Kamis, 2 April 2026
- Advertisement -

Nasib Amril Mukminin Ditentukan Pekan Depan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Amril Mukminin masih menunggu penentuan nasibnya hingga beberapa hari ke depan. Pasalnya, majelis hakim menunda pembacaan amar putusan terhadap Bupati Bengkalis nonaktif itu. Hal ini, dikarenakan salah satu hakim yang mengadili perkara dugaan suap dan gratifikasi itu tengah sakit. 

Sidang digelar secara virtual dipimpin majelis hakim Lilin Herlina SH MH di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (5/11). Sementara, Amril berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Pekanbaru. Sedangkan, JPU KPK berada di Gedung Merah Putih, Jakarta. 

Pelaksanaan sidang tersebut berlangsung singkat sekitar 10 menit, setelah majelis hakim membuka jalannya persidangan. Dalam kesempatan itu, Lilin Herlina memutuskan untuk menunda pembacaan vonis terdakwa Amril Mukminin. 

Baca Juga:  Izin PUB ACT Dicabut, Ibnu Hajar: Kami Sangat Kaget Keputusan Kemensos

"Karena salah seorang hakim anggota sakit, maka sidang (pembacaan putusan) hari ini (kemarin, red) kami tunda," ujar Lilin Herlina. 

Dengan demikian kata dia, pihaknya akan menjadwalkan ulang pelaksanaan sidang tersebut. Di mana, pembacaan vonis untuk suami dari Kasmarni dilakukan pada pekan depan. 

"Sidang pembacaan isi putusan kita jadwalkan pada Senin (9/11)," sebut Lilin seraya menutup jalannya persidangan. 

Sebelumnya, JPU KPK Feby Dwi Andospendy SH meminta, majelis hakim Pengadilan Tipikor yang memeriksa dan mengadili perkara untuk menolak atau mengenyampingkan seluruh dalil-dalil pembelaan dari terdakwa. Baik yang disampaikan secara pribadi maupun melalui penasehat hukumnya.

Selain itu, mereka juga meminta hakim menyatakan terdakwa, Amril Mukminin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut. Hal itu sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 12 huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP, sebagaimana dakwaan Kesatu-Primair.(rir) 

Baca Juga:  WHO: Varian Corona di Vietnam Bukan Gabungan Inggris-India 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Amril Mukminin masih menunggu penentuan nasibnya hingga beberapa hari ke depan. Pasalnya, majelis hakim menunda pembacaan amar putusan terhadap Bupati Bengkalis nonaktif itu. Hal ini, dikarenakan salah satu hakim yang mengadili perkara dugaan suap dan gratifikasi itu tengah sakit. 

Sidang digelar secara virtual dipimpin majelis hakim Lilin Herlina SH MH di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (5/11). Sementara, Amril berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Pekanbaru. Sedangkan, JPU KPK berada di Gedung Merah Putih, Jakarta. 

Pelaksanaan sidang tersebut berlangsung singkat sekitar 10 menit, setelah majelis hakim membuka jalannya persidangan. Dalam kesempatan itu, Lilin Herlina memutuskan untuk menunda pembacaan vonis terdakwa Amril Mukminin. 

Baca Juga:  Pohon Durian Berusia Dua Abad, Berbuah hingga 1.000 Buah

"Karena salah seorang hakim anggota sakit, maka sidang (pembacaan putusan) hari ini (kemarin, red) kami tunda," ujar Lilin Herlina. 

Dengan demikian kata dia, pihaknya akan menjadwalkan ulang pelaksanaan sidang tersebut. Di mana, pembacaan vonis untuk suami dari Kasmarni dilakukan pada pekan depan. 

- Advertisement -

"Sidang pembacaan isi putusan kita jadwalkan pada Senin (9/11)," sebut Lilin seraya menutup jalannya persidangan. 

Sebelumnya, JPU KPK Feby Dwi Andospendy SH meminta, majelis hakim Pengadilan Tipikor yang memeriksa dan mengadili perkara untuk menolak atau mengenyampingkan seluruh dalil-dalil pembelaan dari terdakwa. Baik yang disampaikan secara pribadi maupun melalui penasehat hukumnya.

- Advertisement -

Selain itu, mereka juga meminta hakim menyatakan terdakwa, Amril Mukminin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut. Hal itu sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 12 huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP, sebagaimana dakwaan Kesatu-Primair.(rir) 

Baca Juga:  Banjir, Proses Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Hadapi Kendala
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Amril Mukminin masih menunggu penentuan nasibnya hingga beberapa hari ke depan. Pasalnya, majelis hakim menunda pembacaan amar putusan terhadap Bupati Bengkalis nonaktif itu. Hal ini, dikarenakan salah satu hakim yang mengadili perkara dugaan suap dan gratifikasi itu tengah sakit. 

Sidang digelar secara virtual dipimpin majelis hakim Lilin Herlina SH MH di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (5/11). Sementara, Amril berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Pekanbaru. Sedangkan, JPU KPK berada di Gedung Merah Putih, Jakarta. 

Pelaksanaan sidang tersebut berlangsung singkat sekitar 10 menit, setelah majelis hakim membuka jalannya persidangan. Dalam kesempatan itu, Lilin Herlina memutuskan untuk menunda pembacaan vonis terdakwa Amril Mukminin. 

Baca Juga:  Tiga Rumah Sakit Rujukan Pasien Positif Corona di Rohul Penuh

"Karena salah seorang hakim anggota sakit, maka sidang (pembacaan putusan) hari ini (kemarin, red) kami tunda," ujar Lilin Herlina. 

Dengan demikian kata dia, pihaknya akan menjadwalkan ulang pelaksanaan sidang tersebut. Di mana, pembacaan vonis untuk suami dari Kasmarni dilakukan pada pekan depan. 

"Sidang pembacaan isi putusan kita jadwalkan pada Senin (9/11)," sebut Lilin seraya menutup jalannya persidangan. 

Sebelumnya, JPU KPK Feby Dwi Andospendy SH meminta, majelis hakim Pengadilan Tipikor yang memeriksa dan mengadili perkara untuk menolak atau mengenyampingkan seluruh dalil-dalil pembelaan dari terdakwa. Baik yang disampaikan secara pribadi maupun melalui penasehat hukumnya.

Selain itu, mereka juga meminta hakim menyatakan terdakwa, Amril Mukminin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut. Hal itu sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 12 huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP, sebagaimana dakwaan Kesatu-Primair.(rir) 

Baca Juga:  Kampar Capai Nilai Tertinggi Pencegahan Stunting di Riau

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari