pada Sabtu (23/5/2020).

Saat dikonfirmasi RIAUPOS.CO, Ahad (24/5/2020) Yetty memastikan informasi di statusnya tersebut benar. Orang tuanya, yang tinggal di Air Tiris, Kecamatan Kampar, memang menjadi salah satu korban gigitan anjing gila tersebut.

Kejadian gigitan anjing gila ini juga dibenarkan saudari Yetty, Silvia, yang menyebutkan pada hari itu anjing tersebut belum kunjung tertangkap. Berdasarkan keterangan beberapa warga yang mengenal korban yang terkena gigitan, anjing gila ini kemungkinan satu ekor. Demikian juga disebutkan Silvia.

Baca Juga:  Tiba-Tiba Pemilu

''Dengar-dengar belum (tertangkap, red), kalau ditanya sama korban, semuanya bilang anjingny kuning dan agak kurus. Jadi kemungkinan memang satu ekor anjingnya,'' sebut Silvia yang sehari-hari berprofesi sebagai guru ini.

Berdasarkan penulusuran RIAUPOS.CO, wilayah pertama-tama yang memberikan informasi terkait serangan anjing gila menjelang Idulfitri adalah wilayah Rumbio. Disana dikatakan muncul laporan pertama ada korban gigitan. Korban dilaporkan tiba-tiba diserang anjing gila tersebut ketika selesai sahur menjelang azan subuh. Namun tidak jelas pada hari apa serangan pertama terjadi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Dedi Sambudi ketika dikonformasi Senin (25/5) membenarkan adanya laporan serangan anjing gila di Kecamatan Kampar. Menurut Budi, sejauh ini yang melapor ada 10 korban gigitan yang semuanya berada di Kecamatan Kampar.

Baca Juga:  Sri Mulyani: Skenario Terburuk Pengangguran Bisa Sampai 5,2 Juta Orang

“Benar Kami menerima laporan dari Puskesmas setempat, ada 10 korban gigitan anjing dan sudah diberi vaksin semua. Anjing itu sudah ditangkap dan dikuburkan,'' sebut Dedi.

Pemburuan anjing itu sendiri dilakukan untuk menanggulangi resiko serangan lebih lanjut. Menurut Budi, dikhawatirkan gigitan anjing itu mengandung rabies. Pemusnahan anjing gila itu sendiri menurut Budi sudah dilaporkan di Dinas Peternakan Kabupaten Kampar. Dari beberapa foto yang beredar, lokasi tanah dan rumput tempat anjing gila itu mati juga disterilkan dengan cara dibakar.

Laporan: Hendrawan (Bangkinang)

Editor: Eka G Putra

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari