Jumat, 4 April 2025
spot_img

Kondisi WNI Positif Virus Corona di Singapura Stabil

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi pasien virus corona jenis baru dari Wuhan, Cina, di Singapura. WNI yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) itu diduga tertular dari majikannya. WNI tersebut meminta pihak rumah sakit dan pemerintah Singapura untuk tidak membuka identitasnya.

WNI yang diketahui berjenis kelamin perempuan berusia 44 tahun itu tidak memiliki riwayat pergi ke Wuhan, Cina. Begitupula dengan majikannya. Namun mereka tertular oleh para turis Cina yang datang saat berkunjung ke toko milik majikannya.

"Jadi memang WNI ini enggak mau nama dan identitasnya diinformasikan. Ke keluarganya juga enggak boleh. Dia tertular dari majikannya yang punya toko peralatan obat-obatan," ujar Kepala Seksi Perlindungan TKI Masa Penempatan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Maptuha, dalam konferensi pers, Jumat (7/2).

Baca Juga:  Bakso

Menurut Maptuha, atas permintaan tersebut, Pemerintah Singapura melindungi privasi pasien. Pemerintah Indonesia pun kesulitan mendapatkan data WNI tersebut.

"Namun Singapura telah menunjuk penanggungjawab yang bertindak sebagai penghubung. Yang kami tahu identitasnya itu hanya perempuan, usianya 44 tahun. Bekerja sebagai asisten rumah tangga. Bekerja di toko obat yang sering dikunjungi warga Cina," kata Maptuha.

Meski begitu informasi yang diperoleh oleh pemerintah Indonesia, kondisi WNI tersebut stabil. Dan seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah Singapura.

"Saat ini kondisi WNI tersebut sudah stabil tapi masih dirawat di Singapura untuk terus dipantau di bawah Kemenkes Singapura. Dan terus dipantau oleh KBRI," tegasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Baca Juga:  Soal Fenomena Aphelion, Ini Sebenarnya Yang Terjadi Menurut BMKG

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi pasien virus corona jenis baru dari Wuhan, Cina, di Singapura. WNI yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) itu diduga tertular dari majikannya. WNI tersebut meminta pihak rumah sakit dan pemerintah Singapura untuk tidak membuka identitasnya.

WNI yang diketahui berjenis kelamin perempuan berusia 44 tahun itu tidak memiliki riwayat pergi ke Wuhan, Cina. Begitupula dengan majikannya. Namun mereka tertular oleh para turis Cina yang datang saat berkunjung ke toko milik majikannya.

"Jadi memang WNI ini enggak mau nama dan identitasnya diinformasikan. Ke keluarganya juga enggak boleh. Dia tertular dari majikannya yang punya toko peralatan obat-obatan," ujar Kepala Seksi Perlindungan TKI Masa Penempatan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Maptuha, dalam konferensi pers, Jumat (7/2).

Baca Juga:  Tes SKD Selesai Digelar

Menurut Maptuha, atas permintaan tersebut, Pemerintah Singapura melindungi privasi pasien. Pemerintah Indonesia pun kesulitan mendapatkan data WNI tersebut.

"Namun Singapura telah menunjuk penanggungjawab yang bertindak sebagai penghubung. Yang kami tahu identitasnya itu hanya perempuan, usianya 44 tahun. Bekerja sebagai asisten rumah tangga. Bekerja di toko obat yang sering dikunjungi warga Cina," kata Maptuha.

Meski begitu informasi yang diperoleh oleh pemerintah Indonesia, kondisi WNI tersebut stabil. Dan seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah Singapura.

"Saat ini kondisi WNI tersebut sudah stabil tapi masih dirawat di Singapura untuk terus dipantau di bawah Kemenkes Singapura. Dan terus dipantau oleh KBRI," tegasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Baca Juga:  Soal Fenomena Aphelion, Ini Sebenarnya Yang Terjadi Menurut BMKG

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Kondisi WNI Positif Virus Corona di Singapura Stabil

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi pasien virus corona jenis baru dari Wuhan, Cina, di Singapura. WNI yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) itu diduga tertular dari majikannya. WNI tersebut meminta pihak rumah sakit dan pemerintah Singapura untuk tidak membuka identitasnya.

WNI yang diketahui berjenis kelamin perempuan berusia 44 tahun itu tidak memiliki riwayat pergi ke Wuhan, Cina. Begitupula dengan majikannya. Namun mereka tertular oleh para turis Cina yang datang saat berkunjung ke toko milik majikannya.

"Jadi memang WNI ini enggak mau nama dan identitasnya diinformasikan. Ke keluarganya juga enggak boleh. Dia tertular dari majikannya yang punya toko peralatan obat-obatan," ujar Kepala Seksi Perlindungan TKI Masa Penempatan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Maptuha, dalam konferensi pers, Jumat (7/2).

Baca Juga:  Bupati Apresiasi Tim Satgas Covid-19

Menurut Maptuha, atas permintaan tersebut, Pemerintah Singapura melindungi privasi pasien. Pemerintah Indonesia pun kesulitan mendapatkan data WNI tersebut.

"Namun Singapura telah menunjuk penanggungjawab yang bertindak sebagai penghubung. Yang kami tahu identitasnya itu hanya perempuan, usianya 44 tahun. Bekerja sebagai asisten rumah tangga. Bekerja di toko obat yang sering dikunjungi warga Cina," kata Maptuha.

Meski begitu informasi yang diperoleh oleh pemerintah Indonesia, kondisi WNI tersebut stabil. Dan seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah Singapura.

"Saat ini kondisi WNI tersebut sudah stabil tapi masih dirawat di Singapura untuk terus dipantau di bawah Kemenkes Singapura. Dan terus dipantau oleh KBRI," tegasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Baca Juga:  Tes SKD Selesai Digelar

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi pasien virus corona jenis baru dari Wuhan, Cina, di Singapura. WNI yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) itu diduga tertular dari majikannya. WNI tersebut meminta pihak rumah sakit dan pemerintah Singapura untuk tidak membuka identitasnya.

WNI yang diketahui berjenis kelamin perempuan berusia 44 tahun itu tidak memiliki riwayat pergi ke Wuhan, Cina. Begitupula dengan majikannya. Namun mereka tertular oleh para turis Cina yang datang saat berkunjung ke toko milik majikannya.

"Jadi memang WNI ini enggak mau nama dan identitasnya diinformasikan. Ke keluarganya juga enggak boleh. Dia tertular dari majikannya yang punya toko peralatan obat-obatan," ujar Kepala Seksi Perlindungan TKI Masa Penempatan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Maptuha, dalam konferensi pers, Jumat (7/2).

Baca Juga:  Soal Fenomena Aphelion, Ini Sebenarnya Yang Terjadi Menurut BMKG

Menurut Maptuha, atas permintaan tersebut, Pemerintah Singapura melindungi privasi pasien. Pemerintah Indonesia pun kesulitan mendapatkan data WNI tersebut.

"Namun Singapura telah menunjuk penanggungjawab yang bertindak sebagai penghubung. Yang kami tahu identitasnya itu hanya perempuan, usianya 44 tahun. Bekerja sebagai asisten rumah tangga. Bekerja di toko obat yang sering dikunjungi warga Cina," kata Maptuha.

Meski begitu informasi yang diperoleh oleh pemerintah Indonesia, kondisi WNI tersebut stabil. Dan seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah Singapura.

"Saat ini kondisi WNI tersebut sudah stabil tapi masih dirawat di Singapura untuk terus dipantau di bawah Kemenkes Singapura. Dan terus dipantau oleh KBRI," tegasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Baca Juga:  Bakso

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari