Senin, 2 Februari 2026
- Advertisement -

Palestina Pulihkan Kembali Hubungan dengan Israel

RAMALLAH (RIAUPOS.CO) – Otoritas Palestina (PA) akan memulihkan hubungan dengan Israel dan melanjutkan koordinasi keamanan dan sipil dengan negara Zionis tersebut. Hal itu diungkapkan seorang menteri Palestina, enam bulan setelah Presiden Mahmoud Abbas menarik diri dari semua perjanjian, karena rencana aneksasi Israel.

"Jalannya hubungan dengan Israel akan kembali seperti semula," kata Menteri Urusan Sipil PA Hussein al-Sheikh pada Selasa (17/11/2020).

Dia mengatakan langkah tersebut datang sehubungan dengan kontak yang dilakukan Presiden Abbas baru-baru ini mengenai komitmen Israel terhadap perjanjian yang ditandatangani dengan Palestina, dan berdasarkan surat resmi tertulis dan lisan yang diterima PA.

Pada Mei, Abbas memutuskan hubungan dengan Israel sebagai tanggapan atas rencana aneksasi permukiman Yahudi di Tepi Barat oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Baca Juga:  IDI: Sudah 342 Orang Tenaga Medis Meninggal Akibat Covid-19

Rencana aneksasi ditunda setelah Uni Emirat Arab (UEA) menjadi negara Arab pertama yang menormalisasi hubungan dengan Israel pada Agustus, dalam kesepakatan yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS).

Dimulainya kembali hubungan Israel-Palestina dapat membuka jalan bagi Israel untuk membayar pajak impor tiga miliar shekel (Rp12,5 miliar) yang telah dipotong dari PA. Hilangnya pendapatan telah memaksa PA untuk memotong sebagian gaji pegawai negeri di tengah pandemi Covid-19.

"Pandemi adalah bagian dari alasan pembaruan hubungan dengan Israel," kata Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh, seperti dikutip oleh Reuters. 

Dia menambahkan bahwa tanggapan berkoordinasi diperlukan untuk membantu mengekang penyebaran virus di antara pemukim Israel di Tepi Barat dan di antara pekerja lintas perbatasan Palestina.

Baca Juga:  Kabut Asap di Pekanbaru Semakin Pekat

Hubungan yang diperbarui berisiko menggagalkan pembicaraan rekonsiliasi antara partai politik Abbas, Fatah, dan organisasi militan Hamas, yang dilanjutkan di Kairo pekan ini.

Sumber: Reuters/News/Arab News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

(dka)

RAMALLAH (RIAUPOS.CO) – Otoritas Palestina (PA) akan memulihkan hubungan dengan Israel dan melanjutkan koordinasi keamanan dan sipil dengan negara Zionis tersebut. Hal itu diungkapkan seorang menteri Palestina, enam bulan setelah Presiden Mahmoud Abbas menarik diri dari semua perjanjian, karena rencana aneksasi Israel.

"Jalannya hubungan dengan Israel akan kembali seperti semula," kata Menteri Urusan Sipil PA Hussein al-Sheikh pada Selasa (17/11/2020).

Dia mengatakan langkah tersebut datang sehubungan dengan kontak yang dilakukan Presiden Abbas baru-baru ini mengenai komitmen Israel terhadap perjanjian yang ditandatangani dengan Palestina, dan berdasarkan surat resmi tertulis dan lisan yang diterima PA.

Pada Mei, Abbas memutuskan hubungan dengan Israel sebagai tanggapan atas rencana aneksasi permukiman Yahudi di Tepi Barat oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Baca Juga:  PPATK Telah Selesai Pemeriksa 92 Rekening FPI yang Dibekukan

Rencana aneksasi ditunda setelah Uni Emirat Arab (UEA) menjadi negara Arab pertama yang menormalisasi hubungan dengan Israel pada Agustus, dalam kesepakatan yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS).

- Advertisement -

Dimulainya kembali hubungan Israel-Palestina dapat membuka jalan bagi Israel untuk membayar pajak impor tiga miliar shekel (Rp12,5 miliar) yang telah dipotong dari PA. Hilangnya pendapatan telah memaksa PA untuk memotong sebagian gaji pegawai negeri di tengah pandemi Covid-19.

"Pandemi adalah bagian dari alasan pembaruan hubungan dengan Israel," kata Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh, seperti dikutip oleh Reuters. 

- Advertisement -

Dia menambahkan bahwa tanggapan berkoordinasi diperlukan untuk membantu mengekang penyebaran virus di antara pemukim Israel di Tepi Barat dan di antara pekerja lintas perbatasan Palestina.

Baca Juga:  Unggah Stupa Mirip Presiden Jokowi, Siap-Siap Roy Suryo Bakal Dipolisikan

Hubungan yang diperbarui berisiko menggagalkan pembicaraan rekonsiliasi antara partai politik Abbas, Fatah, dan organisasi militan Hamas, yang dilanjutkan di Kairo pekan ini.

Sumber: Reuters/News/Arab News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

(dka)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RAMALLAH (RIAUPOS.CO) – Otoritas Palestina (PA) akan memulihkan hubungan dengan Israel dan melanjutkan koordinasi keamanan dan sipil dengan negara Zionis tersebut. Hal itu diungkapkan seorang menteri Palestina, enam bulan setelah Presiden Mahmoud Abbas menarik diri dari semua perjanjian, karena rencana aneksasi Israel.

"Jalannya hubungan dengan Israel akan kembali seperti semula," kata Menteri Urusan Sipil PA Hussein al-Sheikh pada Selasa (17/11/2020).

Dia mengatakan langkah tersebut datang sehubungan dengan kontak yang dilakukan Presiden Abbas baru-baru ini mengenai komitmen Israel terhadap perjanjian yang ditandatangani dengan Palestina, dan berdasarkan surat resmi tertulis dan lisan yang diterima PA.

Pada Mei, Abbas memutuskan hubungan dengan Israel sebagai tanggapan atas rencana aneksasi permukiman Yahudi di Tepi Barat oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Baca Juga:  Ubah Desain Interior Rumah dengan Tema Classic American

Rencana aneksasi ditunda setelah Uni Emirat Arab (UEA) menjadi negara Arab pertama yang menormalisasi hubungan dengan Israel pada Agustus, dalam kesepakatan yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS).

Dimulainya kembali hubungan Israel-Palestina dapat membuka jalan bagi Israel untuk membayar pajak impor tiga miliar shekel (Rp12,5 miliar) yang telah dipotong dari PA. Hilangnya pendapatan telah memaksa PA untuk memotong sebagian gaji pegawai negeri di tengah pandemi Covid-19.

"Pandemi adalah bagian dari alasan pembaruan hubungan dengan Israel," kata Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh, seperti dikutip oleh Reuters. 

Dia menambahkan bahwa tanggapan berkoordinasi diperlukan untuk membantu mengekang penyebaran virus di antara pemukim Israel di Tepi Barat dan di antara pekerja lintas perbatasan Palestina.

Baca Juga:  Ariana Grande Tampil Beda Bergaya Klasik 1960-an

Hubungan yang diperbarui berisiko menggagalkan pembicaraan rekonsiliasi antara partai politik Abbas, Fatah, dan organisasi militan Hamas, yang dilanjutkan di Kairo pekan ini.

Sumber: Reuters/News/Arab News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

(dka)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari