Sabtu, 11 April 2026
- Advertisement -

Lokasi Ibukota Belum Diputuskan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tidak langsung membantah pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, ‎yang mengatakan pemindahan ini sudah ditetapkan di Kalimantan Timur. Pasalnya, sampai saat ini belum ditentukan lokasi tepatnya.

‎”Akan kita umumkan pada waktunya, masih nunggu kajian, tinggal satu atau dua kajian belum disampaikan kepada saya,” ujar Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/8).

Jokowi mengatakan, pemindahan Ibu Kota ini masih memerlukan kajian yang matang. Sehingga belum bisa diputuskan di provinsi mana yang akan dijadikan ibu kota negara menggantikan DKI Jakarta.

‎”Jadi masih tunggu satu, dua kajian‎,” katanya.

Baca Juga:  Program "Sisihkan Segenggam Beras" Masjid Al-Muhajirin Tarai

Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengatakan, saat ini pemerintah memang telah mengkaji beberapa wilayah untuk menjadi ibu kota baru. Namun yang hampir pasti jadi lokasi baru ibu kota adalah Kalimantan Timur.

“Kalimantan timur, tapi lokasi spesifiknya yang belum,” ujarnya.

Sofyan mengatakan, pemerintah membutuhkan lahan sekitar 3.000 Hektare (Ha) untuk pembangunan tahap pertama. Sementara secara keseluruhan nantinya akan dibutuhkan lahan sekitar 200.000 hingga 300.000 Ha.

Dia melanjutkan, begitu lokasi ibu kota di Kalimantan Timur ditetapkan, pemerintah akan segera mengunci lahan untuk menghindari spekulan tanah. Sementara itu, gedung-gedung yang pertama kali dibangun nantinya adalah kantor presiden, kantor menteri dan DPR.

Baca Juga:  DPR Bakal Panggil Nadiem dan Najelaa soal Polemik Merdeka Belajar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tidak langsung membantah pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, ‎yang mengatakan pemindahan ini sudah ditetapkan di Kalimantan Timur. Pasalnya, sampai saat ini belum ditentukan lokasi tepatnya. 
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tidak langsung membantah pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, ‎yang mengatakan pemindahan ini sudah ditetapkan di Kalimantan Timur. Pasalnya, sampai saat ini belum ditentukan lokasi tepatnya.

‎”Akan kita umumkan pada waktunya, masih nunggu kajian, tinggal satu atau dua kajian belum disampaikan kepada saya,” ujar Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/8).

Jokowi mengatakan, pemindahan Ibu Kota ini masih memerlukan kajian yang matang. Sehingga belum bisa diputuskan di provinsi mana yang akan dijadikan ibu kota negara menggantikan DKI Jakarta.

‎”Jadi masih tunggu satu, dua kajian‎,” katanya.

Baca Juga:  Uni Eropa Perjuangkan Hak Tinggal di Inggris

Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengatakan, saat ini pemerintah memang telah mengkaji beberapa wilayah untuk menjadi ibu kota baru. Namun yang hampir pasti jadi lokasi baru ibu kota adalah Kalimantan Timur.

- Advertisement -

“Kalimantan timur, tapi lokasi spesifiknya yang belum,” ujarnya.

Sofyan mengatakan, pemerintah membutuhkan lahan sekitar 3.000 Hektare (Ha) untuk pembangunan tahap pertama. Sementara secara keseluruhan nantinya akan dibutuhkan lahan sekitar 200.000 hingga 300.000 Ha.

- Advertisement -

Dia melanjutkan, begitu lokasi ibu kota di Kalimantan Timur ditetapkan, pemerintah akan segera mengunci lahan untuk menghindari spekulan tanah. Sementara itu, gedung-gedung yang pertama kali dibangun nantinya adalah kantor presiden, kantor menteri dan DPR.

Baca Juga:  Klarifikasi Masukan Publik di Tahap Wawancara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tidak langsung membantah pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, ‎yang mengatakan pemindahan ini sudah ditetapkan di Kalimantan Timur. Pasalnya, sampai saat ini belum ditentukan lokasi tepatnya. 
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Karbit Kelepus

Bona Malwal (2)

Pasangan Manipulatif

Ditabrak dari Belakang

Tinggal Lengkuas

Tetap Ingin Bercerai

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tidak langsung membantah pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, ‎yang mengatakan pemindahan ini sudah ditetapkan di Kalimantan Timur. Pasalnya, sampai saat ini belum ditentukan lokasi tepatnya.

‎”Akan kita umumkan pada waktunya, masih nunggu kajian, tinggal satu atau dua kajian belum disampaikan kepada saya,” ujar Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/8).

Jokowi mengatakan, pemindahan Ibu Kota ini masih memerlukan kajian yang matang. Sehingga belum bisa diputuskan di provinsi mana yang akan dijadikan ibu kota negara menggantikan DKI Jakarta.

‎”Jadi masih tunggu satu, dua kajian‎,” katanya.

Baca Juga:  Klarifikasi Masukan Publik di Tahap Wawancara

Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengatakan, saat ini pemerintah memang telah mengkaji beberapa wilayah untuk menjadi ibu kota baru. Namun yang hampir pasti jadi lokasi baru ibu kota adalah Kalimantan Timur.

“Kalimantan timur, tapi lokasi spesifiknya yang belum,” ujarnya.

Sofyan mengatakan, pemerintah membutuhkan lahan sekitar 3.000 Hektare (Ha) untuk pembangunan tahap pertama. Sementara secara keseluruhan nantinya akan dibutuhkan lahan sekitar 200.000 hingga 300.000 Ha.

Dia melanjutkan, begitu lokasi ibu kota di Kalimantan Timur ditetapkan, pemerintah akan segera mengunci lahan untuk menghindari spekulan tanah. Sementara itu, gedung-gedung yang pertama kali dibangun nantinya adalah kantor presiden, kantor menteri dan DPR.

Baca Juga:  Pemerintah Diminta Transparan Menangani Corona, Jangan Operasi Senyap

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tidak langsung membantah pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, ‎yang mengatakan pemindahan ini sudah ditetapkan di Kalimantan Timur. Pasalnya, sampai saat ini belum ditentukan lokasi tepatnya. 
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
 

Terbaru

Terpopuler

Karbit Kelepus

Bona Malwal (2)

Pasangan Manipulatif

Ditabrak dari Belakang

Tinggal Lengkuas

Tetap Ingin Bercerai

Trending Tags

Rubrik dicari