Selasa, 10 Maret 2026
- Advertisement -

Terima Kasih Atlet Indonesia

Bintang baru angkat besi Indonesia resmi lahir. Lifter remaja berusia 16 tahun, Windy Cantika Aisah, meraih emas SEA Games 2019 di Ninoy Aquino Stadium, Manila, 2 Desember lalu. Windy dengan mantap berdiri di podium tertinggi dan membuat lagu Indonesia Raya diperdengarkan di Manila via angkatan seberat 190 kilogram.
Meski keberhasilan lifter berusia 16 tahun ini sudah diperhitungkan sebelumnya  karena rekor dimilikinya di atas saingannya. Namun raihan medali emas ini tetap dianggap sebagai sebuah kejutan. 
Seperti diketahui Windy Cantika, pemegang rekor dunia kelas 49 kilogram remaja. Namun kali ini yang dihadapi tidak hanya saingan sebaya, tapi juga para lifer senior. Jika rekor dunia remaja itu, diraihnya pada single event khusus kejuaran angkat besi. Kali ini medali emas diraih pada multi event yaitu SEA Games XXX Filipina.
Pasti bertanding pada single event berbeda dengan multi event. Pada multi event yang membawa nama bangsa dan negara, beban yang disandang jauh lebih berat. Di sini diperlukan mental yang kuat. 
Hal itulah yang telah ditunjukkan oleh Windy Candika. Dengan usia masih belia- 16 tahun- ia mampu menyelesaikan tanggung jawab diberikan padanya dengan baik. Keberhasilan Windy patut diberi apresiasi sekaligus memberi semangat kepada atlet-atlet muda lainnya yang menjadi duta Indonesia pada SEA Games ini.
Seperti diketahui pada SEA Games di Filipina 2019 ini Indonesia mengirimkan 841 atlet yang akan bertanding pada 51 cabang olahraga. Dari 841 atlet tersebut separuhnya (50 persen) merupakan atlet muda. Dengan visi untuk mencapai prestasi pada level yang lebih tinggi tingkat Asia (Asian Games) dan tingkat dunia (Olimpiade), kebijakan ini sudah tepat.
Keberhasilan yang diraih Caindy ini sekaligus sebagai pembakar semangat atlet-atlet muda lainnya dan bukti bahwa target yang diberikan bisa diraih. Seperti diketahui pada SEA Games di Filipina 2019 ini, kontingen Merah-Putih mematok target 45-60 medali emas. Target ini telah terpenuhi. Bahkan Indonesia mampu mengumpulkan 71 medali emas. Ini menempatkan Indonesia di peringkat empat. 
Dua tahun lalu, Indonesia duduk di posisi kelima dengan catatan 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu. 
Terlepas dari itu semua, yang pasti kontingen Indonesia telah berjuang dengan sekuat tenaga. Terutama atlet-atlet muda yang tidak takut dengan nama besar seseorang atau dengan atlet tuan rumah yang mendapat dukungan dari penonton. Semua bisa diraih dengan perjuangan dan semangat juang yang tinggi seperti yang telah dilakukan Cindy. Tapi sayang, cabang sepakbola kembali harus puasa medali emas. Di final malam tadi, Garuda Muda kalah 0-3 dari Vietnam. Semoga ke depan ada perbaikan, sehingga pada SEA Games berikutnya, sepakbola juga bisa merebut medali emas. Terima kasih atas perjuangan atlet-atlet Indonesia.***
Bintang baru angkat besi Indonesia resmi lahir. Lifter remaja berusia 16 tahun, Windy Cantika Aisah, meraih emas SEA Games 2019 di Ninoy Aquino Stadium, Manila, 2 Desember lalu. Windy dengan mantap berdiri di podium tertinggi dan membuat lagu Indonesia Raya diperdengarkan di Manila via angkatan seberat 190 kilogram.
Meski keberhasilan lifter berusia 16 tahun ini sudah diperhitungkan sebelumnya  karena rekor dimilikinya di atas saingannya. Namun raihan medali emas ini tetap dianggap sebagai sebuah kejutan. 
Seperti diketahui Windy Cantika, pemegang rekor dunia kelas 49 kilogram remaja. Namun kali ini yang dihadapi tidak hanya saingan sebaya, tapi juga para lifer senior. Jika rekor dunia remaja itu, diraihnya pada single event khusus kejuaran angkat besi. Kali ini medali emas diraih pada multi event yaitu SEA Games XXX Filipina.
Pasti bertanding pada single event berbeda dengan multi event. Pada multi event yang membawa nama bangsa dan negara, beban yang disandang jauh lebih berat. Di sini diperlukan mental yang kuat. 
Hal itulah yang telah ditunjukkan oleh Windy Candika. Dengan usia masih belia- 16 tahun- ia mampu menyelesaikan tanggung jawab diberikan padanya dengan baik. Keberhasilan Windy patut diberi apresiasi sekaligus memberi semangat kepada atlet-atlet muda lainnya yang menjadi duta Indonesia pada SEA Games ini.
Seperti diketahui pada SEA Games di Filipina 2019 ini Indonesia mengirimkan 841 atlet yang akan bertanding pada 51 cabang olahraga. Dari 841 atlet tersebut separuhnya (50 persen) merupakan atlet muda. Dengan visi untuk mencapai prestasi pada level yang lebih tinggi tingkat Asia (Asian Games) dan tingkat dunia (Olimpiade), kebijakan ini sudah tepat.
Keberhasilan yang diraih Caindy ini sekaligus sebagai pembakar semangat atlet-atlet muda lainnya dan bukti bahwa target yang diberikan bisa diraih. Seperti diketahui pada SEA Games di Filipina 2019 ini, kontingen Merah-Putih mematok target 45-60 medali emas. Target ini telah terpenuhi. Bahkan Indonesia mampu mengumpulkan 71 medali emas. Ini menempatkan Indonesia di peringkat empat. 
Dua tahun lalu, Indonesia duduk di posisi kelima dengan catatan 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu. 
Terlepas dari itu semua, yang pasti kontingen Indonesia telah berjuang dengan sekuat tenaga. Terutama atlet-atlet muda yang tidak takut dengan nama besar seseorang atau dengan atlet tuan rumah yang mendapat dukungan dari penonton. Semua bisa diraih dengan perjuangan dan semangat juang yang tinggi seperti yang telah dilakukan Cindy. Tapi sayang, cabang sepakbola kembali harus puasa medali emas. Di final malam tadi, Garuda Muda kalah 0-3 dari Vietnam. Semoga ke depan ada perbaikan, sehingga pada SEA Games berikutnya, sepakbola juga bisa merebut medali emas. Terima kasih atas perjuangan atlet-atlet Indonesia.***
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

Bintang baru angkat besi Indonesia resmi lahir. Lifter remaja berusia 16 tahun, Windy Cantika Aisah, meraih emas SEA Games 2019 di Ninoy Aquino Stadium, Manila, 2 Desember lalu. Windy dengan mantap berdiri di podium tertinggi dan membuat lagu Indonesia Raya diperdengarkan di Manila via angkatan seberat 190 kilogram.
Meski keberhasilan lifter berusia 16 tahun ini sudah diperhitungkan sebelumnya  karena rekor dimilikinya di atas saingannya. Namun raihan medali emas ini tetap dianggap sebagai sebuah kejutan. 
Seperti diketahui Windy Cantika, pemegang rekor dunia kelas 49 kilogram remaja. Namun kali ini yang dihadapi tidak hanya saingan sebaya, tapi juga para lifer senior. Jika rekor dunia remaja itu, diraihnya pada single event khusus kejuaran angkat besi. Kali ini medali emas diraih pada multi event yaitu SEA Games XXX Filipina.
Pasti bertanding pada single event berbeda dengan multi event. Pada multi event yang membawa nama bangsa dan negara, beban yang disandang jauh lebih berat. Di sini diperlukan mental yang kuat. 
Hal itulah yang telah ditunjukkan oleh Windy Candika. Dengan usia masih belia- 16 tahun- ia mampu menyelesaikan tanggung jawab diberikan padanya dengan baik. Keberhasilan Windy patut diberi apresiasi sekaligus memberi semangat kepada atlet-atlet muda lainnya yang menjadi duta Indonesia pada SEA Games ini.
Seperti diketahui pada SEA Games di Filipina 2019 ini Indonesia mengirimkan 841 atlet yang akan bertanding pada 51 cabang olahraga. Dari 841 atlet tersebut separuhnya (50 persen) merupakan atlet muda. Dengan visi untuk mencapai prestasi pada level yang lebih tinggi tingkat Asia (Asian Games) dan tingkat dunia (Olimpiade), kebijakan ini sudah tepat.
Keberhasilan yang diraih Caindy ini sekaligus sebagai pembakar semangat atlet-atlet muda lainnya dan bukti bahwa target yang diberikan bisa diraih. Seperti diketahui pada SEA Games di Filipina 2019 ini, kontingen Merah-Putih mematok target 45-60 medali emas. Target ini telah terpenuhi. Bahkan Indonesia mampu mengumpulkan 71 medali emas. Ini menempatkan Indonesia di peringkat empat. 
Dua tahun lalu, Indonesia duduk di posisi kelima dengan catatan 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu. 
Terlepas dari itu semua, yang pasti kontingen Indonesia telah berjuang dengan sekuat tenaga. Terutama atlet-atlet muda yang tidak takut dengan nama besar seseorang atau dengan atlet tuan rumah yang mendapat dukungan dari penonton. Semua bisa diraih dengan perjuangan dan semangat juang yang tinggi seperti yang telah dilakukan Cindy. Tapi sayang, cabang sepakbola kembali harus puasa medali emas. Di final malam tadi, Garuda Muda kalah 0-3 dari Vietnam. Semoga ke depan ada perbaikan, sehingga pada SEA Games berikutnya, sepakbola juga bisa merebut medali emas. Terima kasih atas perjuangan atlet-atlet Indonesia.***

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari