Senin, 5 Januari 2026
spot_img
spot_img

Pemko Anggarkan Rp200 M untuk Jalan dan Drainase

DUMAI (RIAUPOS.CO) – TERKAIT penanganan genangan air akibat pasang air laut yang masih terjadi hingga saat ini, Wali Kota Dumai H Paisal SKM MARS, mengakui jika penanganannya belum maksimal.

"Hari ini kami mohon maaf, karena maksimal dalam bekerja. Kami masih mengkaji apa saja kendalanya," kata Paisal saat memberikan sambutan pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Persaudaraan Melayu Membangun Dumai (PMMD) di Balai Sri Bunga Tanjung, Ahad (7/11).

Diakui Paisal, saat air pasang laut terjadi, air laut naik cepat ke darat dan lambat turun. Salah satu penyebabnya sendimen lumpur di drainase masih tinggi dan banyak drainase yang tersumbat.

"Kami memahami masyarakat sudah jenuh dengan masalah ini. Masyarakat memerlukan eksekusi yahg cepat. Perlu kerja keras. Terutama di Cempedak, Jeruk, Nangka. Di kelurahan Rima Sekampung. Memang saat ini setelah tergenang, air sulit turun," katanya.

Baca Juga:  WNI Dibunuh Pacar di Singapura Secara Sadis, Pelaku Divonis Mati

Dikatakan Paisal, normalisasi Sungai Dumai sebagian existing menuju laut terus dilakukan. Eskavator amphibi yang baru saja dibeli saat ini tengah bekerja menormalisasi Sungai Dumai. Targetnya menggali Sungai Dumai dengan kedalaman 4 hingga 5 meter.

Dalam kaitan penanganan genangan air akibat hujan dan pasang air laut, kata Paisal, Pemko Dumai dan DPRD segera mengeksekusi Peraturan Daerah tentang Drainase.

"Perda Drainase ini sangat penting untuk mengatasi genangan air. Karena saat ini masyarakat seenaknya saja membangun jembatan di atas drainase. Bahkan permanen. Ini menyulitkan saat melakukan pembersihan," lanjut Paisal.

Perda Drainase itu akan dieksekusi tahun 2022. Dengan adanya Perda Drainase ini, pemilik bangunan harus ikut bertanggungjawab terhadap jembatan permanen yang mereka bangun.

Baca Juga:  Cerita Wajib Militer Pro-Rusia di Donbas yang Tak Dilatih Bertempur

"Mulai Januari 2022 Pemko Dumai akan bergerak cepat. Pemko dan DPRD menganggarkan Rp20 miliar untuk infrastruktur jalan dan drainase," tegas Paisal.

Targetnya, pada tahun 2022 tidak ada lagi jalan yang berlubang dan drainase yang tersumbat. Khususnya di kawasan rawan genangan air ketika hujan dan pasang air laut.

"Doakan Covid 19 ini cepat berlalu sehingga kita bisa fokus membangun kota yang kita cintai ini," harap Paisal.(MX12/hen)

Laporan RPG, Dumai

 

DUMAI (RIAUPOS.CO) – TERKAIT penanganan genangan air akibat pasang air laut yang masih terjadi hingga saat ini, Wali Kota Dumai H Paisal SKM MARS, mengakui jika penanganannya belum maksimal.

"Hari ini kami mohon maaf, karena maksimal dalam bekerja. Kami masih mengkaji apa saja kendalanya," kata Paisal saat memberikan sambutan pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Persaudaraan Melayu Membangun Dumai (PMMD) di Balai Sri Bunga Tanjung, Ahad (7/11).

Diakui Paisal, saat air pasang laut terjadi, air laut naik cepat ke darat dan lambat turun. Salah satu penyebabnya sendimen lumpur di drainase masih tinggi dan banyak drainase yang tersumbat.

"Kami memahami masyarakat sudah jenuh dengan masalah ini. Masyarakat memerlukan eksekusi yahg cepat. Perlu kerja keras. Terutama di Cempedak, Jeruk, Nangka. Di kelurahan Rima Sekampung. Memang saat ini setelah tergenang, air sulit turun," katanya.

Baca Juga:  KAMMI Tuding Ada Drama Kekosongan Kursi Wabup

Dikatakan Paisal, normalisasi Sungai Dumai sebagian existing menuju laut terus dilakukan. Eskavator amphibi yang baru saja dibeli saat ini tengah bekerja menormalisasi Sungai Dumai. Targetnya menggali Sungai Dumai dengan kedalaman 4 hingga 5 meter.

- Advertisement -

Dalam kaitan penanganan genangan air akibat hujan dan pasang air laut, kata Paisal, Pemko Dumai dan DPRD segera mengeksekusi Peraturan Daerah tentang Drainase.

"Perda Drainase ini sangat penting untuk mengatasi genangan air. Karena saat ini masyarakat seenaknya saja membangun jembatan di atas drainase. Bahkan permanen. Ini menyulitkan saat melakukan pembersihan," lanjut Paisal.

- Advertisement -

Perda Drainase itu akan dieksekusi tahun 2022. Dengan adanya Perda Drainase ini, pemilik bangunan harus ikut bertanggungjawab terhadap jembatan permanen yang mereka bangun.

Baca Juga:  Ditanya Ibu Kota Baru, Sejumlah Menteri Pilih Bungkam

"Mulai Januari 2022 Pemko Dumai akan bergerak cepat. Pemko dan DPRD menganggarkan Rp20 miliar untuk infrastruktur jalan dan drainase," tegas Paisal.

Targetnya, pada tahun 2022 tidak ada lagi jalan yang berlubang dan drainase yang tersumbat. Khususnya di kawasan rawan genangan air ketika hujan dan pasang air laut.

"Doakan Covid 19 ini cepat berlalu sehingga kita bisa fokus membangun kota yang kita cintai ini," harap Paisal.(MX12/hen)

Laporan RPG, Dumai

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

DUMAI (RIAUPOS.CO) – TERKAIT penanganan genangan air akibat pasang air laut yang masih terjadi hingga saat ini, Wali Kota Dumai H Paisal SKM MARS, mengakui jika penanganannya belum maksimal.

"Hari ini kami mohon maaf, karena maksimal dalam bekerja. Kami masih mengkaji apa saja kendalanya," kata Paisal saat memberikan sambutan pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Persaudaraan Melayu Membangun Dumai (PMMD) di Balai Sri Bunga Tanjung, Ahad (7/11).

Diakui Paisal, saat air pasang laut terjadi, air laut naik cepat ke darat dan lambat turun. Salah satu penyebabnya sendimen lumpur di drainase masih tinggi dan banyak drainase yang tersumbat.

"Kami memahami masyarakat sudah jenuh dengan masalah ini. Masyarakat memerlukan eksekusi yahg cepat. Perlu kerja keras. Terutama di Cempedak, Jeruk, Nangka. Di kelurahan Rima Sekampung. Memang saat ini setelah tergenang, air sulit turun," katanya.

Baca Juga:  Demokrat: Syarat Vaksin Booster Itu Sama dengan Melarang Mudik

Dikatakan Paisal, normalisasi Sungai Dumai sebagian existing menuju laut terus dilakukan. Eskavator amphibi yang baru saja dibeli saat ini tengah bekerja menormalisasi Sungai Dumai. Targetnya menggali Sungai Dumai dengan kedalaman 4 hingga 5 meter.

Dalam kaitan penanganan genangan air akibat hujan dan pasang air laut, kata Paisal, Pemko Dumai dan DPRD segera mengeksekusi Peraturan Daerah tentang Drainase.

"Perda Drainase ini sangat penting untuk mengatasi genangan air. Karena saat ini masyarakat seenaknya saja membangun jembatan di atas drainase. Bahkan permanen. Ini menyulitkan saat melakukan pembersihan," lanjut Paisal.

Perda Drainase itu akan dieksekusi tahun 2022. Dengan adanya Perda Drainase ini, pemilik bangunan harus ikut bertanggungjawab terhadap jembatan permanen yang mereka bangun.

Baca Juga:  Penerima Kuota Internet Turun 5,3 Juta Orang

"Mulai Januari 2022 Pemko Dumai akan bergerak cepat. Pemko dan DPRD menganggarkan Rp20 miliar untuk infrastruktur jalan dan drainase," tegas Paisal.

Targetnya, pada tahun 2022 tidak ada lagi jalan yang berlubang dan drainase yang tersumbat. Khususnya di kawasan rawan genangan air ketika hujan dan pasang air laut.

"Doakan Covid 19 ini cepat berlalu sehingga kita bisa fokus membangun kota yang kita cintai ini," harap Paisal.(MX12/hen)

Laporan RPG, Dumai

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari