Selasa, 3 Februari 2026
- Advertisement -

51 Jemaah Haji Harus Tanazul karena Sakit

MAKKAH (RIAUPOS.CO) – Sebagian jemaah haji Indonesia yang masih dirawat karena sakit akan dipulangkan terpisah dari kelompok terbang (kloter) saat keberangkat. Data sementara, 51 jemaah Indonesia direncanakan mengikuti tanazul dengan catatan memenuhi kriteria laik terbang.

Tanazul merupakan pemulangan jemaah haji melalui kloter yang berbeda dengan keberangkatan karena alasan sakit. ’’Kami akan lihat skala urgensi untuk jemaah yang ditanazulkan,’’ kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana, Senin (11/5).

Hingga Senin (11/7) malam, 188 jemaah Indonesia masih dirawat. Perinciannya, 173 orang di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dan 15 jemaah di rumah sakit Arab Saudi. ’’Kondisi pasien akan terus dievaluasi dan dilihat perkembangannya, mana yang akan ditanazulkan," terangnya.

Baca Juga:  Pilkada di Tengah Pandemi dan Politik Dinasti

Tak tertutup kemungkinan jemaah dipulangkan mendahului kloter asal atau dipulangkan lebih lambat dari kloternya.

Tanazul diprioritaskan bagi jemaah yang saat dipulangkan tidak memperberat kondisi fisiknya. Juga, tak berpotensi menimbulkan kecacatan atau mengancam keselamatan jemaah haji. ’’Kami mengusulkan berdasar pertimbangan medis," ujar Budi.

Sementara itu, satu jemaah haji Riau asal Pekanbaru sakit saat menjalani ibadah di Arafah, Senin (11/7). Diduga jemaah atas nama Munapi bin Muhammad Nur kelelahan akibat cuaca ekstrem di Arab Saudi.

Ketua Kloter 6 BTH, Fahmi Wahyudi mengatakan, jemaah tersebut mengalami demam tinggi dan lemas. Namun, pihaknya langsung melakukan pertolongan pertama dengan melakukan pemberian cairan melalui infus.  

"Setelah 12 jam diinfus jemaah atas nama Munapi bin Muhammad Nur asal Kota Pekanbaru sudah mulai membaik. Pasien sudah tidak demam dan bisa makan minum seperti biasanya dan infus pun dilepas," katanya.

Baca Juga:  Penyakit Lain "Terlupakan" Selama Pandemi Corona

Kemarin sebagian jemaah Indonesia mulai kembali beraktivitas di Makkah. Yakni, mereka yang memilih keluar dari Mina pada 12 Zulhijah sebelum terbenamnya matahari atau disebut nafar awal. Jemaah lainnya, yang memilih nafar sani, tetap menginap sampai 13 Zulhijah.(wan/c18/oni/jpg)

MAKKAH (RIAUPOS.CO) – Sebagian jemaah haji Indonesia yang masih dirawat karena sakit akan dipulangkan terpisah dari kelompok terbang (kloter) saat keberangkat. Data sementara, 51 jemaah Indonesia direncanakan mengikuti tanazul dengan catatan memenuhi kriteria laik terbang.

Tanazul merupakan pemulangan jemaah haji melalui kloter yang berbeda dengan keberangkatan karena alasan sakit. ’’Kami akan lihat skala urgensi untuk jemaah yang ditanazulkan,’’ kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana, Senin (11/5).

Hingga Senin (11/7) malam, 188 jemaah Indonesia masih dirawat. Perinciannya, 173 orang di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dan 15 jemaah di rumah sakit Arab Saudi. ’’Kondisi pasien akan terus dievaluasi dan dilihat perkembangannya, mana yang akan ditanazulkan," terangnya.

Baca Juga:  ICW Sebut KPK Tidak Perlu Dewan Pengawas dan SP3

Tak tertutup kemungkinan jemaah dipulangkan mendahului kloter asal atau dipulangkan lebih lambat dari kloternya.

Tanazul diprioritaskan bagi jemaah yang saat dipulangkan tidak memperberat kondisi fisiknya. Juga, tak berpotensi menimbulkan kecacatan atau mengancam keselamatan jemaah haji. ’’Kami mengusulkan berdasar pertimbangan medis," ujar Budi.

- Advertisement -

Sementara itu, satu jemaah haji Riau asal Pekanbaru sakit saat menjalani ibadah di Arafah, Senin (11/7). Diduga jemaah atas nama Munapi bin Muhammad Nur kelelahan akibat cuaca ekstrem di Arab Saudi.

Ketua Kloter 6 BTH, Fahmi Wahyudi mengatakan, jemaah tersebut mengalami demam tinggi dan lemas. Namun, pihaknya langsung melakukan pertolongan pertama dengan melakukan pemberian cairan melalui infus.  

- Advertisement -

"Setelah 12 jam diinfus jemaah atas nama Munapi bin Muhammad Nur asal Kota Pekanbaru sudah mulai membaik. Pasien sudah tidak demam dan bisa makan minum seperti biasanya dan infus pun dilepas," katanya.

Baca Juga:  Aktris Palestina Maisa Abd Elhadi Terluka Diduga Ditembak Tentara Israel

Kemarin sebagian jemaah Indonesia mulai kembali beraktivitas di Makkah. Yakni, mereka yang memilih keluar dari Mina pada 12 Zulhijah sebelum terbenamnya matahari atau disebut nafar awal. Jemaah lainnya, yang memilih nafar sani, tetap menginap sampai 13 Zulhijah.(wan/c18/oni/jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

MAKKAH (RIAUPOS.CO) – Sebagian jemaah haji Indonesia yang masih dirawat karena sakit akan dipulangkan terpisah dari kelompok terbang (kloter) saat keberangkat. Data sementara, 51 jemaah Indonesia direncanakan mengikuti tanazul dengan catatan memenuhi kriteria laik terbang.

Tanazul merupakan pemulangan jemaah haji melalui kloter yang berbeda dengan keberangkatan karena alasan sakit. ’’Kami akan lihat skala urgensi untuk jemaah yang ditanazulkan,’’ kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana, Senin (11/5).

Hingga Senin (11/7) malam, 188 jemaah Indonesia masih dirawat. Perinciannya, 173 orang di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dan 15 jemaah di rumah sakit Arab Saudi. ’’Kondisi pasien akan terus dievaluasi dan dilihat perkembangannya, mana yang akan ditanazulkan," terangnya.

Baca Juga:  Pilkada di Tengah Pandemi dan Politik Dinasti

Tak tertutup kemungkinan jemaah dipulangkan mendahului kloter asal atau dipulangkan lebih lambat dari kloternya.

Tanazul diprioritaskan bagi jemaah yang saat dipulangkan tidak memperberat kondisi fisiknya. Juga, tak berpotensi menimbulkan kecacatan atau mengancam keselamatan jemaah haji. ’’Kami mengusulkan berdasar pertimbangan medis," ujar Budi.

Sementara itu, satu jemaah haji Riau asal Pekanbaru sakit saat menjalani ibadah di Arafah, Senin (11/7). Diduga jemaah atas nama Munapi bin Muhammad Nur kelelahan akibat cuaca ekstrem di Arab Saudi.

Ketua Kloter 6 BTH, Fahmi Wahyudi mengatakan, jemaah tersebut mengalami demam tinggi dan lemas. Namun, pihaknya langsung melakukan pertolongan pertama dengan melakukan pemberian cairan melalui infus.  

"Setelah 12 jam diinfus jemaah atas nama Munapi bin Muhammad Nur asal Kota Pekanbaru sudah mulai membaik. Pasien sudah tidak demam dan bisa makan minum seperti biasanya dan infus pun dilepas," katanya.

Baca Juga:  Menunda Kabareskrim Baru Bisa Picu Gesekan di Internal Polri

Kemarin sebagian jemaah Indonesia mulai kembali beraktivitas di Makkah. Yakni, mereka yang memilih keluar dari Mina pada 12 Zulhijah sebelum terbenamnya matahari atau disebut nafar awal. Jemaah lainnya, yang memilih nafar sani, tetap menginap sampai 13 Zulhijah.(wan/c18/oni/jpg)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari