Minggu, 18 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Vaksin Moderna Dihentikan di Tiga Negara Eropa

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tiga negara Eropa menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 Moderna untuk pria di bawah usia 30 tahun. Negara-negara itu yakni Finlandia, Swedia, dan Denmark.

Otoritas kesehatan di Helsinki mengatakan keputusan itu diambil menyusul laporan efek samping kardiovaskular yang langka. Sementara Swedia mengatakan akan berhenti menawarkan suntikan kepada warga berusia di bawah 30 tahun.

Denmark kemudian mengikutinya dengan larangan serupa yakni di bawah 18 tahun. Orang yang telah diberi satu dosis vaksin Moderna akan ditawari alternatif vaksin lain untuk dosis kedua.

"Sebuah studi Nordik yang melibatkan Finlandia, Swedia, Norwegia dan Denmark menemukan bahwa pria di bawah usia 30 tahun yang menerima Moderna Spikevax memiliki risiko sedikit lebih tinggi daripada yang lain mengembangkan miokarditis atau gangguan kardiovaskular," kata Mika Salminen dari lembaga kesehatan Finlandia.

Baca Juga:  Pemprov Riau Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik

Miokarditis adalah peradangan pada otot jantung yang dapat memengaruhi kemampuannya untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan irama jantung yang cepat atau tidak normal. Miokarditis biasanya sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Sebagai tindakan pencegahan, Finlandia sekarang hanya akan memberikan vaksin Pfizer kepada anak laki-laki dan laki-laki usia muda. Denmark telah menggunakan vaksin Pfizer sebagai pilihan utama untuk anak-anak berusia 12 hingga 17 tahun.

"Mengikuti situasi dengan cermat dan bertindak cepat untuk memastikan bahwa vaksinasi Covid-19 selalu seaman mungkin dan memberikan perlindungan yang efektif," kata Kepala ahli epidemiologi Swedia, Anders Tegnell.

Menyusul pengumuman Swedia dan Denmark, juru bicara Moderna mengatakan perusahaan sudah mengetahui keputusan tersebut. Moderna mengklaim biasanya hal itu terjadi karena kasus ringan dan cenderung pulih dalam waktu singkat setelah perawatan dan istirahat.

Baca Juga:  Berenang, Pelajar Tewas Tenggelam di Kolam PDAM

"Risiko miokarditis meningkat secara substansial bagi mereka yang tertular Covid-19, dan vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindunginya," katanya.

Saham Moderna sendiri turun 4,9 persen atau sebesar 16,08 dolar AS. Penurunan menjadi 316,11 dolar AS dalam perdagangan Rabu (6/10) sore akibat hal itu.

Regulator obat-obatan di AS, UE, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan manfaat suntikan Moderna, serta vaksin Pfizer, dalam mencegah Covid-19 lebih besar daripada risikonya. Kedua vaksin didasarkan pada teknologi mRNA, tetapi suntikan Pfizer mengandung 30 mikrogram vaksin per dosis dibandingkan dengan 100 mikrogram dalam vaksin Moderna.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tiga negara Eropa menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 Moderna untuk pria di bawah usia 30 tahun. Negara-negara itu yakni Finlandia, Swedia, dan Denmark.

Otoritas kesehatan di Helsinki mengatakan keputusan itu diambil menyusul laporan efek samping kardiovaskular yang langka. Sementara Swedia mengatakan akan berhenti menawarkan suntikan kepada warga berusia di bawah 30 tahun.

Denmark kemudian mengikutinya dengan larangan serupa yakni di bawah 18 tahun. Orang yang telah diberi satu dosis vaksin Moderna akan ditawari alternatif vaksin lain untuk dosis kedua.

"Sebuah studi Nordik yang melibatkan Finlandia, Swedia, Norwegia dan Denmark menemukan bahwa pria di bawah usia 30 tahun yang menerima Moderna Spikevax memiliki risiko sedikit lebih tinggi daripada yang lain mengembangkan miokarditis atau gangguan kardiovaskular," kata Mika Salminen dari lembaga kesehatan Finlandia.

Baca Juga:  50 Ribu Honorer K2 Lulus PPPK Belum Kantongi NIP

Miokarditis adalah peradangan pada otot jantung yang dapat memengaruhi kemampuannya untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan irama jantung yang cepat atau tidak normal. Miokarditis biasanya sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.

- Advertisement -

Sebagai tindakan pencegahan, Finlandia sekarang hanya akan memberikan vaksin Pfizer kepada anak laki-laki dan laki-laki usia muda. Denmark telah menggunakan vaksin Pfizer sebagai pilihan utama untuk anak-anak berusia 12 hingga 17 tahun.

"Mengikuti situasi dengan cermat dan bertindak cepat untuk memastikan bahwa vaksinasi Covid-19 selalu seaman mungkin dan memberikan perlindungan yang efektif," kata Kepala ahli epidemiologi Swedia, Anders Tegnell.

- Advertisement -

Menyusul pengumuman Swedia dan Denmark, juru bicara Moderna mengatakan perusahaan sudah mengetahui keputusan tersebut. Moderna mengklaim biasanya hal itu terjadi karena kasus ringan dan cenderung pulih dalam waktu singkat setelah perawatan dan istirahat.

Baca Juga:  Beginilah TVRI

"Risiko miokarditis meningkat secara substansial bagi mereka yang tertular Covid-19, dan vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindunginya," katanya.

Saham Moderna sendiri turun 4,9 persen atau sebesar 16,08 dolar AS. Penurunan menjadi 316,11 dolar AS dalam perdagangan Rabu (6/10) sore akibat hal itu.

Regulator obat-obatan di AS, UE, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan manfaat suntikan Moderna, serta vaksin Pfizer, dalam mencegah Covid-19 lebih besar daripada risikonya. Kedua vaksin didasarkan pada teknologi mRNA, tetapi suntikan Pfizer mengandung 30 mikrogram vaksin per dosis dibandingkan dengan 100 mikrogram dalam vaksin Moderna.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tiga negara Eropa menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 Moderna untuk pria di bawah usia 30 tahun. Negara-negara itu yakni Finlandia, Swedia, dan Denmark.

Otoritas kesehatan di Helsinki mengatakan keputusan itu diambil menyusul laporan efek samping kardiovaskular yang langka. Sementara Swedia mengatakan akan berhenti menawarkan suntikan kepada warga berusia di bawah 30 tahun.

Denmark kemudian mengikutinya dengan larangan serupa yakni di bawah 18 tahun. Orang yang telah diberi satu dosis vaksin Moderna akan ditawari alternatif vaksin lain untuk dosis kedua.

"Sebuah studi Nordik yang melibatkan Finlandia, Swedia, Norwegia dan Denmark menemukan bahwa pria di bawah usia 30 tahun yang menerima Moderna Spikevax memiliki risiko sedikit lebih tinggi daripada yang lain mengembangkan miokarditis atau gangguan kardiovaskular," kata Mika Salminen dari lembaga kesehatan Finlandia.

Baca Juga:  Manfaat Minum Kopi untuk Bantu Daya Ingat hingga Belajar

Miokarditis adalah peradangan pada otot jantung yang dapat memengaruhi kemampuannya untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan irama jantung yang cepat atau tidak normal. Miokarditis biasanya sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Sebagai tindakan pencegahan, Finlandia sekarang hanya akan memberikan vaksin Pfizer kepada anak laki-laki dan laki-laki usia muda. Denmark telah menggunakan vaksin Pfizer sebagai pilihan utama untuk anak-anak berusia 12 hingga 17 tahun.

"Mengikuti situasi dengan cermat dan bertindak cepat untuk memastikan bahwa vaksinasi Covid-19 selalu seaman mungkin dan memberikan perlindungan yang efektif," kata Kepala ahli epidemiologi Swedia, Anders Tegnell.

Menyusul pengumuman Swedia dan Denmark, juru bicara Moderna mengatakan perusahaan sudah mengetahui keputusan tersebut. Moderna mengklaim biasanya hal itu terjadi karena kasus ringan dan cenderung pulih dalam waktu singkat setelah perawatan dan istirahat.

Baca Juga:  Tunjangan Kinerja TNI Naik

"Risiko miokarditis meningkat secara substansial bagi mereka yang tertular Covid-19, dan vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindunginya," katanya.

Saham Moderna sendiri turun 4,9 persen atau sebesar 16,08 dolar AS. Penurunan menjadi 316,11 dolar AS dalam perdagangan Rabu (6/10) sore akibat hal itu.

Regulator obat-obatan di AS, UE, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan manfaat suntikan Moderna, serta vaksin Pfizer, dalam mencegah Covid-19 lebih besar daripada risikonya. Kedua vaksin didasarkan pada teknologi mRNA, tetapi suntikan Pfizer mengandung 30 mikrogram vaksin per dosis dibandingkan dengan 100 mikrogram dalam vaksin Moderna.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari