Kamis, 12 Februari 2026
- Advertisement -

Susi Kenyang Dicibir hingga Didemo

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Hari terakhir sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti tampil energik dalam acara peluncuran dan bedah buku Transformasi Kelautan dan Perikanan 2014-2019. Mengenakan blus merah muda dan syal motif bunga, Susi duduk di barisan paling depan.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh serta budayawan. Antara lain sosiolog Imam Prasodjo, budayawan Jaya Suprana, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dan mantan Ketua UKP4 Kuntoro Mangkusubroto.

"Dari 2005 saya sudah bicara tentang illegal fishing, namun (ketika itu) saya pengusaha kecil, jadi tidak ada yang mendengar. Saya itu hanya merasakan di Pangandaran makin sulit cari ikan," kata Susi di Kantor KKP Jakarta, Jumat (18/10).

Baca Juga:  Diburu Direktorat Jenderal Pajak

Susi merasa sangat beruntung dipilih Jokowi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada 2014. Kepada Susi, Jokowi menyampaikan harus membuat terobosan dan perubahan di sektor ini, salah satunya dengan membentuk Satgas 115.

Pemilik maskapai Susi Air asal Pangandaran Jawa Barat ini mengaku godaan dan cobaan selama menjabat sebagai menteri sangat berat. Termasuk lobi mafia yang terus merongrongnya.

"Lobi mafia di sektor ini mengetuk setiap pintu, pemerintah, partai politik, lembaga, tokoh masyarakat, semua didatangi untuk bisa mengubah kebijakan dengan harga yang tinggi sekalipun," kata Susi.

Tak hanya itu, selama menjadi menteri, Susi mengaku kenyang dengan cibiran, ancaman, dan demo atas kebijakan yang dikeluarkan. Namun, apa yang ia putuskan semata-mata untuk mensejahterakan nelayan dan masyarakat Indonesia.

Baca Juga:  Temui Keluarga Tragedi 98, Airlangga Dorong Semangat Sejahterakan Indonesia

"Ternyata kita bisa menunjukkan peningkatan yang luar biasa neraca perdagangan perikanan nomor satu di Asia Tenggara, tadinya nomor tiga pun tidak. Surplus mencapai USD 4 miliar lebih dari perdagangan produk komoditi perikanan," tegas Susi.

Sumber Jawapos.com
Editor : Rinaldi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Hari terakhir sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti tampil energik dalam acara peluncuran dan bedah buku Transformasi Kelautan dan Perikanan 2014-2019. Mengenakan blus merah muda dan syal motif bunga, Susi duduk di barisan paling depan.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh serta budayawan. Antara lain sosiolog Imam Prasodjo, budayawan Jaya Suprana, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dan mantan Ketua UKP4 Kuntoro Mangkusubroto.

"Dari 2005 saya sudah bicara tentang illegal fishing, namun (ketika itu) saya pengusaha kecil, jadi tidak ada yang mendengar. Saya itu hanya merasakan di Pangandaran makin sulit cari ikan," kata Susi di Kantor KKP Jakarta, Jumat (18/10).

Baca Juga:  Wacana Menag Timbulkan Polemik

Susi merasa sangat beruntung dipilih Jokowi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada 2014. Kepada Susi, Jokowi menyampaikan harus membuat terobosan dan perubahan di sektor ini, salah satunya dengan membentuk Satgas 115.

Pemilik maskapai Susi Air asal Pangandaran Jawa Barat ini mengaku godaan dan cobaan selama menjabat sebagai menteri sangat berat. Termasuk lobi mafia yang terus merongrongnya.

- Advertisement -

"Lobi mafia di sektor ini mengetuk setiap pintu, pemerintah, partai politik, lembaga, tokoh masyarakat, semua didatangi untuk bisa mengubah kebijakan dengan harga yang tinggi sekalipun," kata Susi.

Tak hanya itu, selama menjadi menteri, Susi mengaku kenyang dengan cibiran, ancaman, dan demo atas kebijakan yang dikeluarkan. Namun, apa yang ia putuskan semata-mata untuk mensejahterakan nelayan dan masyarakat Indonesia.

- Advertisement -
Baca Juga:  Kapolda Sebut Hakim PN Medan Diduga Dibunuh Orang Dekat

"Ternyata kita bisa menunjukkan peningkatan yang luar biasa neraca perdagangan perikanan nomor satu di Asia Tenggara, tadinya nomor tiga pun tidak. Surplus mencapai USD 4 miliar lebih dari perdagangan produk komoditi perikanan," tegas Susi.

Sumber Jawapos.com
Editor : Rinaldi

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Hari terakhir sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti tampil energik dalam acara peluncuran dan bedah buku Transformasi Kelautan dan Perikanan 2014-2019. Mengenakan blus merah muda dan syal motif bunga, Susi duduk di barisan paling depan.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh serta budayawan. Antara lain sosiolog Imam Prasodjo, budayawan Jaya Suprana, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dan mantan Ketua UKP4 Kuntoro Mangkusubroto.

"Dari 2005 saya sudah bicara tentang illegal fishing, namun (ketika itu) saya pengusaha kecil, jadi tidak ada yang mendengar. Saya itu hanya merasakan di Pangandaran makin sulit cari ikan," kata Susi di Kantor KKP Jakarta, Jumat (18/10).

Baca Juga:  Raih Penghargaan Kapabilitas APIP Level 3 Penuh

Susi merasa sangat beruntung dipilih Jokowi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada 2014. Kepada Susi, Jokowi menyampaikan harus membuat terobosan dan perubahan di sektor ini, salah satunya dengan membentuk Satgas 115.

Pemilik maskapai Susi Air asal Pangandaran Jawa Barat ini mengaku godaan dan cobaan selama menjabat sebagai menteri sangat berat. Termasuk lobi mafia yang terus merongrongnya.

"Lobi mafia di sektor ini mengetuk setiap pintu, pemerintah, partai politik, lembaga, tokoh masyarakat, semua didatangi untuk bisa mengubah kebijakan dengan harga yang tinggi sekalipun," kata Susi.

Tak hanya itu, selama menjadi menteri, Susi mengaku kenyang dengan cibiran, ancaman, dan demo atas kebijakan yang dikeluarkan. Namun, apa yang ia putuskan semata-mata untuk mensejahterakan nelayan dan masyarakat Indonesia.

Baca Juga:  Ini Bahayanya Gunakan Wajan Antilengket untuk Kesehatan

"Ternyata kita bisa menunjukkan peningkatan yang luar biasa neraca perdagangan perikanan nomor satu di Asia Tenggara, tadinya nomor tiga pun tidak. Surplus mencapai USD 4 miliar lebih dari perdagangan produk komoditi perikanan," tegas Susi.

Sumber Jawapos.com
Editor : Rinaldi

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari