Senin, 9 Februari 2026
- Advertisement -

Produser Goblin dan Netflix Siapkan Proyek Serial Berbiaya Mahal

SEOUL (RIAUPOS.CO) – Dunia siniema Korea Selatan (Korsel) terus mendapatkan ligitimasi. Rumah produksi Netflix kini banyak memproduksi film dan sinema televisi di negara tersebut. Kini mereka sedang membuat beberapa proyek di saat para rumah produksi layar lebar banyak yang menghentikan produksinya.

Produser Goblin, Lee Eung-bok, sedang menyiapkan Sweet Home yang bakal masuk dalam jajaran serial Korea produksi Netflix dengan biaya produksi tertinggi.

Melansir Insight, serial bergenre thriller fantasi tersebut dilaporkan membutuhkan sekitar US$2,4 juta atau sekitar Rp35,6 miliar per episode. Biaya meroket karena Sweet Home memerlukan banyak efek visual untuk menggambarkan makhluk mengerikan.

Sweet Home merupakan serial yang diangkat dari webtoon bertajuk serupa. Kisahnya seputar seorang anak laki-laki yang bertarung dengan makhluk mengerikan penuh keserakahan.

Baca Juga:  Jangan Gelar Resepsi Pernikahan

Serial ini akan dibintangi Song Kang yang sebelumnya sukses menarik perhatian lewat serial orisinal Netflix, Love Alarm. Sweet Home turut diramaikan kehadiran Lee Do-hyun yang sebelumnya bermain dalam Hotel Del Luna.

Sementara itu, Lee Eung-bok sendiri sebelumnya sudah memproduksi banyak drama hit seperti Mr. Sunshine, Descendants of the Sun, dan Goblin.

Netflix belum mengungkapkan tanggal perilisan Sweet Home. Namun, serial tersebut dikabarkan bakal tayang jelang akhir 2020.

Sebelum Sweet Home, Netflix juga sudah menayangkan sejumlah serial Korea dengan biaya produksi tinggi, salah satunya Kingdom. Serial zombi tersebut menghabiskan sekitar 20 miliar won atau Rp237 miliar untuk enam episode.

Selain itu, serial Arthdal Chronicles juga menghabiskan sekitar US$2 juta atau sekitar Rp29,6miliar per episode, serta Mr. Sunshine yang berbiaya sekitar US$1,2 juta atau sekitar Rp17,7 miliar untuk satu tayangan. 

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Ledakan di Monas, Anggota TNI Sedang Olahraga Berlumur Darah

Sumber: Insight/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

SEOUL (RIAUPOS.CO) – Dunia siniema Korea Selatan (Korsel) terus mendapatkan ligitimasi. Rumah produksi Netflix kini banyak memproduksi film dan sinema televisi di negara tersebut. Kini mereka sedang membuat beberapa proyek di saat para rumah produksi layar lebar banyak yang menghentikan produksinya.

Produser Goblin, Lee Eung-bok, sedang menyiapkan Sweet Home yang bakal masuk dalam jajaran serial Korea produksi Netflix dengan biaya produksi tertinggi.

Melansir Insight, serial bergenre thriller fantasi tersebut dilaporkan membutuhkan sekitar US$2,4 juta atau sekitar Rp35,6 miliar per episode. Biaya meroket karena Sweet Home memerlukan banyak efek visual untuk menggambarkan makhluk mengerikan.

Sweet Home merupakan serial yang diangkat dari webtoon bertajuk serupa. Kisahnya seputar seorang anak laki-laki yang bertarung dengan makhluk mengerikan penuh keserakahan.

Baca Juga:  IBT Pelita Indonesia MoU dengan Pemkab Bengkalis

Serial ini akan dibintangi Song Kang yang sebelumnya sukses menarik perhatian lewat serial orisinal Netflix, Love Alarm. Sweet Home turut diramaikan kehadiran Lee Do-hyun yang sebelumnya bermain dalam Hotel Del Luna.

- Advertisement -

Sementara itu, Lee Eung-bok sendiri sebelumnya sudah memproduksi banyak drama hit seperti Mr. Sunshine, Descendants of the Sun, dan Goblin.

Netflix belum mengungkapkan tanggal perilisan Sweet Home. Namun, serial tersebut dikabarkan bakal tayang jelang akhir 2020.

- Advertisement -

Sebelum Sweet Home, Netflix juga sudah menayangkan sejumlah serial Korea dengan biaya produksi tinggi, salah satunya Kingdom. Serial zombi tersebut menghabiskan sekitar 20 miliar won atau Rp237 miliar untuk enam episode.

Selain itu, serial Arthdal Chronicles juga menghabiskan sekitar US$2 juta atau sekitar Rp29,6miliar per episode, serta Mr. Sunshine yang berbiaya sekitar US$1,2 juta atau sekitar Rp17,7 miliar untuk satu tayangan. 

Baca Juga:  Shanghai Segera Operasikan Angkutan Massal Otonom

Sumber: Insight/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SEOUL (RIAUPOS.CO) – Dunia siniema Korea Selatan (Korsel) terus mendapatkan ligitimasi. Rumah produksi Netflix kini banyak memproduksi film dan sinema televisi di negara tersebut. Kini mereka sedang membuat beberapa proyek di saat para rumah produksi layar lebar banyak yang menghentikan produksinya.

Produser Goblin, Lee Eung-bok, sedang menyiapkan Sweet Home yang bakal masuk dalam jajaran serial Korea produksi Netflix dengan biaya produksi tertinggi.

Melansir Insight, serial bergenre thriller fantasi tersebut dilaporkan membutuhkan sekitar US$2,4 juta atau sekitar Rp35,6 miliar per episode. Biaya meroket karena Sweet Home memerlukan banyak efek visual untuk menggambarkan makhluk mengerikan.

Sweet Home merupakan serial yang diangkat dari webtoon bertajuk serupa. Kisahnya seputar seorang anak laki-laki yang bertarung dengan makhluk mengerikan penuh keserakahan.

Baca Juga:  Drainase Tersumbat Akibat Sampah Plastik

Serial ini akan dibintangi Song Kang yang sebelumnya sukses menarik perhatian lewat serial orisinal Netflix, Love Alarm. Sweet Home turut diramaikan kehadiran Lee Do-hyun yang sebelumnya bermain dalam Hotel Del Luna.

Sementara itu, Lee Eung-bok sendiri sebelumnya sudah memproduksi banyak drama hit seperti Mr. Sunshine, Descendants of the Sun, dan Goblin.

Netflix belum mengungkapkan tanggal perilisan Sweet Home. Namun, serial tersebut dikabarkan bakal tayang jelang akhir 2020.

Sebelum Sweet Home, Netflix juga sudah menayangkan sejumlah serial Korea dengan biaya produksi tinggi, salah satunya Kingdom. Serial zombi tersebut menghabiskan sekitar 20 miliar won atau Rp237 miliar untuk enam episode.

Selain itu, serial Arthdal Chronicles juga menghabiskan sekitar US$2 juta atau sekitar Rp29,6miliar per episode, serta Mr. Sunshine yang berbiaya sekitar US$1,2 juta atau sekitar Rp17,7 miliar untuk satu tayangan. 

Baca Juga:  Ibnu Jamil Grogi hingga Berkeringat, Ada Apa?

Sumber: Insight/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari