Sabtu, 23 Mei 2026
- Advertisement -

Apple Alihkan Proses Produksi di Cina karena Virus Corona

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Apple disebut bakal memindahkan pusat produksi iPhone-nya di Cina terkait dengan wabah virus corona. Sebagaimana dilansir JawaPos.com dari AppleInsider, Senin (10/2), hal tersebut disampaikan oleh analis Apple Ming-Chi Kuo.

Dirinya menyebut masih melihat ketidakpastian seputar produksi iPhone di Cina karena virus corona yang sedang berlangsung. Dalam catatan yang dilihat oleh AppleInsider, Kuo percaya bahwa ada masalah seputar Foxconn (pabrik yang membuat perangkat iPhone) yang terletak di Zhengzhou.

Kuo percaya, pabrik Apple Foxconn di Zhengzhou adalah tempat produksi iPhone paling kritis dan bertanggung jawab atas sebagian besar perangkat iPhone 11 serta iPhone 11 Pro. Namun, belum jelas kapan pabrik akan dibuka. Sedangkan Kuo menyebut, tingkat pengembalian tenaga kerja berada di antara 40 persen dan 60 persen dari apa yang dibutuhkan pabrik untuk produksi penuh.

Baca Juga:  Bangkit dari Dua Kondisi Kritis

Selain itu, Kuo melihat sebagian besar pengembangan iPhone 12 di sana tetapi tim tidak berhenti bekerja. Jika dilihat, tingkat pengembalian hanya setinggi 50 persen dan mungkin serendah 30 persen dari tingkat pra-shutdown.

Untuk menangani beberapa masalah ini, Kuo menegaskan bahwa beberapa produksi bisa dipindahkan ke India dan Taiwan. Tetapi dirinya menyebut kalau kapasitas sangat terbatas di fasilitas-fasilitas kedua negara tersebut.

Sementara Pegatron memiliki dua fasilitas penting dan berdampak. Yang pertama, pabrik di Shanghai mulai kembali bekerja pada 3 Februari, dengan tingkat pengembalian tenaga kerja sekitar 90 persen.

Lalu, Kuo berspekulasi bahwa fasilitas Pegatron bertanggung jawab atas produksi iPhone SE 2. Harusnya, pabrik mulai berproduksi pada 10 Februari, tetapi telah ditunda. Tingkat pengembalian tenaga kerja pun diperkirakan antara 40 persen dan 60 persen dari tingkat sebelum liburan.

Baca Juga:  BNPB: Karhutla Riau Capai 27.683 Ha

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Apple disebut bakal memindahkan pusat produksi iPhone-nya di Cina terkait dengan wabah virus corona. Sebagaimana dilansir JawaPos.com dari AppleInsider, Senin (10/2), hal tersebut disampaikan oleh analis Apple Ming-Chi Kuo.

Dirinya menyebut masih melihat ketidakpastian seputar produksi iPhone di Cina karena virus corona yang sedang berlangsung. Dalam catatan yang dilihat oleh AppleInsider, Kuo percaya bahwa ada masalah seputar Foxconn (pabrik yang membuat perangkat iPhone) yang terletak di Zhengzhou.

Kuo percaya, pabrik Apple Foxconn di Zhengzhou adalah tempat produksi iPhone paling kritis dan bertanggung jawab atas sebagian besar perangkat iPhone 11 serta iPhone 11 Pro. Namun, belum jelas kapan pabrik akan dibuka. Sedangkan Kuo menyebut, tingkat pengembalian tenaga kerja berada di antara 40 persen dan 60 persen dari apa yang dibutuhkan pabrik untuk produksi penuh.

Baca Juga:  Pembelajaran Jarak Jauh Harus Ada Perbaikan

Selain itu, Kuo melihat sebagian besar pengembangan iPhone 12 di sana tetapi tim tidak berhenti bekerja. Jika dilihat, tingkat pengembalian hanya setinggi 50 persen dan mungkin serendah 30 persen dari tingkat pra-shutdown.

Untuk menangani beberapa masalah ini, Kuo menegaskan bahwa beberapa produksi bisa dipindahkan ke India dan Taiwan. Tetapi dirinya menyebut kalau kapasitas sangat terbatas di fasilitas-fasilitas kedua negara tersebut.

- Advertisement -

Sementara Pegatron memiliki dua fasilitas penting dan berdampak. Yang pertama, pabrik di Shanghai mulai kembali bekerja pada 3 Februari, dengan tingkat pengembalian tenaga kerja sekitar 90 persen.

Lalu, Kuo berspekulasi bahwa fasilitas Pegatron bertanggung jawab atas produksi iPhone SE 2. Harusnya, pabrik mulai berproduksi pada 10 Februari, tetapi telah ditunda. Tingkat pengembalian tenaga kerja pun diperkirakan antara 40 persen dan 60 persen dari tingkat sebelum liburan.

- Advertisement -
Baca Juga:  Ini Alasan Penunggak Pajak Kendaraan Tidak Didenda Selama Pandemi Covid-19

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Karbit Kelepus

Bona Malwal (2)

Pasangan Manipulatif

Ditabrak dari Belakang

Perlawanan

Salah Naik Mobil

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Apple disebut bakal memindahkan pusat produksi iPhone-nya di Cina terkait dengan wabah virus corona. Sebagaimana dilansir JawaPos.com dari AppleInsider, Senin (10/2), hal tersebut disampaikan oleh analis Apple Ming-Chi Kuo.

Dirinya menyebut masih melihat ketidakpastian seputar produksi iPhone di Cina karena virus corona yang sedang berlangsung. Dalam catatan yang dilihat oleh AppleInsider, Kuo percaya bahwa ada masalah seputar Foxconn (pabrik yang membuat perangkat iPhone) yang terletak di Zhengzhou.

Kuo percaya, pabrik Apple Foxconn di Zhengzhou adalah tempat produksi iPhone paling kritis dan bertanggung jawab atas sebagian besar perangkat iPhone 11 serta iPhone 11 Pro. Namun, belum jelas kapan pabrik akan dibuka. Sedangkan Kuo menyebut, tingkat pengembalian tenaga kerja berada di antara 40 persen dan 60 persen dari apa yang dibutuhkan pabrik untuk produksi penuh.

Baca Juga:  Mahfud Bantah Anggapan Kebobolan

Selain itu, Kuo melihat sebagian besar pengembangan iPhone 12 di sana tetapi tim tidak berhenti bekerja. Jika dilihat, tingkat pengembalian hanya setinggi 50 persen dan mungkin serendah 30 persen dari tingkat pra-shutdown.

Untuk menangani beberapa masalah ini, Kuo menegaskan bahwa beberapa produksi bisa dipindahkan ke India dan Taiwan. Tetapi dirinya menyebut kalau kapasitas sangat terbatas di fasilitas-fasilitas kedua negara tersebut.

Sementara Pegatron memiliki dua fasilitas penting dan berdampak. Yang pertama, pabrik di Shanghai mulai kembali bekerja pada 3 Februari, dengan tingkat pengembalian tenaga kerja sekitar 90 persen.

Lalu, Kuo berspekulasi bahwa fasilitas Pegatron bertanggung jawab atas produksi iPhone SE 2. Harusnya, pabrik mulai berproduksi pada 10 Februari, tetapi telah ditunda. Tingkat pengembalian tenaga kerja pun diperkirakan antara 40 persen dan 60 persen dari tingkat sebelum liburan.

Baca Juga:  Ternyata Korban Dibunuh dengan Dodos Sawit

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Karbit Kelepus

Bona Malwal (2)

Pasangan Manipulatif

Ditabrak dari Belakang

Perlawanan

Salah Naik Mobil

Trending Tags

Rubrik dicari