Senin, 7 April 2025
spot_img

Cegah Karhutla, Semua Unsur Harus Bersinergi

SIAK (RIAUPOS.CO) — Untuk mengantisipasi dan menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Siak, Pemkab Siak  melibatkan semua perangkat daerah termasuk perusahaan turun melakukan pencegahan dan dapat bersinergi.

Bupati Siak Alfedri menyampaikan sesuai rapat koordinasi (rakor)  yang di provinsi yakni berdasarkan  analisa BMKG akan terjadi  kemarau dari Februari hingga April. Dan tentunya Pemerintah Siak sudah mengantisipasi terjadi karhutla.

Dikatakan Alfedri, upaya pencegahan dan mengantisipasi karhutla, Pemkab Siak sudah melakukan  rapat koordinasi karhutla dengan melibatkan semua unsur forkopimda,  unsur pimpinan kecamatan sampai ke pimpinan desa, termasuk pihak perusahaan.

"Tentu kita sudah mengantisipasi dan mengadakan rapat koordinasi yang melibatkan seluruh unsur forkopimda, pimpinan kecamatan dan pimpinan desa, termasuk perusahaan sehingga bisa bersinergi untuk mengambil  langkah langkah mengantisipasi karhutla," ujar Bupati, Senin (6/1).

Baca Juga:  Bentuk Karakter lewat Berkuda

Alfedri menyebutkan, pencegahan karhutla yang dilakukan terutama melakukan sosialisasi di lapangan, termasuk juga mengupayakan bagaimana pembahasan gambut dan mempersiapan embung dan kanal bloking.

"Kita berharap camat dan penghulu kampung dan perusahaan agar terus melakukan sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat dan bahaya jika terjadi kebakaran," katanya.

Dibangun embung dan kanal bloking terutama di daerah gambut lanjut Alfedri, sehingga jika terjadi kebakaran ataupun potensi kebakaran tinggi sudah ada embung dan sekat kanal yang dibangun  untuk pencegahan karhutla. Jangan sampai terjadi kebakaran kembali.(wik)

SIAK (RIAUPOS.CO) — Untuk mengantisipasi dan menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Siak, Pemkab Siak  melibatkan semua perangkat daerah termasuk perusahaan turun melakukan pencegahan dan dapat bersinergi.

Bupati Siak Alfedri menyampaikan sesuai rapat koordinasi (rakor)  yang di provinsi yakni berdasarkan  analisa BMKG akan terjadi  kemarau dari Februari hingga April. Dan tentunya Pemerintah Siak sudah mengantisipasi terjadi karhutla.

Dikatakan Alfedri, upaya pencegahan dan mengantisipasi karhutla, Pemkab Siak sudah melakukan  rapat koordinasi karhutla dengan melibatkan semua unsur forkopimda,  unsur pimpinan kecamatan sampai ke pimpinan desa, termasuk pihak perusahaan.

"Tentu kita sudah mengantisipasi dan mengadakan rapat koordinasi yang melibatkan seluruh unsur forkopimda, pimpinan kecamatan dan pimpinan desa, termasuk perusahaan sehingga bisa bersinergi untuk mengambil  langkah langkah mengantisipasi karhutla," ujar Bupati, Senin (6/1).

Baca Juga:  Titik Api Nihil, Tim Satgas Siaga di Lahan Bekas Terbakar

Alfedri menyebutkan, pencegahan karhutla yang dilakukan terutama melakukan sosialisasi di lapangan, termasuk juga mengupayakan bagaimana pembahasan gambut dan mempersiapan embung dan kanal bloking.

"Kita berharap camat dan penghulu kampung dan perusahaan agar terus melakukan sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat dan bahaya jika terjadi kebakaran," katanya.

Dibangun embung dan kanal bloking terutama di daerah gambut lanjut Alfedri, sehingga jika terjadi kebakaran ataupun potensi kebakaran tinggi sudah ada embung dan sekat kanal yang dibangun  untuk pencegahan karhutla. Jangan sampai terjadi kebakaran kembali.(wik)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Cegah Karhutla, Semua Unsur Harus Bersinergi

SIAK (RIAUPOS.CO) — Untuk mengantisipasi dan menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Siak, Pemkab Siak  melibatkan semua perangkat daerah termasuk perusahaan turun melakukan pencegahan dan dapat bersinergi.

Bupati Siak Alfedri menyampaikan sesuai rapat koordinasi (rakor)  yang di provinsi yakni berdasarkan  analisa BMKG akan terjadi  kemarau dari Februari hingga April. Dan tentunya Pemerintah Siak sudah mengantisipasi terjadi karhutla.

Dikatakan Alfedri, upaya pencegahan dan mengantisipasi karhutla, Pemkab Siak sudah melakukan  rapat koordinasi karhutla dengan melibatkan semua unsur forkopimda,  unsur pimpinan kecamatan sampai ke pimpinan desa, termasuk pihak perusahaan.

"Tentu kita sudah mengantisipasi dan mengadakan rapat koordinasi yang melibatkan seluruh unsur forkopimda, pimpinan kecamatan dan pimpinan desa, termasuk perusahaan sehingga bisa bersinergi untuk mengambil  langkah langkah mengantisipasi karhutla," ujar Bupati, Senin (6/1).

Baca Juga:  Jokowi Pamer Indonesia Tak Masuk 10 Besar Negara Pasien Positif Terbanyak di Dunia

Alfedri menyebutkan, pencegahan karhutla yang dilakukan terutama melakukan sosialisasi di lapangan, termasuk juga mengupayakan bagaimana pembahasan gambut dan mempersiapan embung dan kanal bloking.

"Kita berharap camat dan penghulu kampung dan perusahaan agar terus melakukan sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat dan bahaya jika terjadi kebakaran," katanya.

Dibangun embung dan kanal bloking terutama di daerah gambut lanjut Alfedri, sehingga jika terjadi kebakaran ataupun potensi kebakaran tinggi sudah ada embung dan sekat kanal yang dibangun  untuk pencegahan karhutla. Jangan sampai terjadi kebakaran kembali.(wik)

SIAK (RIAUPOS.CO) — Untuk mengantisipasi dan menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Siak, Pemkab Siak  melibatkan semua perangkat daerah termasuk perusahaan turun melakukan pencegahan dan dapat bersinergi.

Bupati Siak Alfedri menyampaikan sesuai rapat koordinasi (rakor)  yang di provinsi yakni berdasarkan  analisa BMKG akan terjadi  kemarau dari Februari hingga April. Dan tentunya Pemerintah Siak sudah mengantisipasi terjadi karhutla.

Dikatakan Alfedri, upaya pencegahan dan mengantisipasi karhutla, Pemkab Siak sudah melakukan  rapat koordinasi karhutla dengan melibatkan semua unsur forkopimda,  unsur pimpinan kecamatan sampai ke pimpinan desa, termasuk pihak perusahaan.

"Tentu kita sudah mengantisipasi dan mengadakan rapat koordinasi yang melibatkan seluruh unsur forkopimda, pimpinan kecamatan dan pimpinan desa, termasuk perusahaan sehingga bisa bersinergi untuk mengambil  langkah langkah mengantisipasi karhutla," ujar Bupati, Senin (6/1).

Baca Juga:  Jokowi Pamer Indonesia Tak Masuk 10 Besar Negara Pasien Positif Terbanyak di Dunia

Alfedri menyebutkan, pencegahan karhutla yang dilakukan terutama melakukan sosialisasi di lapangan, termasuk juga mengupayakan bagaimana pembahasan gambut dan mempersiapan embung dan kanal bloking.

"Kita berharap camat dan penghulu kampung dan perusahaan agar terus melakukan sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat dan bahaya jika terjadi kebakaran," katanya.

Dibangun embung dan kanal bloking terutama di daerah gambut lanjut Alfedri, sehingga jika terjadi kebakaran ataupun potensi kebakaran tinggi sudah ada embung dan sekat kanal yang dibangun  untuk pencegahan karhutla. Jangan sampai terjadi kebakaran kembali.(wik)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari