Minggu, 30 November 2025
spot_img

PB HMI Sesalkan Insiden Dugaan Diskriminasi Terhadap Mahasiswa Papua

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyesalkan insiden dugaan intimidasi dan diskriminasi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.

Menurut Ketum PB HMI R. Saddam Al Jihad, seharusnya setiap anak bangsa tidak merusak bangsanya sendiri dengan tindakan diskriminasi dan intimidasi terhadap sesama putra bangsa.

Penulis buku Pancasila Ideologi Dunia ini mengingatkan bahwa Burung Garuda berasal dari Papua. Artinya lambang ideologi bangsa Indonesia ada di Papua, sehingga siapapun pihak yang mendiskriminasi mahasiswa Papua sudah menghina simbol pemersatu bangsa.

"Mesti ada tindakan tegas kepada siapapun yang merusak integrasi bangsa. Saat ini sebenarnya kita diuji soal persatuan itu sendiri," kata Saddam dalam keterangannya, Senin (19/8)

Baca Juga:  Konser Didi Kempot Ditunda Tanggal 14 November

Dia juga berpesan pada generasi milenial untuk mengingat kembali kepada entitas nusantara dan kebudayaan yang harus diprioritaskan. "Semua berbicara teknologi, lalu siapa yang berbicara pemersatu nusantara?" tanya Saddam.

Saddam mengajak untuk ke depan ada tiga hal penting yakni menyelamatkan integrasi bangsa dengan tidak melakukan tindakan diskriminasi, intimidasi, dan rasial yang berujung pada hancurnya elemen penting kebangsaan.

Dia kembali mengajak untuk menggaungkan Indonesia tanpa diskriminasi, dan mendorong pihak aparat untuk menindak pelaku diskriminatif yang merusak sendi persatuan bangsa.

"Dan semua elemen pemuda juga semestinya menjadi cooling system terhadap kondisi yang terjadi. Jangan ikut terprovokasi demi merawat kebangsaan," pungkasnya.(esy)

Editor: Deslina
Sumber: JPNN.com

Baca Juga:  Untuk Tingkatkan Energi, Ini 5 Jenis Vitaminnya

 

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyesalkan insiden dugaan intimidasi dan diskriminasi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.

Menurut Ketum PB HMI R. Saddam Al Jihad, seharusnya setiap anak bangsa tidak merusak bangsanya sendiri dengan tindakan diskriminasi dan intimidasi terhadap sesama putra bangsa.

Penulis buku Pancasila Ideologi Dunia ini mengingatkan bahwa Burung Garuda berasal dari Papua. Artinya lambang ideologi bangsa Indonesia ada di Papua, sehingga siapapun pihak yang mendiskriminasi mahasiswa Papua sudah menghina simbol pemersatu bangsa.

"Mesti ada tindakan tegas kepada siapapun yang merusak integrasi bangsa. Saat ini sebenarnya kita diuji soal persatuan itu sendiri," kata Saddam dalam keterangannya, Senin (19/8)

Baca Juga:  Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi Ditangkap

Dia juga berpesan pada generasi milenial untuk mengingat kembali kepada entitas nusantara dan kebudayaan yang harus diprioritaskan. "Semua berbicara teknologi, lalu siapa yang berbicara pemersatu nusantara?" tanya Saddam.

- Advertisement -

Saddam mengajak untuk ke depan ada tiga hal penting yakni menyelamatkan integrasi bangsa dengan tidak melakukan tindakan diskriminasi, intimidasi, dan rasial yang berujung pada hancurnya elemen penting kebangsaan.

Dia kembali mengajak untuk menggaungkan Indonesia tanpa diskriminasi, dan mendorong pihak aparat untuk menindak pelaku diskriminatif yang merusak sendi persatuan bangsa.

- Advertisement -

"Dan semua elemen pemuda juga semestinya menjadi cooling system terhadap kondisi yang terjadi. Jangan ikut terprovokasi demi merawat kebangsaan," pungkasnya.(esy)

Editor: Deslina
Sumber: JPNN.com

Baca Juga:  Ucapan Santri soal Prabowo Jadi Menteri Sudah Terwujud, Apalagi Harapan Kiainya

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyesalkan insiden dugaan intimidasi dan diskriminasi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.

Menurut Ketum PB HMI R. Saddam Al Jihad, seharusnya setiap anak bangsa tidak merusak bangsanya sendiri dengan tindakan diskriminasi dan intimidasi terhadap sesama putra bangsa.

Penulis buku Pancasila Ideologi Dunia ini mengingatkan bahwa Burung Garuda berasal dari Papua. Artinya lambang ideologi bangsa Indonesia ada di Papua, sehingga siapapun pihak yang mendiskriminasi mahasiswa Papua sudah menghina simbol pemersatu bangsa.

"Mesti ada tindakan tegas kepada siapapun yang merusak integrasi bangsa. Saat ini sebenarnya kita diuji soal persatuan itu sendiri," kata Saddam dalam keterangannya, Senin (19/8)

Baca Juga:  Jokowi Janji Menaikkan Anggaran TNI di 2020

Dia juga berpesan pada generasi milenial untuk mengingat kembali kepada entitas nusantara dan kebudayaan yang harus diprioritaskan. "Semua berbicara teknologi, lalu siapa yang berbicara pemersatu nusantara?" tanya Saddam.

Saddam mengajak untuk ke depan ada tiga hal penting yakni menyelamatkan integrasi bangsa dengan tidak melakukan tindakan diskriminasi, intimidasi, dan rasial yang berujung pada hancurnya elemen penting kebangsaan.

Dia kembali mengajak untuk menggaungkan Indonesia tanpa diskriminasi, dan mendorong pihak aparat untuk menindak pelaku diskriminatif yang merusak sendi persatuan bangsa.

"Dan semua elemen pemuda juga semestinya menjadi cooling system terhadap kondisi yang terjadi. Jangan ikut terprovokasi demi merawat kebangsaan," pungkasnya.(esy)

Editor: Deslina
Sumber: JPNN.com

Baca Juga:  Penyalahgunaan Narkoba Memprihatinkan

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari