Sabtu, 3 Januari 2026
spot_img
spot_img

PKB: Isu Politik Uang yang Dihembuskan Kubu Petahana Bentuk Kepanikan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Saling tuding kecurangan mewarnai pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Rokan Hulu. Sebelumnya, kubu petahana yang tergabung kedalam Tim Koalisi Rokan Hulu Maju melaporkan pasangan Hafith Syukri-Erizal ke Bawaslu terkait dugaan politik uang.

Tudingan itu kemudian ditanggapi pihak Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengusung pasangan Hafith Syukri-Erizal. PKB menilai tuduhan tim petahana tidak berdasar dan lebih kepada reaksi kepanikan saat menjelang pelaksanaan PSU. 

Bahkan PKB menyebut laporan yang telah disampaikan ke Bawaslu tersebut sebagai playing victim.

"Itu membuktikan kalau mereka telah panik menghadapi PSU. Ciri-ciri orang yang sedang panik itu adalah sembarang tuduh," ujar Sekretaris DPW PKB Riau Ade Agus Hartarto kepada Riaupos.co, Senin (19/4/2021).

Baca Juga:  Keresahan Masyarakat Sakai dalam "Nyanyian Hutan" Akan Dipentaskan di ASIT Sabtu Malam Ini

Ade menerangkan bahwa isu politik uang yang dilaporkan Tim Sukiman-Indra Gunawan adalah untuk mengalihkan fokus dalam kasus surat intervensi PT Torganda yang mengumpulkan KTP warga di 25 TPS yang akan menggelar PSU 21 April mendatang.

"Harus fokus pada kasus intervensi perusahaan terhadap pemilih itu saja, jangan alihkan isu," sambungnya. 

Maka dari itu, pihaknya meminta Bawaslu tetap fokus menyelesaikan dugaan intervensi oleh perusahaan kepada pemilih di sana. Sebab, asaz pemilu telah dilanggar dengan adanya surat dari PT Torganda tersebut.

"Kami yakin pemilih di sana sudah cerdas namun karena ada intevensi perusahaan mereka berpotensi memilih berdasarkan tekanan," tuntasnya.

Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)

Baca Juga:  Uji Coba Roro 14 November

Editor: E Sulaiman

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Saling tuding kecurangan mewarnai pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Rokan Hulu. Sebelumnya, kubu petahana yang tergabung kedalam Tim Koalisi Rokan Hulu Maju melaporkan pasangan Hafith Syukri-Erizal ke Bawaslu terkait dugaan politik uang.

Tudingan itu kemudian ditanggapi pihak Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengusung pasangan Hafith Syukri-Erizal. PKB menilai tuduhan tim petahana tidak berdasar dan lebih kepada reaksi kepanikan saat menjelang pelaksanaan PSU. 

Bahkan PKB menyebut laporan yang telah disampaikan ke Bawaslu tersebut sebagai playing victim.

"Itu membuktikan kalau mereka telah panik menghadapi PSU. Ciri-ciri orang yang sedang panik itu adalah sembarang tuduh," ujar Sekretaris DPW PKB Riau Ade Agus Hartarto kepada Riaupos.co, Senin (19/4/2021).

Baca Juga:  Istana Bantah Presiden Jokowi Berlakukan Karantina Parsial

Ade menerangkan bahwa isu politik uang yang dilaporkan Tim Sukiman-Indra Gunawan adalah untuk mengalihkan fokus dalam kasus surat intervensi PT Torganda yang mengumpulkan KTP warga di 25 TPS yang akan menggelar PSU 21 April mendatang.

- Advertisement -

"Harus fokus pada kasus intervensi perusahaan terhadap pemilih itu saja, jangan alihkan isu," sambungnya. 

Maka dari itu, pihaknya meminta Bawaslu tetap fokus menyelesaikan dugaan intervensi oleh perusahaan kepada pemilih di sana. Sebab, asaz pemilu telah dilanggar dengan adanya surat dari PT Torganda tersebut.

- Advertisement -

"Kami yakin pemilih di sana sudah cerdas namun karena ada intevensi perusahaan mereka berpotensi memilih berdasarkan tekanan," tuntasnya.

Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)

Baca Juga:  Bupati Siak dan Kapolda Letakkan Batu Pertama Pembangunan Ponpes HQW

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Saling tuding kecurangan mewarnai pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Rokan Hulu. Sebelumnya, kubu petahana yang tergabung kedalam Tim Koalisi Rokan Hulu Maju melaporkan pasangan Hafith Syukri-Erizal ke Bawaslu terkait dugaan politik uang.

Tudingan itu kemudian ditanggapi pihak Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengusung pasangan Hafith Syukri-Erizal. PKB menilai tuduhan tim petahana tidak berdasar dan lebih kepada reaksi kepanikan saat menjelang pelaksanaan PSU. 

Bahkan PKB menyebut laporan yang telah disampaikan ke Bawaslu tersebut sebagai playing victim.

"Itu membuktikan kalau mereka telah panik menghadapi PSU. Ciri-ciri orang yang sedang panik itu adalah sembarang tuduh," ujar Sekretaris DPW PKB Riau Ade Agus Hartarto kepada Riaupos.co, Senin (19/4/2021).

Baca Juga:  Nunggak Iuran, Pekerja Tetap Bisa Cairkan Jaminan Hari Tua

Ade menerangkan bahwa isu politik uang yang dilaporkan Tim Sukiman-Indra Gunawan adalah untuk mengalihkan fokus dalam kasus surat intervensi PT Torganda yang mengumpulkan KTP warga di 25 TPS yang akan menggelar PSU 21 April mendatang.

"Harus fokus pada kasus intervensi perusahaan terhadap pemilih itu saja, jangan alihkan isu," sambungnya. 

Maka dari itu, pihaknya meminta Bawaslu tetap fokus menyelesaikan dugaan intervensi oleh perusahaan kepada pemilih di sana. Sebab, asaz pemilu telah dilanggar dengan adanya surat dari PT Torganda tersebut.

"Kami yakin pemilih di sana sudah cerdas namun karena ada intevensi perusahaan mereka berpotensi memilih berdasarkan tekanan," tuntasnya.

Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)

Baca Juga:  Epson Luncurkan Proyektor 20.000 dan 12.000 Lumens 

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari