Minggu, 22 Februari 2026
- Advertisement -

Kapolri Jenderal Tito Karnavian Diberhentikan, Begini Kata Puan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi memberhentikan Jenderal Pol Tito Karnavian sebagai Kapolri dan anggota Polri aktif. Surat pemberhentian Tito sudah dikirim kepada DPR RI guna ditindaklanjuti.

Ketua DPR Puan Maharani mengaku sudah menerima surat pemberhentian Tito Karnavian siang tadi. Isinya menyebut bahwa Tito akan memangku jabatan lain di pemerntahan. Dengan begitu, harus diberhentikan dari Korps Bhayangkara karena tidak boleh ada ragkap jabatan.

“Surat pengunduran diri dari kapolri yang menyatakan beliau meminta mengundurkan diri sebagai anggota Polri dan sebagai Kapolri,” kata Puan di kompleks DPR RI Senayan Jakarta, Selasa (22/10).

Puan menuturkan, setelah surat diterima, selanjutnya dewan membahas melalui Badan Musyawarah (Bamus). Hingga akhirnya DPR pun menyetujuinya. “Rapat konsultasi pengganti Bamus untuk menyetujui hal tersebut kemudian tentu saja saya sampaikan dalam rapat paripurna dan kami akan membalas surat presiden tersebut tentang pemberhentian Kapolri,” imbuhnya.

Baca Juga:  26 Ribu Lowongan Magang Bergaji Resmi Dibuka, Pemerintah Dorong Tenaga Muda Kompeten

Sementara itu, untuk mengisi kekosongan kursi Kapolri, Jokowi telah menunjuk Komjen Pol Ari Dono Sukmanto yang sebelumnya menjabat Wakapolri sebagai Pelaksana Tugas (Plt). “Sampai ditentukan lagi siapa pengganti Kapolri,” pungkasnya.

Namun, saat ditanya posisi yang akan diemban Tito di pemerintahan, Puan memilih bungkam. Dia meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi presiden pada Rabu (22/10) besok.

Sebelumnya, Tito turut dipanggil oleh Presiden Jokowi ke Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10). Kedatangannya bersamaan dengan orang-orang yang masuk bursa calon menteri.

Namun, saat disinggung apakah akan masuk bursa kabinet, Tito tidak membenarkannya. “Saya belum tahu,” kata Tito singkat kepada awak media.

Tito menjelaskan, pembicaraannya dengan Jokowi banyak membahas situasi keamanan nasional. Baik yang sudah dilaksanakan maupun yang akan dikerjakan.

Baca Juga:  Formasi Dosen CPNS 2019 Diumumkan

“Saya kira ini mengenai situasi kantibmas. Kemarin pelantikan (presiden), pengamanan pelantikan. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, dengan baik, kerja sama TNI Polri sangat luar biasa, dan stake holder lainnya,” jelasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi memberhentikan Jenderal Pol Tito Karnavian sebagai Kapolri dan anggota Polri aktif. Surat pemberhentian Tito sudah dikirim kepada DPR RI guna ditindaklanjuti.

Ketua DPR Puan Maharani mengaku sudah menerima surat pemberhentian Tito Karnavian siang tadi. Isinya menyebut bahwa Tito akan memangku jabatan lain di pemerntahan. Dengan begitu, harus diberhentikan dari Korps Bhayangkara karena tidak boleh ada ragkap jabatan.

“Surat pengunduran diri dari kapolri yang menyatakan beliau meminta mengundurkan diri sebagai anggota Polri dan sebagai Kapolri,” kata Puan di kompleks DPR RI Senayan Jakarta, Selasa (22/10).

Puan menuturkan, setelah surat diterima, selanjutnya dewan membahas melalui Badan Musyawarah (Bamus). Hingga akhirnya DPR pun menyetujuinya. “Rapat konsultasi pengganti Bamus untuk menyetujui hal tersebut kemudian tentu saja saya sampaikan dalam rapat paripurna dan kami akan membalas surat presiden tersebut tentang pemberhentian Kapolri,” imbuhnya.

Baca Juga:  26 Ribu Lowongan Magang Bergaji Resmi Dibuka, Pemerintah Dorong Tenaga Muda Kompeten

Sementara itu, untuk mengisi kekosongan kursi Kapolri, Jokowi telah menunjuk Komjen Pol Ari Dono Sukmanto yang sebelumnya menjabat Wakapolri sebagai Pelaksana Tugas (Plt). “Sampai ditentukan lagi siapa pengganti Kapolri,” pungkasnya.

- Advertisement -

Namun, saat ditanya posisi yang akan diemban Tito di pemerintahan, Puan memilih bungkam. Dia meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi presiden pada Rabu (22/10) besok.

Sebelumnya, Tito turut dipanggil oleh Presiden Jokowi ke Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10). Kedatangannya bersamaan dengan orang-orang yang masuk bursa calon menteri.

- Advertisement -

Namun, saat disinggung apakah akan masuk bursa kabinet, Tito tidak membenarkannya. “Saya belum tahu,” kata Tito singkat kepada awak media.

Tito menjelaskan, pembicaraannya dengan Jokowi banyak membahas situasi keamanan nasional. Baik yang sudah dilaksanakan maupun yang akan dikerjakan.

Baca Juga:  Jaket Astronot Buzz Aldrin yang Dipakai ke Bulan Terjual Rp40 Miliar

“Saya kira ini mengenai situasi kantibmas. Kemarin pelantikan (presiden), pengamanan pelantikan. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, dengan baik, kerja sama TNI Polri sangat luar biasa, dan stake holder lainnya,” jelasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi memberhentikan Jenderal Pol Tito Karnavian sebagai Kapolri dan anggota Polri aktif. Surat pemberhentian Tito sudah dikirim kepada DPR RI guna ditindaklanjuti.

Ketua DPR Puan Maharani mengaku sudah menerima surat pemberhentian Tito Karnavian siang tadi. Isinya menyebut bahwa Tito akan memangku jabatan lain di pemerntahan. Dengan begitu, harus diberhentikan dari Korps Bhayangkara karena tidak boleh ada ragkap jabatan.

“Surat pengunduran diri dari kapolri yang menyatakan beliau meminta mengundurkan diri sebagai anggota Polri dan sebagai Kapolri,” kata Puan di kompleks DPR RI Senayan Jakarta, Selasa (22/10).

Puan menuturkan, setelah surat diterima, selanjutnya dewan membahas melalui Badan Musyawarah (Bamus). Hingga akhirnya DPR pun menyetujuinya. “Rapat konsultasi pengganti Bamus untuk menyetujui hal tersebut kemudian tentu saja saya sampaikan dalam rapat paripurna dan kami akan membalas surat presiden tersebut tentang pemberhentian Kapolri,” imbuhnya.

Baca Juga:  Banyak Pelamar Belum Tuntaskan Pendaftaran

Sementara itu, untuk mengisi kekosongan kursi Kapolri, Jokowi telah menunjuk Komjen Pol Ari Dono Sukmanto yang sebelumnya menjabat Wakapolri sebagai Pelaksana Tugas (Plt). “Sampai ditentukan lagi siapa pengganti Kapolri,” pungkasnya.

Namun, saat ditanya posisi yang akan diemban Tito di pemerintahan, Puan memilih bungkam. Dia meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi presiden pada Rabu (22/10) besok.

Sebelumnya, Tito turut dipanggil oleh Presiden Jokowi ke Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10). Kedatangannya bersamaan dengan orang-orang yang masuk bursa calon menteri.

Namun, saat disinggung apakah akan masuk bursa kabinet, Tito tidak membenarkannya. “Saya belum tahu,” kata Tito singkat kepada awak media.

Tito menjelaskan, pembicaraannya dengan Jokowi banyak membahas situasi keamanan nasional. Baik yang sudah dilaksanakan maupun yang akan dikerjakan.

Baca Juga:  First Resources Group Salurkan Bantuan APD

“Saya kira ini mengenai situasi kantibmas. Kemarin pelantikan (presiden), pengamanan pelantikan. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, dengan baik, kerja sama TNI Polri sangat luar biasa, dan stake holder lainnya,” jelasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari