Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Tindak Tegas Kejahatan Karhutla, KLHK Rilis 64 Perusahaan dan Sidik Delapan Korporasi

JAKARTA (RIAUPOS.CO)   — Selain menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Kalimantan dan Sumatera. Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), juga merilis sejumlah pelaku atau dalang dibalik Karhutla.

Pelaku kebakaran hutan dan lahan ini terdiri dari 64 perusahaan baik luar negeri maupun lokal, puluhan tersangka dan jumlah kasus dari masing-masing daerah.

“Mengenai penegakan hukum, sampai dengan saat ini telah dilaksanakan penyegelan oleh KLHK sebanyak 64 perusahaan,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Ruandha Agung Sugadirman pada Konferensi Pers di Media Center KLHK, Jakarta, Jum’at (4/10)

Ruandha mengatakan, dari 64 perusahaan tersebut, 20 perusahaan diantaranya berasal dari luar negeri yakni Singapura, Hongkong dan Malaysia.

Baca Juga:  Bersiap Luncurkan Album di Awal Tahun

Rincian perusahaan itu sendiri, jelas Ruandha, berasal dari 47 unit perkebunan sawit, 13 unit hutan tanaman, satu unit restorasi ekosistem, 3 unit hutan alam dengan luas total area yang terbakar seluas 14.343 hektar.

“Sedangkan kasus Kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Polri, sejumlah 196 kasus,” ungkap Ruandha

Lebih lanjut, ia merincikan kasus Karhutla di Polda Riau sebanyak 52 kasus, 47 orang tersangka dan satu perusahaan. Polda Sumsel ada 18 kasus dengan 27 orang tersangka dan satu perusahaan. Polda Jambi terdapat 10 kasus dan 14 orang tersangka.

Sementara itu, di Polda Kalsel terdapat 4 kasus dengan 4 orang tersangka, Polda Kalteng 57 kasus, 65 orang tersangka dan satu perusahaan, serta Polda Kalbar ditemukan 55 kasus, 61 orang tersangka dengan dua perusahaan. (ADV)

Baca Juga:  Pemerintah Iran Serang Pengunjuk Rasa

JAKARTA (RIAUPOS.CO)   — Selain menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Kalimantan dan Sumatera. Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), juga merilis sejumlah pelaku atau dalang dibalik Karhutla.

Pelaku kebakaran hutan dan lahan ini terdiri dari 64 perusahaan baik luar negeri maupun lokal, puluhan tersangka dan jumlah kasus dari masing-masing daerah.

“Mengenai penegakan hukum, sampai dengan saat ini telah dilaksanakan penyegelan oleh KLHK sebanyak 64 perusahaan,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Ruandha Agung Sugadirman pada Konferensi Pers di Media Center KLHK, Jakarta, Jum’at (4/10)

Ruandha mengatakan, dari 64 perusahaan tersebut, 20 perusahaan diantaranya berasal dari luar negeri yakni Singapura, Hongkong dan Malaysia.

Baca Juga:  Maria Vania Masih Aktif Syuting

Rincian perusahaan itu sendiri, jelas Ruandha, berasal dari 47 unit perkebunan sawit, 13 unit hutan tanaman, satu unit restorasi ekosistem, 3 unit hutan alam dengan luas total area yang terbakar seluas 14.343 hektar.

“Sedangkan kasus Kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Polri, sejumlah 196 kasus,” ungkap Ruandha

Lebih lanjut, ia merincikan kasus Karhutla di Polda Riau sebanyak 52 kasus, 47 orang tersangka dan satu perusahaan. Polda Sumsel ada 18 kasus dengan 27 orang tersangka dan satu perusahaan. Polda Jambi terdapat 10 kasus dan 14 orang tersangka.

Sementara itu, di Polda Kalsel terdapat 4 kasus dengan 4 orang tersangka, Polda Kalteng 57 kasus, 65 orang tersangka dan satu perusahaan, serta Polda Kalbar ditemukan 55 kasus, 61 orang tersangka dengan dua perusahaan. (ADV)

Baca Juga:  Anies Baswedan Ganti Nama Gedung PPOP Ragunan Jadi Greysia-Apriyani
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Tindak Tegas Kejahatan Karhutla, KLHK Rilis 64 Perusahaan dan Sidik Delapan Korporasi

JAKARTA (RIAUPOS.CO)   — Selain menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Kalimantan dan Sumatera. Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), juga merilis sejumlah pelaku atau dalang dibalik Karhutla.

Pelaku kebakaran hutan dan lahan ini terdiri dari 64 perusahaan baik luar negeri maupun lokal, puluhan tersangka dan jumlah kasus dari masing-masing daerah.

“Mengenai penegakan hukum, sampai dengan saat ini telah dilaksanakan penyegelan oleh KLHK sebanyak 64 perusahaan,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Ruandha Agung Sugadirman pada Konferensi Pers di Media Center KLHK, Jakarta, Jum’at (4/10)

Ruandha mengatakan, dari 64 perusahaan tersebut, 20 perusahaan diantaranya berasal dari luar negeri yakni Singapura, Hongkong dan Malaysia.

Baca Juga:  ICW Laporkan Kasus Helikopter: Firli Diduga Terima Gratifikasi Rp141 Juta

Rincian perusahaan itu sendiri, jelas Ruandha, berasal dari 47 unit perkebunan sawit, 13 unit hutan tanaman, satu unit restorasi ekosistem, 3 unit hutan alam dengan luas total area yang terbakar seluas 14.343 hektar.

“Sedangkan kasus Kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Polri, sejumlah 196 kasus,” ungkap Ruandha

Lebih lanjut, ia merincikan kasus Karhutla di Polda Riau sebanyak 52 kasus, 47 orang tersangka dan satu perusahaan. Polda Sumsel ada 18 kasus dengan 27 orang tersangka dan satu perusahaan. Polda Jambi terdapat 10 kasus dan 14 orang tersangka.

Sementara itu, di Polda Kalsel terdapat 4 kasus dengan 4 orang tersangka, Polda Kalteng 57 kasus, 65 orang tersangka dan satu perusahaan, serta Polda Kalbar ditemukan 55 kasus, 61 orang tersangka dengan dua perusahaan. (ADV)

Baca Juga:  Salah Mal

JAKARTA (RIAUPOS.CO)   — Selain menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Kalimantan dan Sumatera. Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), juga merilis sejumlah pelaku atau dalang dibalik Karhutla.

Pelaku kebakaran hutan dan lahan ini terdiri dari 64 perusahaan baik luar negeri maupun lokal, puluhan tersangka dan jumlah kasus dari masing-masing daerah.

“Mengenai penegakan hukum, sampai dengan saat ini telah dilaksanakan penyegelan oleh KLHK sebanyak 64 perusahaan,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Ruandha Agung Sugadirman pada Konferensi Pers di Media Center KLHK, Jakarta, Jum’at (4/10)

Ruandha mengatakan, dari 64 perusahaan tersebut, 20 perusahaan diantaranya berasal dari luar negeri yakni Singapura, Hongkong dan Malaysia.

Baca Juga:  ICW Laporkan Kasus Helikopter: Firli Diduga Terima Gratifikasi Rp141 Juta

Rincian perusahaan itu sendiri, jelas Ruandha, berasal dari 47 unit perkebunan sawit, 13 unit hutan tanaman, satu unit restorasi ekosistem, 3 unit hutan alam dengan luas total area yang terbakar seluas 14.343 hektar.

“Sedangkan kasus Kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Polri, sejumlah 196 kasus,” ungkap Ruandha

Lebih lanjut, ia merincikan kasus Karhutla di Polda Riau sebanyak 52 kasus, 47 orang tersangka dan satu perusahaan. Polda Sumsel ada 18 kasus dengan 27 orang tersangka dan satu perusahaan. Polda Jambi terdapat 10 kasus dan 14 orang tersangka.

Sementara itu, di Polda Kalsel terdapat 4 kasus dengan 4 orang tersangka, Polda Kalteng 57 kasus, 65 orang tersangka dan satu perusahaan, serta Polda Kalbar ditemukan 55 kasus, 61 orang tersangka dengan dua perusahaan. (ADV)

Baca Juga:  Bersiap Luncurkan Album di Awal Tahun
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari