Rabu, 8 April 2026
- Advertisement -

Nadiem Jelaskan Tujuan Program Organisasi Penggerak

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Mendapatkan banyak kritikan atas Program Organisasi Penggerak (POP), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menjelaskan tujuan awal dari program tersebut. Menurutnya, program itu adalah sebuah inovasi di dunia pendidikan.

"Program ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari bibit-bibit inovasi yang dilakukan organisasi masyarakat (ormas) di bidang pendidikan," ungkap dia dalam telekonferensi pers, Jumat (24/7).

Kemendikbud sendiri pun, kata dia, menjunjung tinggi asas gotong royong. Maka dari itu, pihaknya membutuhkan bantuan dari seluruh pihak terkait untuk peningkatan kualitas SDM di Indonesia.

"Kita membutuhkan bantuan inovasi pedagogi dan pendidikan yang belum terpikir dalam kementerian, kita melihat ini (ormas) untuk bisa ikut gotong royong dalam merubah kualitas pendidikan Indonesia," ujarnya.

Baca Juga:  Targetkan 16 Kecamatan Miliki Rumah Tahfiz

Mengenai kritikan dan saran yang disampaikan kepada pihaknya, ia pun menerimanya dengan terbuka. Pihaknya pun akan melakukan proses evaluasi di pekan depan selama satu bulan.

"Saya apresiasi masukan yang sebesar-besarnya terhadap semua masukan, kami sudah menerima masukan dan kami menerima komitmen untuk menyempurnakan program-program Kemendikbud," ungkapnya.

Lebih lanjut, Nadiem menjelaskan akan ada yang menjadi objektif evaluasi, pertama adalah verifikasi yang lebih ketat serta transparansi sistem seleksi. Kedua adalah memastikan bahwa semua organisasi yang lulus seleksi punya integritas dan kredibilitas. Hal ini bertujuan agar publik mendukung jalannya program tersebut.

"Ketiga memastikan efektifitas daripada pelaksanaan program masing-masing organisasi dalam situasi pandemi Covid daripada pencapaian aktivitas mereka bisa dilakukan selama pandemi Covid ini. Tiga itu yang menjadi objek utama selama evaluasi," tutupnya.

Baca Juga:  Beredar Video Jaksa Terima Rp1,5 M Terkait Kasus Rizieq Shihab, Ini Kata Kejagung

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Mendapatkan banyak kritikan atas Program Organisasi Penggerak (POP), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menjelaskan tujuan awal dari program tersebut. Menurutnya, program itu adalah sebuah inovasi di dunia pendidikan.

"Program ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari bibit-bibit inovasi yang dilakukan organisasi masyarakat (ormas) di bidang pendidikan," ungkap dia dalam telekonferensi pers, Jumat (24/7).

Kemendikbud sendiri pun, kata dia, menjunjung tinggi asas gotong royong. Maka dari itu, pihaknya membutuhkan bantuan dari seluruh pihak terkait untuk peningkatan kualitas SDM di Indonesia.

"Kita membutuhkan bantuan inovasi pedagogi dan pendidikan yang belum terpikir dalam kementerian, kita melihat ini (ormas) untuk bisa ikut gotong royong dalam merubah kualitas pendidikan Indonesia," ujarnya.

Baca Juga:  Nikita Mirzani Klarifikasi Kabar Tidur Bareng Dimas Beck

Mengenai kritikan dan saran yang disampaikan kepada pihaknya, ia pun menerimanya dengan terbuka. Pihaknya pun akan melakukan proses evaluasi di pekan depan selama satu bulan.

- Advertisement -

"Saya apresiasi masukan yang sebesar-besarnya terhadap semua masukan, kami sudah menerima masukan dan kami menerima komitmen untuk menyempurnakan program-program Kemendikbud," ungkapnya.

Lebih lanjut, Nadiem menjelaskan akan ada yang menjadi objektif evaluasi, pertama adalah verifikasi yang lebih ketat serta transparansi sistem seleksi. Kedua adalah memastikan bahwa semua organisasi yang lulus seleksi punya integritas dan kredibilitas. Hal ini bertujuan agar publik mendukung jalannya program tersebut.

- Advertisement -

"Ketiga memastikan efektifitas daripada pelaksanaan program masing-masing organisasi dalam situasi pandemi Covid daripada pencapaian aktivitas mereka bisa dilakukan selama pandemi Covid ini. Tiga itu yang menjadi objek utama selama evaluasi," tutupnya.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi Jalan di Kampar, Kejati Tahan 4 Tersangka

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Mendapatkan banyak kritikan atas Program Organisasi Penggerak (POP), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menjelaskan tujuan awal dari program tersebut. Menurutnya, program itu adalah sebuah inovasi di dunia pendidikan.

"Program ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari bibit-bibit inovasi yang dilakukan organisasi masyarakat (ormas) di bidang pendidikan," ungkap dia dalam telekonferensi pers, Jumat (24/7).

Kemendikbud sendiri pun, kata dia, menjunjung tinggi asas gotong royong. Maka dari itu, pihaknya membutuhkan bantuan dari seluruh pihak terkait untuk peningkatan kualitas SDM di Indonesia.

"Kita membutuhkan bantuan inovasi pedagogi dan pendidikan yang belum terpikir dalam kementerian, kita melihat ini (ormas) untuk bisa ikut gotong royong dalam merubah kualitas pendidikan Indonesia," ujarnya.

Baca Juga:  Targetkan 16 Kecamatan Miliki Rumah Tahfiz

Mengenai kritikan dan saran yang disampaikan kepada pihaknya, ia pun menerimanya dengan terbuka. Pihaknya pun akan melakukan proses evaluasi di pekan depan selama satu bulan.

"Saya apresiasi masukan yang sebesar-besarnya terhadap semua masukan, kami sudah menerima masukan dan kami menerima komitmen untuk menyempurnakan program-program Kemendikbud," ungkapnya.

Lebih lanjut, Nadiem menjelaskan akan ada yang menjadi objektif evaluasi, pertama adalah verifikasi yang lebih ketat serta transparansi sistem seleksi. Kedua adalah memastikan bahwa semua organisasi yang lulus seleksi punya integritas dan kredibilitas. Hal ini bertujuan agar publik mendukung jalannya program tersebut.

"Ketiga memastikan efektifitas daripada pelaksanaan program masing-masing organisasi dalam situasi pandemi Covid daripada pencapaian aktivitas mereka bisa dilakukan selama pandemi Covid ini. Tiga itu yang menjadi objek utama selama evaluasi," tutupnya.

Baca Juga:  Stok Bahan Pangan Tahun Baru Dipastikan Aman

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari