Jumat, 13 Maret 2026
- Advertisement -

Menko Airlangga Bahas Kerjasama Indonesia-EU CEPA Bersama Dubes Uni Eropa

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Uni Eropa (UE) merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dalam bidang ekonomi. Nilai perdagangan bilateral pada periode Januari hingga Agustus 2021 mencapai USD18,1 Miliar, meningkat sebesar 8,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD16,7 Miliar. Nilai investasi UE pada tahun 2020 mencapai USD2,1 Miliar.

Untuk meningkatkan kerja sama kedua negara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Duta Besar UE untuk Indonesia Vincent Piket, Rabu (22/12/2021). Pertemuan membahas beberapa isu kerja sama ekonomi bilateral antara Indonesia dan UE.

Terkait dengan perkembangan perundingan Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Menko Airlangga menggarisbawahi komitmen Indonesia dalam percepatan penyelesaian perundingan. Dalam hal ini, baik Indonesia maupun UE, harus saling mempertemukan kepentingan yang saling menguntungkan. Saat ini, perundingan telah memasuki putaran ke-11 yang diselenggarakan secara virtual pada bulan November lalu.

Baca Juga:  Kecam Aksi Pemukulan Haris Pertama, KNPI Riau Yakin Pelaku Dibekuk Polisi

“Negosiator dari kedua pihak diharapkan dapat lebih kreatif dalam mencari solusi atas isu-isu runding yang masih menjadi pending issues sehingga penyelesaian perundingan dapat segera dipercepat,” kata Menko Airlangga. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk melakukan pembahasan teknis dalam upaya percepat perundingan.

Kemudian, pertemuan tersebut juga membahas tentang penanganan pandemi Covid-19 dan kebijakan strategi Green Deal Uni Eropa beserta peraturan turunannya yang nantinya akan mengatur importasi produk yang memenuhi kriteria berkelanjutan  yaitu tentang usulan kebijakan Regulation on Deforestation-Free Products.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Indonesia menyampaikan komitmen untuk mendukung perdagangan yang berkelanjutan serta menyatakan bahwa isu sektor lingkungan tidak boleh disalahgunakan untuk menghambat arus perdagangan.

Baca Juga:  Akhirnya, Jokowi Resmi Teken UU Cipta Kerja

Selanjutnya, dalam diskusi terkait isu sektor telekomunikasi, Menko Airlangga mengundang perusahaan-perusahaan UE untuk berinvestasi di sektor pengembangan teknologi digital Indonesia.

Pada pertemuan tersebut, Menko Airlangga didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Edi P. Pambudi dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika dan Timteng Fajar Wirawan Harijo. Adapun Dubes Piket didampingi oleh Deputy Head of Trade and Economic Section Martin Mitov.

Editor: Eka G Putra

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Uni Eropa (UE) merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dalam bidang ekonomi. Nilai perdagangan bilateral pada periode Januari hingga Agustus 2021 mencapai USD18,1 Miliar, meningkat sebesar 8,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD16,7 Miliar. Nilai investasi UE pada tahun 2020 mencapai USD2,1 Miliar.

Untuk meningkatkan kerja sama kedua negara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Duta Besar UE untuk Indonesia Vincent Piket, Rabu (22/12/2021). Pertemuan membahas beberapa isu kerja sama ekonomi bilateral antara Indonesia dan UE.

Terkait dengan perkembangan perundingan Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Menko Airlangga menggarisbawahi komitmen Indonesia dalam percepatan penyelesaian perundingan. Dalam hal ini, baik Indonesia maupun UE, harus saling mempertemukan kepentingan yang saling menguntungkan. Saat ini, perundingan telah memasuki putaran ke-11 yang diselenggarakan secara virtual pada bulan November lalu.

Baca Juga:  Pemerintah Izinkan Masyarakat U-45 Kembali Beraktivitas

“Negosiator dari kedua pihak diharapkan dapat lebih kreatif dalam mencari solusi atas isu-isu runding yang masih menjadi pending issues sehingga penyelesaian perundingan dapat segera dipercepat,” kata Menko Airlangga. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk melakukan pembahasan teknis dalam upaya percepat perundingan.

Kemudian, pertemuan tersebut juga membahas tentang penanganan pandemi Covid-19 dan kebijakan strategi Green Deal Uni Eropa beserta peraturan turunannya yang nantinya akan mengatur importasi produk yang memenuhi kriteria berkelanjutan  yaitu tentang usulan kebijakan Regulation on Deforestation-Free Products.

- Advertisement -

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Indonesia menyampaikan komitmen untuk mendukung perdagangan yang berkelanjutan serta menyatakan bahwa isu sektor lingkungan tidak boleh disalahgunakan untuk menghambat arus perdagangan.

Baca Juga:  Lima Oknum Jaksa di Inhu Terancam Sanksi Disiplin Berat

Selanjutnya, dalam diskusi terkait isu sektor telekomunikasi, Menko Airlangga mengundang perusahaan-perusahaan UE untuk berinvestasi di sektor pengembangan teknologi digital Indonesia.

- Advertisement -

Pada pertemuan tersebut, Menko Airlangga didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Edi P. Pambudi dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika dan Timteng Fajar Wirawan Harijo. Adapun Dubes Piket didampingi oleh Deputy Head of Trade and Economic Section Martin Mitov.

Editor: Eka G Putra

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Uni Eropa (UE) merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dalam bidang ekonomi. Nilai perdagangan bilateral pada periode Januari hingga Agustus 2021 mencapai USD18,1 Miliar, meningkat sebesar 8,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD16,7 Miliar. Nilai investasi UE pada tahun 2020 mencapai USD2,1 Miliar.

Untuk meningkatkan kerja sama kedua negara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Duta Besar UE untuk Indonesia Vincent Piket, Rabu (22/12/2021). Pertemuan membahas beberapa isu kerja sama ekonomi bilateral antara Indonesia dan UE.

Terkait dengan perkembangan perundingan Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Menko Airlangga menggarisbawahi komitmen Indonesia dalam percepatan penyelesaian perundingan. Dalam hal ini, baik Indonesia maupun UE, harus saling mempertemukan kepentingan yang saling menguntungkan. Saat ini, perundingan telah memasuki putaran ke-11 yang diselenggarakan secara virtual pada bulan November lalu.

Baca Juga:  Akhirnya, Jokowi Resmi Teken UU Cipta Kerja

“Negosiator dari kedua pihak diharapkan dapat lebih kreatif dalam mencari solusi atas isu-isu runding yang masih menjadi pending issues sehingga penyelesaian perundingan dapat segera dipercepat,” kata Menko Airlangga. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk melakukan pembahasan teknis dalam upaya percepat perundingan.

Kemudian, pertemuan tersebut juga membahas tentang penanganan pandemi Covid-19 dan kebijakan strategi Green Deal Uni Eropa beserta peraturan turunannya yang nantinya akan mengatur importasi produk yang memenuhi kriteria berkelanjutan  yaitu tentang usulan kebijakan Regulation on Deforestation-Free Products.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Indonesia menyampaikan komitmen untuk mendukung perdagangan yang berkelanjutan serta menyatakan bahwa isu sektor lingkungan tidak boleh disalahgunakan untuk menghambat arus perdagangan.

Baca Juga:  Terlibat Jaringan Narkoba, Warga Dumai Diamankan

Selanjutnya, dalam diskusi terkait isu sektor telekomunikasi, Menko Airlangga mengundang perusahaan-perusahaan UE untuk berinvestasi di sektor pengembangan teknologi digital Indonesia.

Pada pertemuan tersebut, Menko Airlangga didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Edi P. Pambudi dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika dan Timteng Fajar Wirawan Harijo. Adapun Dubes Piket didampingi oleh Deputy Head of Trade and Economic Section Martin Mitov.

Editor: Eka G Putra

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari