Senin, 16 Maret 2026
- Advertisement -

548 Orang Konsultasi Soal Virus Corona di RSPI Sulianti Saroso

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ratusan masyarakat telah mendatangi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso untuk berkonsultasi terkait wabah virus Korona. Hingga Jumat (6/3), terdapat 548 warga telah mendatangi posko pemantauan virus corona.

Direktur RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril menyampaikan, mereka yang berkonsultasi ke RSPI dinyatakan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP). Namun, mereka tidak harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

"ODP 548. Kalau ODP rawat jalan ya," kata Syahril di kantornya, Sunter, Jakarta Utara, Jumat (6/3).

Syahril menjelaskan, kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga tidak harus dirawat secara intensif di RSPI Sulianti Saroso. Terlebih, ruang isolasi di RSPI hanya mampu menampung 11 orang pasien suspect korona.

Baca Juga:  Polda Ciptakan Rasa Aman Jelang Ramadan

"Semua pasien yang ODP maupun PDP gratis, enggak usah bayar karena akan di-cover negara," ucap Syahril.

Sementara itu, terkait kondisi dua pasien pertama positif Korona yang juga mendapat perawatan intensif di RSPI, lanjut Syahril, hingga kini kondisinya kian membaik.  "Alhamdulillah, kedua pasien (pasien 1 dan pasien 2, Red) ini kan tidak mempunyai penyakit penyerta. Memang umur ibunya 64 tahun, memang usia itu lebih susah, tapi Alhamdulillah," ucap Syahril.

Syahril pun mengatakan, bahwa hasil pemeriksaan laboratorium telah menunjukkan tidak ada indikator perburukan kondisi. Syahril pun mengharapkan, agar pasien positif korona itu bisa segera sembuh.

"Indikator ini menjadi suatu parameter bagi kita semua. Insyaallah dua pasien ini sembuh," tukas Syahril.

Baca Juga:  Siswa SD Muhammadiyah 019 Bangkinang Kota Sabet Medali Emas OlympicAD 2019

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ratusan masyarakat telah mendatangi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso untuk berkonsultasi terkait wabah virus Korona. Hingga Jumat (6/3), terdapat 548 warga telah mendatangi posko pemantauan virus corona.

Direktur RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril menyampaikan, mereka yang berkonsultasi ke RSPI dinyatakan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP). Namun, mereka tidak harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

"ODP 548. Kalau ODP rawat jalan ya," kata Syahril di kantornya, Sunter, Jakarta Utara, Jumat (6/3).

Syahril menjelaskan, kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga tidak harus dirawat secara intensif di RSPI Sulianti Saroso. Terlebih, ruang isolasi di RSPI hanya mampu menampung 11 orang pasien suspect korona.

Baca Juga:  PA 212 Curiga Ahok Jadi Bos BUMN sebagai Balas Budi dari Jokowi

"Semua pasien yang ODP maupun PDP gratis, enggak usah bayar karena akan di-cover negara," ucap Syahril.

- Advertisement -

Sementara itu, terkait kondisi dua pasien pertama positif Korona yang juga mendapat perawatan intensif di RSPI, lanjut Syahril, hingga kini kondisinya kian membaik.  "Alhamdulillah, kedua pasien (pasien 1 dan pasien 2, Red) ini kan tidak mempunyai penyakit penyerta. Memang umur ibunya 64 tahun, memang usia itu lebih susah, tapi Alhamdulillah," ucap Syahril.

Syahril pun mengatakan, bahwa hasil pemeriksaan laboratorium telah menunjukkan tidak ada indikator perburukan kondisi. Syahril pun mengharapkan, agar pasien positif korona itu bisa segera sembuh.

- Advertisement -

"Indikator ini menjadi suatu parameter bagi kita semua. Insyaallah dua pasien ini sembuh," tukas Syahril.

Baca Juga:  HNW: MPR Bukan Lagi Lembaga Tertinggi di Negara Ini

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ratusan masyarakat telah mendatangi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso untuk berkonsultasi terkait wabah virus Korona. Hingga Jumat (6/3), terdapat 548 warga telah mendatangi posko pemantauan virus corona.

Direktur RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril menyampaikan, mereka yang berkonsultasi ke RSPI dinyatakan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP). Namun, mereka tidak harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

"ODP 548. Kalau ODP rawat jalan ya," kata Syahril di kantornya, Sunter, Jakarta Utara, Jumat (6/3).

Syahril menjelaskan, kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga tidak harus dirawat secara intensif di RSPI Sulianti Saroso. Terlebih, ruang isolasi di RSPI hanya mampu menampung 11 orang pasien suspect korona.

Baca Juga:  Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Formil UU KPK 

"Semua pasien yang ODP maupun PDP gratis, enggak usah bayar karena akan di-cover negara," ucap Syahril.

Sementara itu, terkait kondisi dua pasien pertama positif Korona yang juga mendapat perawatan intensif di RSPI, lanjut Syahril, hingga kini kondisinya kian membaik.  "Alhamdulillah, kedua pasien (pasien 1 dan pasien 2, Red) ini kan tidak mempunyai penyakit penyerta. Memang umur ibunya 64 tahun, memang usia itu lebih susah, tapi Alhamdulillah," ucap Syahril.

Syahril pun mengatakan, bahwa hasil pemeriksaan laboratorium telah menunjukkan tidak ada indikator perburukan kondisi. Syahril pun mengharapkan, agar pasien positif korona itu bisa segera sembuh.

"Indikator ini menjadi suatu parameter bagi kita semua. Insyaallah dua pasien ini sembuh," tukas Syahril.

Baca Juga:  PA 212 Curiga Ahok Jadi Bos BUMN sebagai Balas Budi dari Jokowi

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari