24.2 C
Pekanbaru
Jumat, 4 April 2025
spot_img

Flu Burung Merebak, Kemenkes Waspada

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Isu penularan flu burung ke manusia menjadi atensi Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kewaspadaan ini menyusul laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai kasus penularan flu burung terhadap manusia.

Pada 11 Juni lalu, WHO merilis kasus infeksi virus avian influenza tipe A (H9N2) pada manusia terdeteksi pada seorang anak yang tinggal di Negara Bagian Benggala Barat, India. Anak itu memiliki riwayat kontak dengan unggas. Dia saat ini telah pulih dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes Achmad Farchanny Tri Adryanto menyatakan, pihaknya senantiasa memantau strain avian influenza yang berpotensi menulari manusia. Strain atau jenis yang dipantau adalah highly pathogenic avian influenza (HPAI).

’’Yaitu, (strain) H5 di laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas) tier 4,’’ katanya. Selain itu, ada low pathogenic avian influenza (LPAI) yang terdiri atas strain H7 dan H9. Pemantauan dilakukan di labkesmas rujukan nasional.

HPAI merupakan virus avian influenza yang dapat mengakibatkan penyakit pada inangnya. Jika terjangkit, unggas yang terinfeksi akan menderita penyakit serius serta bisa mati. Sementara itu, LPAI termasuk virus avian influenza yang tidak mengakibatkan tanda-tanda penyakit atau penyakit ringan pada ayam atau unggas.

Baca Juga:  AS Gunakan Isu Laut Cina Selatan untuk Lawan Pengaruh Cina

Merujuk pada Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, strain avian influenza kategori HPAI dan LPAI tipe A bisa mengakibatkan infeksi penyakit. Mulai yang berdampak ringan hingga parah pada manusia yang terinfeksi.

Dia menjelaskan, di Indonesia pemantauan HPAI strain H5 dilakukan dengan meningkatkan analisis data (surveilans sentinel) influenza like illness atau infeksi saluran pernapasan atas dan severe acute respiratory illnesses atau infeksi saluran pernapasan akut. Caranya, memantau faktor risiko kontak langsung dengan unggas yang sakit atau mati mendadak dan lingkungan yang terkontaminasi.

’’Kemudian, meningkatkan surveilans infeksi saluran pernapasan akut berat dengan faktor risiko untuk deteksi dini suspek flu burung,’’ ujar Farchanny. Dia mengimbau para peternak ayam, itik, sapi, atau hewan lainnya untuk menerapkan pengelolaan ternak dan kandang ternak dengan konsep higienitas dan sanitasi yang benar. Selain itu, para peternak harus rajin melakukan desinfeksi dan mencuci tangan.

- Advertisement -
Baca Juga:  Kata Mahfud, Berkas Kasus Djoko Tjandra dan Jiwasraya Aman

Yang menemukan hewan sakit dilarang menjual ternak tersebut. Apalagi jika ada kematian ternak mendadak dan dalam jumlah besar. Masyarakat diminta segera melapor ke dinas terkait.

Sementara itu, di pintu masuk negara, Indonesia telah memperkuat pengawasan. Terutama terhadap pelaku perjalanan dari negara-negara yang melaporkan kasus infeksi flu burung.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes Imran Pambudi mengungkapkan, kasus flu burung di Indonesia kali pertama dilaporkan pada 2005. Sejak saat itu hingga 2017, tercatat ada 200 kasus dengan 168 kematian.

Kasus-kasus tersebut tersebar di 15 provinsi dan 59 kabupaten/kota. ’’Indonesia melaporkan kasus flu burung terakhir pada 2017 di Kabupaten Klungkung, Bali. Hingga kasus terakhir, penularan masih terjadi dari unggas ke manusia,’’ ungkap Imran.(lyn/bay/jpg)






Reporter: Redaksi Riau Pos Riau Pos
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

BERITA LAINNYA

Genangan Tak Surut, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton

Selama dua bulan terakhir, Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton di perbatasan Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, dengan Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, masih tergenang air.

Hujan Ringan hingga Sedang Diprediksi Guyur Riau Saat Malam Takbiran

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprediksi hujan ringan hingga sedang akan mengguyur sejumlah wilayah di Riau pada malam Takbiran Idulfitri 1446 H, yang jatuh pada Ahad (30/3/2025).

Bandara SSK II Pekanbaru Buka Rute Baru ke Padang dan Rengat, Mudahkan Akses Mudik

Penerbangan perdana rute Pekanbaru-Padang dilaksanakan pada Rabu, 26 Maret 2025, pukul 07:00 WIB dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Radityo Ari Purwoko, General Manager Bandara SSK II, Roni Rakhmat SSTP MSi

Gubernur Riau Abdul Wahid Gelar Open House Idulfitri, Ajak Masyarakat Jalin Silaturahmi

Gubernur Riau, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa open house ini terbuka bagi semua kalangan tanpa ada pembatasan. Masyarakat umum dipersilakan untuk hadir dan berinteraksi langsung dengan dirinya, Wakil Gubernur, kepala OPD, serta warga lainnya.