Jumat, 9 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Idulfitri dan Liburan 

Suasana Idulfitri selalu identik dengan makanan lemak dan kue-kue. Macam-macam. Mulai dari rendang, gulai, kue tradisi hingga makanan modern. Ditambah musim pandemi yang membuat orang-orang malas keluar, maka makanan menjadi tujuan utama.  Keluar masuk ruangan yang disantap hanya makanan. Ini juga pengaruh kemaruk usai sebulan berpuasa. 

Setelah sebulan berpuasa dan banyak di rumah, maka sesudah puasa atau musim lebaran menjadi musim berikutnya, yaitu musim liburan. Semua orang ingin berlibur. Jalan-jalan, cuci mata sambil makan-makan. Tak heran jika banyak tempat wisata yang penuh sesak. Orang menumpuk-numpuk. Ya, hanya rindu liburan. 

Larangan keluar kota, khususnya luar provinsi, tetap ada hikmahnya. Salah satunya, tempat-tempat wisata di Riau jadi ramai. Tidak hanya wisata alam  tapi juga wisata sejarah, budaya, religi dan pusat-pusat perbelanjaan. Semuanya penuh sesak. 

Misalnya, tutup selama tiga hari, begitu buka langsung membludak. Parkir atas bawah penuh, sampai keluar mal atau di ruko-ruko yang tidak jauh dari mal tersebut. Mereka tidak lagi berbelanja pakaian untuk lebaran, tapi lebih pada makan-makan dan kumpul bersama teman-teman. 

Lain lagi dengan wisata alam. Ramainya bukan main. Sepanjang tepian Danau PLTA misalnya, begitu banyak tempat wisata, hampir semuanya ramai. Selalu ada kunjungan. Ada yang hanya datang kemudian pulang setelah menikmati keindahannya, ada juga yang kemping. Di tepi danau hingga air terjun dan tepi-tepi sungai. Menikmati keindahan serta kebersamaan usai sebulan berpuasa, sungguh berbeda. Yang paling berarti lagi adalah, kunjungan wisata ini membantu perekonomian masyarakat, khususnya pengelola tempat wisata tersebut. 

Namun di masa pandemi Covid-19 ini ketika mengunjungi keindahan alam, hendaknya mematuhi protokol kesehatan, agar terhindar dari virus corona.

Di tengah ekonomi yang masih lesu, memang sektor wisata di saat liburan ini merupakan potensi yang sangat tepat untuk memulihkan ekonomi rakyat, tetapi ancaman penularan Covid-19 sangat besar. 

Semoga pandemi Covid-19 cepat berlalu dan liburan dengan menyaksikan keindahan alam di Riau pun bisa dinikmati seluruh warga.***

Suasana Idulfitri selalu identik dengan makanan lemak dan kue-kue. Macam-macam. Mulai dari rendang, gulai, kue tradisi hingga makanan modern. Ditambah musim pandemi yang membuat orang-orang malas keluar, maka makanan menjadi tujuan utama.  Keluar masuk ruangan yang disantap hanya makanan. Ini juga pengaruh kemaruk usai sebulan berpuasa. 

Setelah sebulan berpuasa dan banyak di rumah, maka sesudah puasa atau musim lebaran menjadi musim berikutnya, yaitu musim liburan. Semua orang ingin berlibur. Jalan-jalan, cuci mata sambil makan-makan. Tak heran jika banyak tempat wisata yang penuh sesak. Orang menumpuk-numpuk. Ya, hanya rindu liburan. 

Larangan keluar kota, khususnya luar provinsi, tetap ada hikmahnya. Salah satunya, tempat-tempat wisata di Riau jadi ramai. Tidak hanya wisata alam  tapi juga wisata sejarah, budaya, religi dan pusat-pusat perbelanjaan. Semuanya penuh sesak. 

Misalnya, tutup selama tiga hari, begitu buka langsung membludak. Parkir atas bawah penuh, sampai keluar mal atau di ruko-ruko yang tidak jauh dari mal tersebut. Mereka tidak lagi berbelanja pakaian untuk lebaran, tapi lebih pada makan-makan dan kumpul bersama teman-teman. 

Lain lagi dengan wisata alam. Ramainya bukan main. Sepanjang tepian Danau PLTA misalnya, begitu banyak tempat wisata, hampir semuanya ramai. Selalu ada kunjungan. Ada yang hanya datang kemudian pulang setelah menikmati keindahannya, ada juga yang kemping. Di tepi danau hingga air terjun dan tepi-tepi sungai. Menikmati keindahan serta kebersamaan usai sebulan berpuasa, sungguh berbeda. Yang paling berarti lagi adalah, kunjungan wisata ini membantu perekonomian masyarakat, khususnya pengelola tempat wisata tersebut. 

- Advertisement -

Namun di masa pandemi Covid-19 ini ketika mengunjungi keindahan alam, hendaknya mematuhi protokol kesehatan, agar terhindar dari virus corona.

Di tengah ekonomi yang masih lesu, memang sektor wisata di saat liburan ini merupakan potensi yang sangat tepat untuk memulihkan ekonomi rakyat, tetapi ancaman penularan Covid-19 sangat besar. 

- Advertisement -

Semoga pandemi Covid-19 cepat berlalu dan liburan dengan menyaksikan keindahan alam di Riau pun bisa dinikmati seluruh warga.***

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

Suasana Idulfitri selalu identik dengan makanan lemak dan kue-kue. Macam-macam. Mulai dari rendang, gulai, kue tradisi hingga makanan modern. Ditambah musim pandemi yang membuat orang-orang malas keluar, maka makanan menjadi tujuan utama.  Keluar masuk ruangan yang disantap hanya makanan. Ini juga pengaruh kemaruk usai sebulan berpuasa. 

Setelah sebulan berpuasa dan banyak di rumah, maka sesudah puasa atau musim lebaran menjadi musim berikutnya, yaitu musim liburan. Semua orang ingin berlibur. Jalan-jalan, cuci mata sambil makan-makan. Tak heran jika banyak tempat wisata yang penuh sesak. Orang menumpuk-numpuk. Ya, hanya rindu liburan. 

Larangan keluar kota, khususnya luar provinsi, tetap ada hikmahnya. Salah satunya, tempat-tempat wisata di Riau jadi ramai. Tidak hanya wisata alam  tapi juga wisata sejarah, budaya, religi dan pusat-pusat perbelanjaan. Semuanya penuh sesak. 

Misalnya, tutup selama tiga hari, begitu buka langsung membludak. Parkir atas bawah penuh, sampai keluar mal atau di ruko-ruko yang tidak jauh dari mal tersebut. Mereka tidak lagi berbelanja pakaian untuk lebaran, tapi lebih pada makan-makan dan kumpul bersama teman-teman. 

Lain lagi dengan wisata alam. Ramainya bukan main. Sepanjang tepian Danau PLTA misalnya, begitu banyak tempat wisata, hampir semuanya ramai. Selalu ada kunjungan. Ada yang hanya datang kemudian pulang setelah menikmati keindahannya, ada juga yang kemping. Di tepi danau hingga air terjun dan tepi-tepi sungai. Menikmati keindahan serta kebersamaan usai sebulan berpuasa, sungguh berbeda. Yang paling berarti lagi adalah, kunjungan wisata ini membantu perekonomian masyarakat, khususnya pengelola tempat wisata tersebut. 

Namun di masa pandemi Covid-19 ini ketika mengunjungi keindahan alam, hendaknya mematuhi protokol kesehatan, agar terhindar dari virus corona.

Di tengah ekonomi yang masih lesu, memang sektor wisata di saat liburan ini merupakan potensi yang sangat tepat untuk memulihkan ekonomi rakyat, tetapi ancaman penularan Covid-19 sangat besar. 

Semoga pandemi Covid-19 cepat berlalu dan liburan dengan menyaksikan keindahan alam di Riau pun bisa dinikmati seluruh warga.***

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari