Senin, 20 April 2026
- Advertisement -

19 Orang Meninggal Akibat Virus Corona, 227 Positif

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Perkembangan kasus virus Korona di tanah air semakin meluas dengan jumlah kasus meninggal terus bertambah. Sejauh ini, ada 19 kasus kematian akibat virus corona COVID-19 di Indonesia per Rabu (18/3). Sedangkan pasien positif virus korona menjadi 227 kasus.

Sebelumnya, sempat terjadi data yang simpang siur soal kasus kematian antara data pemerintah dan data di sejumlah daerah. Itu karena data pihak rumah sakit di daerah belum sinkron dengan pemerintah pusat.

"Namun kami laporkan kasus meninggal ada permasalahan setelah recek pagi tadi dan koordinasi ini, maka ternyata beberapa RS belum lapor kasus kematian sejak 12 Maret sampai 17 Maret," kata Juru Bicara Pemerintah Untul COVID-19 Achmad Yurianto, Rabu (18/3).

Baca Juga:  Jalur Pendakian Ditutup Jelang Tahun Baru, Pendaki Marapi Putar Balik

Tapi per Rabu (18/3), Yurianto memastikan, total yang meninggal yakni 19 jiwa. Dan paling banyak dari Jakarta. "Itu karena Jakarta banyak pintu masuk dan sangat luas," katanya sebelumnya.

Data pasien positif virus korona yang meninggal antara lain Bali 1 kasus meninggal, Banten 1 kasus meninggal, DKI Jakarta 12 kasus, Jawa Barat 1, Jawa Tengah 2 kasus, Jawa Timur 1 kasus, Sumatera Utara 1 kasus.

"Data kasus kematian ini sudah di-upgrade sampai 18 Maret siang ini," tandasnya.

Kasus Positif Tambah 55 Pasien

Perkembangan kasus pasien positif juga terus bertambah. Pada periode sampai 18 Maret 2020, jumlah kasus positif bertambah 55 kasus baru. Sehingga totalnya menjadi 227 kasus positif.

Baca Juga:  BNPB Tetapkan Status Darurat PMK

"Jumlah kasus yang sudah jadi negatif, sembuh dan pulang secara akumulataif kami laporkan 11 orang pulang," katanya.

Sebelas orang yang sembuh tersebut di antaranya, 1 kasus dari Banten, 9 kasus dari Jakarta, dan 1 kasus dari Jawa Barat. Sedangkan jumlah yang positif itu belum termasuk jumlah pasien yang dikarantina di rumah secara mandiri.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Perkembangan kasus virus Korona di tanah air semakin meluas dengan jumlah kasus meninggal terus bertambah. Sejauh ini, ada 19 kasus kematian akibat virus corona COVID-19 di Indonesia per Rabu (18/3). Sedangkan pasien positif virus korona menjadi 227 kasus.

Sebelumnya, sempat terjadi data yang simpang siur soal kasus kematian antara data pemerintah dan data di sejumlah daerah. Itu karena data pihak rumah sakit di daerah belum sinkron dengan pemerintah pusat.

"Namun kami laporkan kasus meninggal ada permasalahan setelah recek pagi tadi dan koordinasi ini, maka ternyata beberapa RS belum lapor kasus kematian sejak 12 Maret sampai 17 Maret," kata Juru Bicara Pemerintah Untul COVID-19 Achmad Yurianto, Rabu (18/3).

Baca Juga:  Paspor Veronica Koman Bakal Dicabut, Dicekal, Rekeningnya Sudah Terlacak

Tapi per Rabu (18/3), Yurianto memastikan, total yang meninggal yakni 19 jiwa. Dan paling banyak dari Jakarta. "Itu karena Jakarta banyak pintu masuk dan sangat luas," katanya sebelumnya.

Data pasien positif virus korona yang meninggal antara lain Bali 1 kasus meninggal, Banten 1 kasus meninggal, DKI Jakarta 12 kasus, Jawa Barat 1, Jawa Tengah 2 kasus, Jawa Timur 1 kasus, Sumatera Utara 1 kasus.

- Advertisement -

"Data kasus kematian ini sudah di-upgrade sampai 18 Maret siang ini," tandasnya.

Kasus Positif Tambah 55 Pasien

- Advertisement -

Perkembangan kasus pasien positif juga terus bertambah. Pada periode sampai 18 Maret 2020, jumlah kasus positif bertambah 55 kasus baru. Sehingga totalnya menjadi 227 kasus positif.

Baca Juga:  Apple Bakal Izinkan Pengguna Beli Spare Part dan Service Sendiri

"Jumlah kasus yang sudah jadi negatif, sembuh dan pulang secara akumulataif kami laporkan 11 orang pulang," katanya.

Sebelas orang yang sembuh tersebut di antaranya, 1 kasus dari Banten, 9 kasus dari Jakarta, dan 1 kasus dari Jawa Barat. Sedangkan jumlah yang positif itu belum termasuk jumlah pasien yang dikarantina di rumah secara mandiri.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Perkembangan kasus virus Korona di tanah air semakin meluas dengan jumlah kasus meninggal terus bertambah. Sejauh ini, ada 19 kasus kematian akibat virus corona COVID-19 di Indonesia per Rabu (18/3). Sedangkan pasien positif virus korona menjadi 227 kasus.

Sebelumnya, sempat terjadi data yang simpang siur soal kasus kematian antara data pemerintah dan data di sejumlah daerah. Itu karena data pihak rumah sakit di daerah belum sinkron dengan pemerintah pusat.

"Namun kami laporkan kasus meninggal ada permasalahan setelah recek pagi tadi dan koordinasi ini, maka ternyata beberapa RS belum lapor kasus kematian sejak 12 Maret sampai 17 Maret," kata Juru Bicara Pemerintah Untul COVID-19 Achmad Yurianto, Rabu (18/3).

Baca Juga:  Satgas Covid-19 Perketat Mobilitas Warga Selama Liburan

Tapi per Rabu (18/3), Yurianto memastikan, total yang meninggal yakni 19 jiwa. Dan paling banyak dari Jakarta. "Itu karena Jakarta banyak pintu masuk dan sangat luas," katanya sebelumnya.

Data pasien positif virus korona yang meninggal antara lain Bali 1 kasus meninggal, Banten 1 kasus meninggal, DKI Jakarta 12 kasus, Jawa Barat 1, Jawa Tengah 2 kasus, Jawa Timur 1 kasus, Sumatera Utara 1 kasus.

"Data kasus kematian ini sudah di-upgrade sampai 18 Maret siang ini," tandasnya.

Kasus Positif Tambah 55 Pasien

Perkembangan kasus pasien positif juga terus bertambah. Pada periode sampai 18 Maret 2020, jumlah kasus positif bertambah 55 kasus baru. Sehingga totalnya menjadi 227 kasus positif.

Baca Juga:  Tekan Penurunan Angka Stunting

"Jumlah kasus yang sudah jadi negatif, sembuh dan pulang secara akumulataif kami laporkan 11 orang pulang," katanya.

Sebelas orang yang sembuh tersebut di antaranya, 1 kasus dari Banten, 9 kasus dari Jakarta, dan 1 kasus dari Jawa Barat. Sedangkan jumlah yang positif itu belum termasuk jumlah pasien yang dikarantina di rumah secara mandiri.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari