Sabtu, 31 Januari 2026
- Advertisement -

Jokowi Kecewa PLN Tak Punya Perhitungan Matang

JAKARTA (Riaupos.co) – Insiden padamnya listrik di sebagian wilayah Jawa membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram. PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) yang paling bertanggung jawab atas pemadaman itu dinilai tidak memiliki tata kelola manajemen risiko yang baik menghadapi suatu masalah besar. Alhasil, banyak konsumen yang dirugikan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Jokowi saat mendatangi kantor PLN yang berada di bilangan Kebayoran, Jakarta Selatan, Senin (8/4) pagi. Di situ, Jokowi yang datang bersama jajaran kabinet tampak sedikit kesal. Pasalnya, mantan wali kota Surakarta itu tak habis pikir kenapa bisa PLN tidak bisa menyelesaikan masalah dengan cepat.

“Pertanyaan saya bapak ibu semuanya kan orang pinter-pinter. Apalagi urusan listrik dan sudah bertahun tahun. Apakah tidak dihitung atau apakah tidak dikalkukasi kalau akan ada kejadian. Sehingga kita tahu sebelumnya. Kok tahu-tahu drop. Artinya pekerjaan yang ada tidak dihitung, tidak dikalkulasi. Itu betul-betul merugikan kita semuanya,” tegas Jokowi.

Baca Juga:  Ini Cara GP Ansor Rohil Sukseskan Program Ketahanan Pangan

Sebagai perusahaan dengan manajemen besar seperti PLN, Jokowi tak melihat bahwa PLN memiliki tata kelola manajemen risiko yang baik dalam menangani pemadaman listrik, kemarin (3/8). Yang ada, PLN dinilai lamban untuk menyelesaikan masalah pemadaman listrik di sebagian Jawa itu. “Pertanyaan saya kenapa itu tidak bekerja dengan cepat dan dengan baik?” tegasnya.

Jokowi mengatakan, kejadian tersebut tidak hanya merusak nama baik atau reputasi PLN sebagai operator yang diutus negara untuk mengelola kelistrikan. Lebih jauh dari itu, masyarakat dan khalayak luas juga dirugikan atas kejadian ini. Apalagi pemadaman listrik itu juga berimbas pada sektor transportasi massal.

“Pelayanan transportasi umum sangat berbahaya sekali, MRT misalnya. Kalau ada hal yang kurang ya blak blakan saja. Sehingga bisa diselesaikan dan tidak terjadi lagi untuk masa masa yang akan datang,” tandasnya.(jpg)

Baca Juga:  Ambon Diguncang Gempa, 20 Orang Tewas

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwir

JAKARTA (Riaupos.co) – Insiden padamnya listrik di sebagian wilayah Jawa membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram. PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) yang paling bertanggung jawab atas pemadaman itu dinilai tidak memiliki tata kelola manajemen risiko yang baik menghadapi suatu masalah besar. Alhasil, banyak konsumen yang dirugikan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Jokowi saat mendatangi kantor PLN yang berada di bilangan Kebayoran, Jakarta Selatan, Senin (8/4) pagi. Di situ, Jokowi yang datang bersama jajaran kabinet tampak sedikit kesal. Pasalnya, mantan wali kota Surakarta itu tak habis pikir kenapa bisa PLN tidak bisa menyelesaikan masalah dengan cepat.

“Pertanyaan saya bapak ibu semuanya kan orang pinter-pinter. Apalagi urusan listrik dan sudah bertahun tahun. Apakah tidak dihitung atau apakah tidak dikalkukasi kalau akan ada kejadian. Sehingga kita tahu sebelumnya. Kok tahu-tahu drop. Artinya pekerjaan yang ada tidak dihitung, tidak dikalkulasi. Itu betul-betul merugikan kita semuanya,” tegas Jokowi.

Baca Juga:  Dihajar Rusia, Kota Kecil di Ukraina Ini Krisis Listrik, Air, dan Kereta

Sebagai perusahaan dengan manajemen besar seperti PLN, Jokowi tak melihat bahwa PLN memiliki tata kelola manajemen risiko yang baik dalam menangani pemadaman listrik, kemarin (3/8). Yang ada, PLN dinilai lamban untuk menyelesaikan masalah pemadaman listrik di sebagian Jawa itu. “Pertanyaan saya kenapa itu tidak bekerja dengan cepat dan dengan baik?” tegasnya.

Jokowi mengatakan, kejadian tersebut tidak hanya merusak nama baik atau reputasi PLN sebagai operator yang diutus negara untuk mengelola kelistrikan. Lebih jauh dari itu, masyarakat dan khalayak luas juga dirugikan atas kejadian ini. Apalagi pemadaman listrik itu juga berimbas pada sektor transportasi massal.

- Advertisement -

“Pelayanan transportasi umum sangat berbahaya sekali, MRT misalnya. Kalau ada hal yang kurang ya blak blakan saja. Sehingga bisa diselesaikan dan tidak terjadi lagi untuk masa masa yang akan datang,” tandasnya.(jpg)

Baca Juga:  Airlangga: Isra Mikraj Momentum Merawat Kepercayaan antar Sesama

Sumber: Jawapos.com

- Advertisement -

Editor: Edwir

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (Riaupos.co) – Insiden padamnya listrik di sebagian wilayah Jawa membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram. PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) yang paling bertanggung jawab atas pemadaman itu dinilai tidak memiliki tata kelola manajemen risiko yang baik menghadapi suatu masalah besar. Alhasil, banyak konsumen yang dirugikan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Jokowi saat mendatangi kantor PLN yang berada di bilangan Kebayoran, Jakarta Selatan, Senin (8/4) pagi. Di situ, Jokowi yang datang bersama jajaran kabinet tampak sedikit kesal. Pasalnya, mantan wali kota Surakarta itu tak habis pikir kenapa bisa PLN tidak bisa menyelesaikan masalah dengan cepat.

“Pertanyaan saya bapak ibu semuanya kan orang pinter-pinter. Apalagi urusan listrik dan sudah bertahun tahun. Apakah tidak dihitung atau apakah tidak dikalkukasi kalau akan ada kejadian. Sehingga kita tahu sebelumnya. Kok tahu-tahu drop. Artinya pekerjaan yang ada tidak dihitung, tidak dikalkulasi. Itu betul-betul merugikan kita semuanya,” tegas Jokowi.

Baca Juga:  Ada Potensi Perguruan Tinggi Turun Grade

Sebagai perusahaan dengan manajemen besar seperti PLN, Jokowi tak melihat bahwa PLN memiliki tata kelola manajemen risiko yang baik dalam menangani pemadaman listrik, kemarin (3/8). Yang ada, PLN dinilai lamban untuk menyelesaikan masalah pemadaman listrik di sebagian Jawa itu. “Pertanyaan saya kenapa itu tidak bekerja dengan cepat dan dengan baik?” tegasnya.

Jokowi mengatakan, kejadian tersebut tidak hanya merusak nama baik atau reputasi PLN sebagai operator yang diutus negara untuk mengelola kelistrikan. Lebih jauh dari itu, masyarakat dan khalayak luas juga dirugikan atas kejadian ini. Apalagi pemadaman listrik itu juga berimbas pada sektor transportasi massal.

“Pelayanan transportasi umum sangat berbahaya sekali, MRT misalnya. Kalau ada hal yang kurang ya blak blakan saja. Sehingga bisa diselesaikan dan tidak terjadi lagi untuk masa masa yang akan datang,” tandasnya.(jpg)

Baca Juga:  Ketua MPR Minta M Nuh, Pemenang Lelang Motor Jokowi Rp2,5 M Dibebaskan

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwir

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari