Rabu, 28 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Uni Eropa Minta Cina Jadi Mediator Dialog Perdamaian Rusia-Ukraina

BRUSSEL (RIAUPOS.CO) – Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, menilai Cina harus menjadi mediator dialog perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Menurutnya, negara Eropa tak dapat memenuhi peran tersebut.

"Tidak ada alternatif lain, harus Cina, saya yakin itu," kata Borrell dalam wawancara bersama media Spanyol, El Mundo, yang dirilis pada Jumat (4/3/2022), seperti dikutip AFP.

"Diplomasi tak hanya dilakukan oleh Eropa atau Amerika. Diplomasi Cina memiliki peran untuk dimainkan saat ini," lanjutnya.

Borrell menyebut pihaknya belum berkomunikasi lebih lanjut dengan pihak Cina, begitu pula sebaliknya. Cina disebut belum berkomunikasi soal peluang menjadi mediator ini.

Menurut Borrell, Uni Eropa dan AS "jelas" tak bisa melakukan mediasi untuk konflik Rusia-Ukraina saat ini. Apalagi, menggunakan kerangka kerja diplomatik empat arah yang melibatkan Rusia, Ukraina, Prancis, dan Jerman yang dikenal sebagai format Normandia.

Baca Juga:  Gerak Cepat, Jasa Raharja Riau Serahkan Santunan di Hari Libur

Merespons invasi yang terjadi kini, Cina terlihat berupaya memasuki dua kubu. Beijing menolak menyebut serangan Moskow sebagai invasi untuk menjaga relasi kedua negara itu.

Namun, Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, sempat menyatakan bahwa negaranya "sangat menyesali konflik yang pecah di Ukraina dan Rusia, dan memperhatikan secara ketat kerugian yang alami warga sipil."

Sementara itu, negosiator Ukraina, David Arakhamia menuturkan bahwa ronde ketiga dialog antara Moskow dan Kiev akan berlangsung pada Senin (7/3) ini.

Sumber: AFP/CNN/Reuters/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

BRUSSEL (RIAUPOS.CO) – Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, menilai Cina harus menjadi mediator dialog perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Menurutnya, negara Eropa tak dapat memenuhi peran tersebut.

"Tidak ada alternatif lain, harus Cina, saya yakin itu," kata Borrell dalam wawancara bersama media Spanyol, El Mundo, yang dirilis pada Jumat (4/3/2022), seperti dikutip AFP.

"Diplomasi tak hanya dilakukan oleh Eropa atau Amerika. Diplomasi Cina memiliki peran untuk dimainkan saat ini," lanjutnya.

Borrell menyebut pihaknya belum berkomunikasi lebih lanjut dengan pihak Cina, begitu pula sebaliknya. Cina disebut belum berkomunikasi soal peluang menjadi mediator ini.

Menurut Borrell, Uni Eropa dan AS "jelas" tak bisa melakukan mediasi untuk konflik Rusia-Ukraina saat ini. Apalagi, menggunakan kerangka kerja diplomatik empat arah yang melibatkan Rusia, Ukraina, Prancis, dan Jerman yang dikenal sebagai format Normandia.

- Advertisement -
Baca Juga:  Komnas HAM Perlihatkan CCTV Tempat Ferdy Sambo dan Brigadir J Tes PCR

Merespons invasi yang terjadi kini, Cina terlihat berupaya memasuki dua kubu. Beijing menolak menyebut serangan Moskow sebagai invasi untuk menjaga relasi kedua negara itu.

Namun, Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, sempat menyatakan bahwa negaranya "sangat menyesali konflik yang pecah di Ukraina dan Rusia, dan memperhatikan secara ketat kerugian yang alami warga sipil."

- Advertisement -

Sementara itu, negosiator Ukraina, David Arakhamia menuturkan bahwa ronde ketiga dialog antara Moskow dan Kiev akan berlangsung pada Senin (7/3) ini.

Sumber: AFP/CNN/Reuters/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BRUSSEL (RIAUPOS.CO) – Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, menilai Cina harus menjadi mediator dialog perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Menurutnya, negara Eropa tak dapat memenuhi peran tersebut.

"Tidak ada alternatif lain, harus Cina, saya yakin itu," kata Borrell dalam wawancara bersama media Spanyol, El Mundo, yang dirilis pada Jumat (4/3/2022), seperti dikutip AFP.

"Diplomasi tak hanya dilakukan oleh Eropa atau Amerika. Diplomasi Cina memiliki peran untuk dimainkan saat ini," lanjutnya.

Borrell menyebut pihaknya belum berkomunikasi lebih lanjut dengan pihak Cina, begitu pula sebaliknya. Cina disebut belum berkomunikasi soal peluang menjadi mediator ini.

Menurut Borrell, Uni Eropa dan AS "jelas" tak bisa melakukan mediasi untuk konflik Rusia-Ukraina saat ini. Apalagi, menggunakan kerangka kerja diplomatik empat arah yang melibatkan Rusia, Ukraina, Prancis, dan Jerman yang dikenal sebagai format Normandia.

Baca Juga:  Paripurna HUT Pekanbaru, 23 Orang Wakil Rakyat Tak Hadir

Merespons invasi yang terjadi kini, Cina terlihat berupaya memasuki dua kubu. Beijing menolak menyebut serangan Moskow sebagai invasi untuk menjaga relasi kedua negara itu.

Namun, Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, sempat menyatakan bahwa negaranya "sangat menyesali konflik yang pecah di Ukraina dan Rusia, dan memperhatikan secara ketat kerugian yang alami warga sipil."

Sementara itu, negosiator Ukraina, David Arakhamia menuturkan bahwa ronde ketiga dialog antara Moskow dan Kiev akan berlangsung pada Senin (7/3) ini.

Sumber: AFP/CNN/Reuters/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari