KABAR mengejutkan datang dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Organisasi induk sepakbola di Tanah Air itu mengalami pergolakan. Tiba-tiba Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ratu Tisha meletakkan jabatannya di ‘’tengah jalan’’. Pengumuman itu ia sampaikan pada Senin 13 April 2020.
Pengunduran diri tersebut sebagai pertanda berakhirnya perjalanan Ratu Tisha sebagai Sekjen PSSI yang sudah ia emban sekitar tiga tahun terakhir. Sekjen wanita pertama PSSI ini sudah menjabat sejak PSSI dipimpin Edy Rahmayadi dan berlanjut ke kepemimpinan Mochamad Iriawan.

Sampai saat ini memang belum terungkap secara terang-benderang persoalan yang menyebabkan wanita berkecamata itu meninggalkan jabatannya. Banyak isu yang beredar. Termasuk isu ketidakharmonisan hubungannya dengan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Itu baru sekadar isu. Tapi yang jelas, pasti ada alasan kuat yang menjadi dasar sang Ratu mengudurkan diri.
Isu mundurnya Tisha memang sudah merebak beberapa pekan terakhir. Rumor itu kian kencang setelah mantan Direktur Kompetisi dan Operasional PT GTS itu dianggap mempermalukan nama PSSI ketika salah seorang anggota Komisi X DPR Djohar Arifin mengungkapkan tindakan perempuan kelahiran 30 Desember 1985 itu padanya saat SEA Games 2019.
Isu yang beredar, Tisha juga sering dianggap mendahului wewenang Mochamad Iriawan. Isu keretakan tersebut makin tercium ketika mantan sekretaris Lemhannas itu menempatkan adik iparnya, Maaike Ira Puspita, jadi Deputi Sekjen PSSI pada 17 Januari lalu. Ira disebut-sebut sengaja ditempatkan untuk mengawasi semua pergerakan Ratu Tisha.
Kenerja dan prestasi Ratu Tisha selama menduduki Sekjen PSSI tidak bisa dilupakan begitu saja. Ia dinilai sangat berperan dalam pemilihan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Sampai saat ini ia juga masih menjabat Wakil Presiden AFF. Ia pun berpesan agar semua orang tidak berhenti mendukung sepakbola Indonesia.
Semoga kursi Sekjen PSSI kembali diduduki oleh orang yang memang kompeten dan punya kapabilitas. Tugas berat sudah menanti. Terutama mempersiapkan Indonesia menjadi tuan rumah. Sehingga pesta sepakbola dunia U-20 bisa berjalan lancar dan sukses.***