Jumat, 4 April 2025
spot_img

Rekonsiliasi Bukan Bagi-Bagi Kursi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais angkat bicara terkait pertemuan Prabowo dan Jokowi di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, Sabtu lalu (13/7). Demi keutuhan NKRI, dirinya mendukung penuh pertemuan tersebut. Amien mendukung rekonsiliasi secara utuh. Tidak boleh ada perpecahan. Setelah berkompetisi harus bersalaman lagi.

’’Jika itu maksudnya saya seribu persen setuju,” kata Amien Rais di kantor PAN, Kebayoran Baru, Jakarta  Selatan, kemarin (15/7).

Prabowo, papar dia, juga telah menginformasikan pertemuan itu melalui surat yang dikirim ke rumah pribadi Amien. Namun di sisi lain, Amien mengaku tidak setuju jika rekonsiliasi diwujudkan dengan bentuk bagi-bagi kursi menteri.

Baca Juga:  MPP Pekanbaru Jadi Rujukan Pelayanan Publik Daerah Lain

Dia menilai langkah seperti itu tidak beradab. Juga mencederai demokrasi itu sendiri. ’’Itu namanya bukan rekonsiliasi. Justru sangat lucu,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam sistem demokrasi harus ada yang bertindak sebagai oposisi. Menciptakan mekanisme check and balances. Kalau tanpa peran oposisi, papar dia, dimaknai sebagai demokrasi bohong-bohongan.

’’Demokrasi bodong,” tegasnya.

Apakah Prabowo mau menerima tawaran kursi menteri? Mantan ketua MPR itu menyampaikan hingga kini belum ada sinyal seperti itu. Melalui surat, Prabowo hanya memberitahukan adanya pertemuan pada Sabtu (13/7) pagi lalu. Setelah pertemuan dengan Jokowi, Prabowo juga bakal segera menggelar pertemuan dengan Amies Rais dan para petinggi di eks Koalisi Adil Makmur.(mar/jpg)

Baca Juga:  Wajib Kantongi Surat Pernyataan Orang Tua

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Editor: Eko Faizin

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais angkat bicara terkait pertemuan Prabowo dan Jokowi di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, Sabtu lalu (13/7). Demi keutuhan NKRI, dirinya mendukung penuh pertemuan tersebut. Amien mendukung rekonsiliasi secara utuh. Tidak boleh ada perpecahan. Setelah berkompetisi harus bersalaman lagi.

’’Jika itu maksudnya saya seribu persen setuju,” kata Amien Rais di kantor PAN, Kebayoran Baru, Jakarta  Selatan, kemarin (15/7).

Prabowo, papar dia, juga telah menginformasikan pertemuan itu melalui surat yang dikirim ke rumah pribadi Amien. Namun di sisi lain, Amien mengaku tidak setuju jika rekonsiliasi diwujudkan dengan bentuk bagi-bagi kursi menteri.

Baca Juga:  Aparatur Kepenghuluan Dilatih Buat Perdes

Dia menilai langkah seperti itu tidak beradab. Juga mencederai demokrasi itu sendiri. ’’Itu namanya bukan rekonsiliasi. Justru sangat lucu,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam sistem demokrasi harus ada yang bertindak sebagai oposisi. Menciptakan mekanisme check and balances. Kalau tanpa peran oposisi, papar dia, dimaknai sebagai demokrasi bohong-bohongan.

’’Demokrasi bodong,” tegasnya.

Apakah Prabowo mau menerima tawaran kursi menteri? Mantan ketua MPR itu menyampaikan hingga kini belum ada sinyal seperti itu. Melalui surat, Prabowo hanya memberitahukan adanya pertemuan pada Sabtu (13/7) pagi lalu. Setelah pertemuan dengan Jokowi, Prabowo juga bakal segera menggelar pertemuan dengan Amies Rais dan para petinggi di eks Koalisi Adil Makmur.(mar/jpg)

Baca Juga:  Raja Juli Antoni Wamen ATR/BPN, Giring Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Editor: Eko Faizin

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Rekonsiliasi Bukan Bagi-Bagi Kursi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais angkat bicara terkait pertemuan Prabowo dan Jokowi di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, Sabtu lalu (13/7). Demi keutuhan NKRI, dirinya mendukung penuh pertemuan tersebut. Amien mendukung rekonsiliasi secara utuh. Tidak boleh ada perpecahan. Setelah berkompetisi harus bersalaman lagi.

’’Jika itu maksudnya saya seribu persen setuju,” kata Amien Rais di kantor PAN, Kebayoran Baru, Jakarta  Selatan, kemarin (15/7).

Prabowo, papar dia, juga telah menginformasikan pertemuan itu melalui surat yang dikirim ke rumah pribadi Amien. Namun di sisi lain, Amien mengaku tidak setuju jika rekonsiliasi diwujudkan dengan bentuk bagi-bagi kursi menteri.

Baca Juga:  Nilai Tunjuk Ajar Melayu Bisa Membantu Kebijakan Pengendalian Karhutla

Dia menilai langkah seperti itu tidak beradab. Juga mencederai demokrasi itu sendiri. ’’Itu namanya bukan rekonsiliasi. Justru sangat lucu,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam sistem demokrasi harus ada yang bertindak sebagai oposisi. Menciptakan mekanisme check and balances. Kalau tanpa peran oposisi, papar dia, dimaknai sebagai demokrasi bohong-bohongan.

’’Demokrasi bodong,” tegasnya.

Apakah Prabowo mau menerima tawaran kursi menteri? Mantan ketua MPR itu menyampaikan hingga kini belum ada sinyal seperti itu. Melalui surat, Prabowo hanya memberitahukan adanya pertemuan pada Sabtu (13/7) pagi lalu. Setelah pertemuan dengan Jokowi, Prabowo juga bakal segera menggelar pertemuan dengan Amies Rais dan para petinggi di eks Koalisi Adil Makmur.(mar/jpg)

Baca Juga:  Pandemi, Tim Dosen Unilak Ajak Warga Limbungan Manfaatkan Sampah

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Editor: Eko Faizin

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais angkat bicara terkait pertemuan Prabowo dan Jokowi di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, Sabtu lalu (13/7). Demi keutuhan NKRI, dirinya mendukung penuh pertemuan tersebut. Amien mendukung rekonsiliasi secara utuh. Tidak boleh ada perpecahan. Setelah berkompetisi harus bersalaman lagi.

’’Jika itu maksudnya saya seribu persen setuju,” kata Amien Rais di kantor PAN, Kebayoran Baru, Jakarta  Selatan, kemarin (15/7).

Prabowo, papar dia, juga telah menginformasikan pertemuan itu melalui surat yang dikirim ke rumah pribadi Amien. Namun di sisi lain, Amien mengaku tidak setuju jika rekonsiliasi diwujudkan dengan bentuk bagi-bagi kursi menteri.

Baca Juga:  Susi Kesal Indonesia Tak Diuntungkan Perang Dagang

Dia menilai langkah seperti itu tidak beradab. Juga mencederai demokrasi itu sendiri. ’’Itu namanya bukan rekonsiliasi. Justru sangat lucu,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam sistem demokrasi harus ada yang bertindak sebagai oposisi. Menciptakan mekanisme check and balances. Kalau tanpa peran oposisi, papar dia, dimaknai sebagai demokrasi bohong-bohongan.

’’Demokrasi bodong,” tegasnya.

Apakah Prabowo mau menerima tawaran kursi menteri? Mantan ketua MPR itu menyampaikan hingga kini belum ada sinyal seperti itu. Melalui surat, Prabowo hanya memberitahukan adanya pertemuan pada Sabtu (13/7) pagi lalu. Setelah pertemuan dengan Jokowi, Prabowo juga bakal segera menggelar pertemuan dengan Amies Rais dan para petinggi di eks Koalisi Adil Makmur.(mar/jpg)

Baca Juga:  Transformasi KNEKS Jadi Badan Pengembangan Ekonomi Syariah

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Editor: Eko Faizin

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari