Minggu, 6 April 2025
spot_img

Teller

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Ahmad pergi ke sebuah bank untuk suatu urusan. Saat itu ia pergi sendirian. Biasanya, yang kerap pergi ke bank adalah kakaknya. Namun karena saat itu kakaknya sedang berhalangan, maka Ahmad dengan terpaksa pergi seorang diri.

Saat tiba di bank, ia clingak-clinguk kebingungan. Akhirnya salah seorang satpam menanyai tujuan kedatangannya ke bank, dan Ahmad pun diminta untuk mengambil nomor antrean.

Tiba giliran Ahmad, ia dengan percaya diri maju ke meja teller. Ia mengangguk-angguk mendengarkan penjelasan teller.

Kemudian, Ahmad diminta untuk menuliskan beberapa hal di kertas yang telah disediakan. Karena bingung, Ahmad pun bertanya kepada teller.

Dengan gestur tubuhnya, teller mengulurkan tangan kanan dan menyilahkan Ahmad untuk tanda tangan di tempat yang dimaksud.

Baca Juga:  Passing Grade Tes CPNS Diumumkan, PPPK Menyusul

Ahmad yang gugup karena takut melakukan kesalahan pun mencoba berpikir cepat. Alih-alih melakukan yang diminta teller, ia justru melepaskan pulpennya dan menyalami tangan teller perempuan tersebut. Terlebih, teller itu menunjuk dengan tangan kanan terbuka seperti hendak menyalaminya.

"Maksud saya silahkan tulis di sini,"ucap teller tersebut tersenyum menatap Ahmad yang malu-malu.

"Alamak, rasa pengen menghilang aja dari sini,"jawab Ahmad dalam hati.(anf)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Ahmad pergi ke sebuah bank untuk suatu urusan. Saat itu ia pergi sendirian. Biasanya, yang kerap pergi ke bank adalah kakaknya. Namun karena saat itu kakaknya sedang berhalangan, maka Ahmad dengan terpaksa pergi seorang diri.

Saat tiba di bank, ia clingak-clinguk kebingungan. Akhirnya salah seorang satpam menanyai tujuan kedatangannya ke bank, dan Ahmad pun diminta untuk mengambil nomor antrean.

Tiba giliran Ahmad, ia dengan percaya diri maju ke meja teller. Ia mengangguk-angguk mendengarkan penjelasan teller.

Kemudian, Ahmad diminta untuk menuliskan beberapa hal di kertas yang telah disediakan. Karena bingung, Ahmad pun bertanya kepada teller.

Dengan gestur tubuhnya, teller mengulurkan tangan kanan dan menyilahkan Ahmad untuk tanda tangan di tempat yang dimaksud.

Baca Juga:  Menko Airlangga: Modernisasi Koperasi agar Adaptif dan Berdaya Saing

Ahmad yang gugup karena takut melakukan kesalahan pun mencoba berpikir cepat. Alih-alih melakukan yang diminta teller, ia justru melepaskan pulpennya dan menyalami tangan teller perempuan tersebut. Terlebih, teller itu menunjuk dengan tangan kanan terbuka seperti hendak menyalaminya.

"Maksud saya silahkan tulis di sini,"ucap teller tersebut tersenyum menatap Ahmad yang malu-malu.

"Alamak, rasa pengen menghilang aja dari sini,"jawab Ahmad dalam hati.(anf)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Teller

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Ahmad pergi ke sebuah bank untuk suatu urusan. Saat itu ia pergi sendirian. Biasanya, yang kerap pergi ke bank adalah kakaknya. Namun karena saat itu kakaknya sedang berhalangan, maka Ahmad dengan terpaksa pergi seorang diri.

Saat tiba di bank, ia clingak-clinguk kebingungan. Akhirnya salah seorang satpam menanyai tujuan kedatangannya ke bank, dan Ahmad pun diminta untuk mengambil nomor antrean.

Tiba giliran Ahmad, ia dengan percaya diri maju ke meja teller. Ia mengangguk-angguk mendengarkan penjelasan teller.

Kemudian, Ahmad diminta untuk menuliskan beberapa hal di kertas yang telah disediakan. Karena bingung, Ahmad pun bertanya kepada teller.

Dengan gestur tubuhnya, teller mengulurkan tangan kanan dan menyilahkan Ahmad untuk tanda tangan di tempat yang dimaksud.

Baca Juga:  Cina Tolak Tawaran AS dan Rusia Berunding soal Senjata Nuklir

Ahmad yang gugup karena takut melakukan kesalahan pun mencoba berpikir cepat. Alih-alih melakukan yang diminta teller, ia justru melepaskan pulpennya dan menyalami tangan teller perempuan tersebut. Terlebih, teller itu menunjuk dengan tangan kanan terbuka seperti hendak menyalaminya.

"Maksud saya silahkan tulis di sini,"ucap teller tersebut tersenyum menatap Ahmad yang malu-malu.

"Alamak, rasa pengen menghilang aja dari sini,"jawab Ahmad dalam hati.(anf)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Ahmad pergi ke sebuah bank untuk suatu urusan. Saat itu ia pergi sendirian. Biasanya, yang kerap pergi ke bank adalah kakaknya. Namun karena saat itu kakaknya sedang berhalangan, maka Ahmad dengan terpaksa pergi seorang diri.

Saat tiba di bank, ia clingak-clinguk kebingungan. Akhirnya salah seorang satpam menanyai tujuan kedatangannya ke bank, dan Ahmad pun diminta untuk mengambil nomor antrean.

Tiba giliran Ahmad, ia dengan percaya diri maju ke meja teller. Ia mengangguk-angguk mendengarkan penjelasan teller.

Kemudian, Ahmad diminta untuk menuliskan beberapa hal di kertas yang telah disediakan. Karena bingung, Ahmad pun bertanya kepada teller.

Dengan gestur tubuhnya, teller mengulurkan tangan kanan dan menyilahkan Ahmad untuk tanda tangan di tempat yang dimaksud.

Baca Juga:  Parade Militer Korea Utara Pakai Baju Hazmat

Ahmad yang gugup karena takut melakukan kesalahan pun mencoba berpikir cepat. Alih-alih melakukan yang diminta teller, ia justru melepaskan pulpennya dan menyalami tangan teller perempuan tersebut. Terlebih, teller itu menunjuk dengan tangan kanan terbuka seperti hendak menyalaminya.

"Maksud saya silahkan tulis di sini,"ucap teller tersebut tersenyum menatap Ahmad yang malu-malu.

"Alamak, rasa pengen menghilang aja dari sini,"jawab Ahmad dalam hati.(anf)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari