Rabu, 4 Februari 2026
- Advertisement -

Perlu Peran Bersama Atasi Klaster

Pemerintah dengan tegas telah melarang mudik yang jadi budaya di bumi nusantara jelang Idulfitri. Penyekatan dan penutupan akses jalan sudah dilakukan petugas dalam rangka pencegahan membludaknya kasus positif Covid-19. Pemerintah tidak mau negara kita seperti nasibnya masyarakat India yang kini dirundung malang akibat membludaknya corona akibat perayaan keagaamaan di mana jutaan warganya berkumpul tanpa prokes di Sungai Gangga. 

Namun rupanya hasrat mudik masih tetap menggelora. Walaupun banyak yang patuh dengan tetap tinggal di rumah tanpa bepergian, namun tak sedikit yang nekat mudik. Sebagaimana terlihat sebelumnya, ribuan kendaraan menerobos blokade petugas agar bisa lolos mudik. Demikian juga dengan warga yang memilih mudik lebih dini sebelum hari raya.

Dan kini usai lebaran, maka arus balik mulai terjadi. Penutupan jalan yang berakhir pada tanggal 17 kemarin kemudian dilanjutkan dengan penyekatan dan akan berakhir di tanggal 24. Kemungkinan besar setelah itu maka para pemudik akan balik kembali ke kota. Ditambah lagi, membludaknya pengunjung di berbagai lokasi wisata yang tanpa prokes. Ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan petugas terkait. 

Karena saat ini saja, Riau sudah menjadi wilayah tiga besar penyumbang kasus Covid-19 di Indonesia dengan rata-rata kasus harian diangka 300-an. Jumlah kasus baru yang tinggi dengan angka kematian yang juga tinggi. Angka kasus positif di Riau tercatat 50-an ribu lebih dengan kematian 1.300-an. Sementara secara nasional angka positif sudah 1,7 juta dengan kematian 48 ribu lebih.

Ini seharusnya jadi perhatian kita bersama. Karena hingga saat ini, virus corona masih mengancam. Malah virus ini makin ganas akibat bermutasi sehingga menciptakan varian-varian baru yang lebih mencemaskan. Walaupun warga sudah banyak yang divaksin, bukan berarti sudah kebal dengan virus corona ini. Kewaspadaan harus terus ditingkatkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan saat berkegiatan di luar rumah. Memakai masker harus jadi keharusan yang tidak bisa ditinggalkan. Diiringi dengan jaga jarak dan selalu rajin mencuci tangan.

Pemerintah di Bumi Lancang Kuning juga harus waspada dan banyak belajar dari daerah lain dalam mengantisipasi penyebaran virus. Seperti yang dilakukan pemerintah DKI dimana mereka melibatkan peran RT dan RW dalam memantau warga di lingkungan mereka. Seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta merilis aplikasi berbasis website bernama Data Warga. 

Aplikasi ini nantinya digunakan petugas untuk mencatat warga yang kembali ke Jakarta dari kampung halaman atau pendatang usai libur lebaran 2021. Aplikasi Data Warga memberikan akses kepada perangkat kelurahan, khususnya Ketua RT dan RW untuk mencatat warga di lingkungannya. Tujuannya untuk mengetahui secara rinci jumlah penduduk Jakarta yang mudik dan pendatang.

Perlu peran bersama baik pemerintah dan masyarakat dalam menghentikan penyebaran virus yang mematikan ini. Walaupun banyak kebijakan bagus yang dikeluarkan pemerintah, namun tanpa adanya kerja sama dan kepatuhan masyarakat maka hal itu akan jadi sia-sia belaka. Demikian juga dengan pemerintah, juga harus membuat kebijakan tanpa membingungkan warga. Janganlah membuat peraturan yang saling bertolakbelakang dan mari memberi keadilan untuk semua kalangan. Semoga pandemi ini cepat berakhir.***

Pemerintah dengan tegas telah melarang mudik yang jadi budaya di bumi nusantara jelang Idulfitri. Penyekatan dan penutupan akses jalan sudah dilakukan petugas dalam rangka pencegahan membludaknya kasus positif Covid-19. Pemerintah tidak mau negara kita seperti nasibnya masyarakat India yang kini dirundung malang akibat membludaknya corona akibat perayaan keagaamaan di mana jutaan warganya berkumpul tanpa prokes di Sungai Gangga. 

Namun rupanya hasrat mudik masih tetap menggelora. Walaupun banyak yang patuh dengan tetap tinggal di rumah tanpa bepergian, namun tak sedikit yang nekat mudik. Sebagaimana terlihat sebelumnya, ribuan kendaraan menerobos blokade petugas agar bisa lolos mudik. Demikian juga dengan warga yang memilih mudik lebih dini sebelum hari raya.

Dan kini usai lebaran, maka arus balik mulai terjadi. Penutupan jalan yang berakhir pada tanggal 17 kemarin kemudian dilanjutkan dengan penyekatan dan akan berakhir di tanggal 24. Kemungkinan besar setelah itu maka para pemudik akan balik kembali ke kota. Ditambah lagi, membludaknya pengunjung di berbagai lokasi wisata yang tanpa prokes. Ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan petugas terkait. 

Karena saat ini saja, Riau sudah menjadi wilayah tiga besar penyumbang kasus Covid-19 di Indonesia dengan rata-rata kasus harian diangka 300-an. Jumlah kasus baru yang tinggi dengan angka kematian yang juga tinggi. Angka kasus positif di Riau tercatat 50-an ribu lebih dengan kematian 1.300-an. Sementara secara nasional angka positif sudah 1,7 juta dengan kematian 48 ribu lebih.

Ini seharusnya jadi perhatian kita bersama. Karena hingga saat ini, virus corona masih mengancam. Malah virus ini makin ganas akibat bermutasi sehingga menciptakan varian-varian baru yang lebih mencemaskan. Walaupun warga sudah banyak yang divaksin, bukan berarti sudah kebal dengan virus corona ini. Kewaspadaan harus terus ditingkatkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan saat berkegiatan di luar rumah. Memakai masker harus jadi keharusan yang tidak bisa ditinggalkan. Diiringi dengan jaga jarak dan selalu rajin mencuci tangan.

- Advertisement -

Pemerintah di Bumi Lancang Kuning juga harus waspada dan banyak belajar dari daerah lain dalam mengantisipasi penyebaran virus. Seperti yang dilakukan pemerintah DKI dimana mereka melibatkan peran RT dan RW dalam memantau warga di lingkungan mereka. Seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta merilis aplikasi berbasis website bernama Data Warga. 

Aplikasi ini nantinya digunakan petugas untuk mencatat warga yang kembali ke Jakarta dari kampung halaman atau pendatang usai libur lebaran 2021. Aplikasi Data Warga memberikan akses kepada perangkat kelurahan, khususnya Ketua RT dan RW untuk mencatat warga di lingkungannya. Tujuannya untuk mengetahui secara rinci jumlah penduduk Jakarta yang mudik dan pendatang.

- Advertisement -

Perlu peran bersama baik pemerintah dan masyarakat dalam menghentikan penyebaran virus yang mematikan ini. Walaupun banyak kebijakan bagus yang dikeluarkan pemerintah, namun tanpa adanya kerja sama dan kepatuhan masyarakat maka hal itu akan jadi sia-sia belaka. Demikian juga dengan pemerintah, juga harus membuat kebijakan tanpa membingungkan warga. Janganlah membuat peraturan yang saling bertolakbelakang dan mari memberi keadilan untuk semua kalangan. Semoga pandemi ini cepat berakhir.***

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

Pemerintah dengan tegas telah melarang mudik yang jadi budaya di bumi nusantara jelang Idulfitri. Penyekatan dan penutupan akses jalan sudah dilakukan petugas dalam rangka pencegahan membludaknya kasus positif Covid-19. Pemerintah tidak mau negara kita seperti nasibnya masyarakat India yang kini dirundung malang akibat membludaknya corona akibat perayaan keagaamaan di mana jutaan warganya berkumpul tanpa prokes di Sungai Gangga. 

Namun rupanya hasrat mudik masih tetap menggelora. Walaupun banyak yang patuh dengan tetap tinggal di rumah tanpa bepergian, namun tak sedikit yang nekat mudik. Sebagaimana terlihat sebelumnya, ribuan kendaraan menerobos blokade petugas agar bisa lolos mudik. Demikian juga dengan warga yang memilih mudik lebih dini sebelum hari raya.

Dan kini usai lebaran, maka arus balik mulai terjadi. Penutupan jalan yang berakhir pada tanggal 17 kemarin kemudian dilanjutkan dengan penyekatan dan akan berakhir di tanggal 24. Kemungkinan besar setelah itu maka para pemudik akan balik kembali ke kota. Ditambah lagi, membludaknya pengunjung di berbagai lokasi wisata yang tanpa prokes. Ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan petugas terkait. 

Karena saat ini saja, Riau sudah menjadi wilayah tiga besar penyumbang kasus Covid-19 di Indonesia dengan rata-rata kasus harian diangka 300-an. Jumlah kasus baru yang tinggi dengan angka kematian yang juga tinggi. Angka kasus positif di Riau tercatat 50-an ribu lebih dengan kematian 1.300-an. Sementara secara nasional angka positif sudah 1,7 juta dengan kematian 48 ribu lebih.

Ini seharusnya jadi perhatian kita bersama. Karena hingga saat ini, virus corona masih mengancam. Malah virus ini makin ganas akibat bermutasi sehingga menciptakan varian-varian baru yang lebih mencemaskan. Walaupun warga sudah banyak yang divaksin, bukan berarti sudah kebal dengan virus corona ini. Kewaspadaan harus terus ditingkatkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan saat berkegiatan di luar rumah. Memakai masker harus jadi keharusan yang tidak bisa ditinggalkan. Diiringi dengan jaga jarak dan selalu rajin mencuci tangan.

Pemerintah di Bumi Lancang Kuning juga harus waspada dan banyak belajar dari daerah lain dalam mengantisipasi penyebaran virus. Seperti yang dilakukan pemerintah DKI dimana mereka melibatkan peran RT dan RW dalam memantau warga di lingkungan mereka. Seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta merilis aplikasi berbasis website bernama Data Warga. 

Aplikasi ini nantinya digunakan petugas untuk mencatat warga yang kembali ke Jakarta dari kampung halaman atau pendatang usai libur lebaran 2021. Aplikasi Data Warga memberikan akses kepada perangkat kelurahan, khususnya Ketua RT dan RW untuk mencatat warga di lingkungannya. Tujuannya untuk mengetahui secara rinci jumlah penduduk Jakarta yang mudik dan pendatang.

Perlu peran bersama baik pemerintah dan masyarakat dalam menghentikan penyebaran virus yang mematikan ini. Walaupun banyak kebijakan bagus yang dikeluarkan pemerintah, namun tanpa adanya kerja sama dan kepatuhan masyarakat maka hal itu akan jadi sia-sia belaka. Demikian juga dengan pemerintah, juga harus membuat kebijakan tanpa membingungkan warga. Janganlah membuat peraturan yang saling bertolakbelakang dan mari memberi keadilan untuk semua kalangan. Semoga pandemi ini cepat berakhir.***

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari