Rabu, 9 April 2025
spot_img

Covid-19 Varian Delta Hambat Pemulihan Perekonomian

JAKARTA (RIAU POS.CO) – Kemunculan Covid-19 varian Delta kembali menghambat aktivitas masyarakat dan pemulihan perekonomian. Oleh sebab itu, pemerintah terus berupaya menangani Covid-19 varian Delta yang penyebarannya cepat dan meluas.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemulihan ekonomi terpaksa tertunda oleh kehadiran Covid-19 varian Delta ini. Sehingga, pemerintah kembali harus melakukan penyesuaian melalui berbagai kebijakan.

“Kita dijeda oleh varian Delta ini yang mengharuskan kita melakukan adjustment atau penyesuaian yang berpengaruh terhadap momentum ekonomi,” ujarnya secara virtual, Rabu (4/8/2021).

Meskipun demikian, Sri Mulyani tetap optimistis Indonesia dapat melewati badai pandemi dan pemulihan ekonomi juga dapat terwujud. Pemerintah sendiri telah melakukan berbagai langkah untuk menahan dan mengatasi pandemi Covid-19 yang sempat mencatatkan rekor kasus karena varian Delta.

Baca Juga:  91 Juta Data Akun Tokopedia yang Bocor Sudah Disebar di Forum Internet

Salah satunya, lanjutnya, pemerintah terus mempercepat program vaksinasi secara masif bagi seluruh masyarakat. Harapannya, Indonesia dapat mencapai kekebalan tubuh secara komunal dengan cepat.

"Pemerintah telah melakukan vaksinasi secara masif saat pasokan vaksinnya sudah ada di Indonesia sehingga trade off antara pergerakan masyarakat dengan penyebaran Covid bisa dikurangi atau bahkan diputus,” ungkapnya.

Sri Mulyani menambahkan, pihaknya selaku bendahara negara akan terus bekerja keras untuk mengatasi pandemi Covid-19. Hal itu tecermin dari anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penanganan Covid-19 yang terus meningkat terutama untuk kesehatan.

 

Sri Mulyani mengungkapkan, anggaran PEN tahun ini juga ditingkatkan dari Rp699 triliun menjadi Rp744,7 triliun dimana sebagian besar dialokasikan ke sektor kesehatan.

Baca Juga:  Tak Ada Larangan Mobilitas saat Iduladha

“APBN kita bekerja luar biasa keras dalam menghadapi Covid,” pungkasnya.

 

 

Sumber: Jawa Pos.com

 

Editor: Erwan Sani

JAKARTA (RIAU POS.CO) – Kemunculan Covid-19 varian Delta kembali menghambat aktivitas masyarakat dan pemulihan perekonomian. Oleh sebab itu, pemerintah terus berupaya menangani Covid-19 varian Delta yang penyebarannya cepat dan meluas.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemulihan ekonomi terpaksa tertunda oleh kehadiran Covid-19 varian Delta ini. Sehingga, pemerintah kembali harus melakukan penyesuaian melalui berbagai kebijakan.

“Kita dijeda oleh varian Delta ini yang mengharuskan kita melakukan adjustment atau penyesuaian yang berpengaruh terhadap momentum ekonomi,” ujarnya secara virtual, Rabu (4/8/2021).

Meskipun demikian, Sri Mulyani tetap optimistis Indonesia dapat melewati badai pandemi dan pemulihan ekonomi juga dapat terwujud. Pemerintah sendiri telah melakukan berbagai langkah untuk menahan dan mengatasi pandemi Covid-19 yang sempat mencatatkan rekor kasus karena varian Delta.

Baca Juga:  91 Juta Data Akun Tokopedia yang Bocor Sudah Disebar di Forum Internet

Salah satunya, lanjutnya, pemerintah terus mempercepat program vaksinasi secara masif bagi seluruh masyarakat. Harapannya, Indonesia dapat mencapai kekebalan tubuh secara komunal dengan cepat.

"Pemerintah telah melakukan vaksinasi secara masif saat pasokan vaksinnya sudah ada di Indonesia sehingga trade off antara pergerakan masyarakat dengan penyebaran Covid bisa dikurangi atau bahkan diputus,” ungkapnya.

Sri Mulyani menambahkan, pihaknya selaku bendahara negara akan terus bekerja keras untuk mengatasi pandemi Covid-19. Hal itu tecermin dari anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penanganan Covid-19 yang terus meningkat terutama untuk kesehatan.

 

Sri Mulyani mengungkapkan, anggaran PEN tahun ini juga ditingkatkan dari Rp699 triliun menjadi Rp744,7 triliun dimana sebagian besar dialokasikan ke sektor kesehatan.

Baca Juga:  Terduga Teroris Diduga Perempuan Tewas di Parkiran Mabes Polri

“APBN kita bekerja luar biasa keras dalam menghadapi Covid,” pungkasnya.

 

 

Sumber: Jawa Pos.com

 

Editor: Erwan Sani

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Covid-19 Varian Delta Hambat Pemulihan Perekonomian

JAKARTA (RIAU POS.CO) – Kemunculan Covid-19 varian Delta kembali menghambat aktivitas masyarakat dan pemulihan perekonomian. Oleh sebab itu, pemerintah terus berupaya menangani Covid-19 varian Delta yang penyebarannya cepat dan meluas.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemulihan ekonomi terpaksa tertunda oleh kehadiran Covid-19 varian Delta ini. Sehingga, pemerintah kembali harus melakukan penyesuaian melalui berbagai kebijakan.

“Kita dijeda oleh varian Delta ini yang mengharuskan kita melakukan adjustment atau penyesuaian yang berpengaruh terhadap momentum ekonomi,” ujarnya secara virtual, Rabu (4/8/2021).

Meskipun demikian, Sri Mulyani tetap optimistis Indonesia dapat melewati badai pandemi dan pemulihan ekonomi juga dapat terwujud. Pemerintah sendiri telah melakukan berbagai langkah untuk menahan dan mengatasi pandemi Covid-19 yang sempat mencatatkan rekor kasus karena varian Delta.

Baca Juga:  Tak Ada Larangan Mobilitas saat Iduladha

Salah satunya, lanjutnya, pemerintah terus mempercepat program vaksinasi secara masif bagi seluruh masyarakat. Harapannya, Indonesia dapat mencapai kekebalan tubuh secara komunal dengan cepat.

"Pemerintah telah melakukan vaksinasi secara masif saat pasokan vaksinnya sudah ada di Indonesia sehingga trade off antara pergerakan masyarakat dengan penyebaran Covid bisa dikurangi atau bahkan diputus,” ungkapnya.

Sri Mulyani menambahkan, pihaknya selaku bendahara negara akan terus bekerja keras untuk mengatasi pandemi Covid-19. Hal itu tecermin dari anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penanganan Covid-19 yang terus meningkat terutama untuk kesehatan.

 

Sri Mulyani mengungkapkan, anggaran PEN tahun ini juga ditingkatkan dari Rp699 triliun menjadi Rp744,7 triliun dimana sebagian besar dialokasikan ke sektor kesehatan.

Baca Juga:  Jaringan 5G sebelum 2024

“APBN kita bekerja luar biasa keras dalam menghadapi Covid,” pungkasnya.

 

 

Sumber: Jawa Pos.com

 

Editor: Erwan Sani

JAKARTA (RIAU POS.CO) – Kemunculan Covid-19 varian Delta kembali menghambat aktivitas masyarakat dan pemulihan perekonomian. Oleh sebab itu, pemerintah terus berupaya menangani Covid-19 varian Delta yang penyebarannya cepat dan meluas.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemulihan ekonomi terpaksa tertunda oleh kehadiran Covid-19 varian Delta ini. Sehingga, pemerintah kembali harus melakukan penyesuaian melalui berbagai kebijakan.

“Kita dijeda oleh varian Delta ini yang mengharuskan kita melakukan adjustment atau penyesuaian yang berpengaruh terhadap momentum ekonomi,” ujarnya secara virtual, Rabu (4/8/2021).

Meskipun demikian, Sri Mulyani tetap optimistis Indonesia dapat melewati badai pandemi dan pemulihan ekonomi juga dapat terwujud. Pemerintah sendiri telah melakukan berbagai langkah untuk menahan dan mengatasi pandemi Covid-19 yang sempat mencatatkan rekor kasus karena varian Delta.

Baca Juga:  Seorang Calon Haji Embarkasi Jakarta Wafat di Madinah

Salah satunya, lanjutnya, pemerintah terus mempercepat program vaksinasi secara masif bagi seluruh masyarakat. Harapannya, Indonesia dapat mencapai kekebalan tubuh secara komunal dengan cepat.

"Pemerintah telah melakukan vaksinasi secara masif saat pasokan vaksinnya sudah ada di Indonesia sehingga trade off antara pergerakan masyarakat dengan penyebaran Covid bisa dikurangi atau bahkan diputus,” ungkapnya.

Sri Mulyani menambahkan, pihaknya selaku bendahara negara akan terus bekerja keras untuk mengatasi pandemi Covid-19. Hal itu tecermin dari anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penanganan Covid-19 yang terus meningkat terutama untuk kesehatan.

 

Sri Mulyani mengungkapkan, anggaran PEN tahun ini juga ditingkatkan dari Rp699 triliun menjadi Rp744,7 triliun dimana sebagian besar dialokasikan ke sektor kesehatan.

Baca Juga:  Nadiem Didesak Terbitkan Regulasi Pengangkatan Guru Honorer Jadi PPPK

“APBN kita bekerja luar biasa keras dalam menghadapi Covid,” pungkasnya.

 

 

Sumber: Jawa Pos.com

 

Editor: Erwan Sani

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari