Rabu, 22 April 2026
- Advertisement -

Pintu

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Lia pergi menginap di rumah sahabatnya. Karena ia tinggal sendirian dalam satu kamar di rumah kos, ia pun mengunci rapat-rapat untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

Keesokan harinya, Lia pulang ke kosnya. Namun saat hendak masuk ke dalam kamarnya, ia tidak menemukan kunci pintu. Ia mengobrak-abrik isi tasnya untuk menemukan kunci, meskipun hasilnya nihil.

Ia pun berinisiatif menelepon sahabatnya. Ia berpikir bisa jadi kunci tertinggal saat ia menginap. Kendati demikian, sahabat Lia mengaku tidak menemukan kunci Lia di rumahnya.

Pintu kamar Lia terbuat dari triplek yang disulap kenjadi pintu. Gagangnya pun sudah hampir rusak, namun tetap dapat mengunci pintu dengan baik. Lia berpikir pintunya yang rapuh tersebut akan mudah didobrak jika ia berusaha.

Baca Juga:  Abadi dalam Buku Kepemimpinan Militer

Akhirnya ia pun mendobrak pintu. Sekali, dua kali, hingga beberapa kali Lia mendobrak menggunakan badannya, menendangnya namun tak membuahkan hasil.

"Alamak…!! Sudah kunci hilang, bahu sakit, kaki linu, masih tak kebuka juga pintunya,"ujarnya kesal.

Karena lelah, ia pun memutuskan untuk mendatangi tukang kunci terdekat.(anf)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Lia pergi menginap di rumah sahabatnya. Karena ia tinggal sendirian dalam satu kamar di rumah kos, ia pun mengunci rapat-rapat untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

Keesokan harinya, Lia pulang ke kosnya. Namun saat hendak masuk ke dalam kamarnya, ia tidak menemukan kunci pintu. Ia mengobrak-abrik isi tasnya untuk menemukan kunci, meskipun hasilnya nihil.

Ia pun berinisiatif menelepon sahabatnya. Ia berpikir bisa jadi kunci tertinggal saat ia menginap. Kendati demikian, sahabat Lia mengaku tidak menemukan kunci Lia di rumahnya.

Pintu kamar Lia terbuat dari triplek yang disulap kenjadi pintu. Gagangnya pun sudah hampir rusak, namun tetap dapat mengunci pintu dengan baik. Lia berpikir pintunya yang rapuh tersebut akan mudah didobrak jika ia berusaha.

Baca Juga:  Massa Bakal Sambut Habib Rizieq di Bandara Soeta

Akhirnya ia pun mendobrak pintu. Sekali, dua kali, hingga beberapa kali Lia mendobrak menggunakan badannya, menendangnya namun tak membuahkan hasil.

- Advertisement -

"Alamak…!! Sudah kunci hilang, bahu sakit, kaki linu, masih tak kebuka juga pintunya,"ujarnya kesal.

Karena lelah, ia pun memutuskan untuk mendatangi tukang kunci terdekat.(anf)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Lia pergi menginap di rumah sahabatnya. Karena ia tinggal sendirian dalam satu kamar di rumah kos, ia pun mengunci rapat-rapat untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

Keesokan harinya, Lia pulang ke kosnya. Namun saat hendak masuk ke dalam kamarnya, ia tidak menemukan kunci pintu. Ia mengobrak-abrik isi tasnya untuk menemukan kunci, meskipun hasilnya nihil.

Ia pun berinisiatif menelepon sahabatnya. Ia berpikir bisa jadi kunci tertinggal saat ia menginap. Kendati demikian, sahabat Lia mengaku tidak menemukan kunci Lia di rumahnya.

Pintu kamar Lia terbuat dari triplek yang disulap kenjadi pintu. Gagangnya pun sudah hampir rusak, namun tetap dapat mengunci pintu dengan baik. Lia berpikir pintunya yang rapuh tersebut akan mudah didobrak jika ia berusaha.

Baca Juga:  Perbuatan Biadab Reynhard Sinaga, Kampus UI Kutuk Keras

Akhirnya ia pun mendobrak pintu. Sekali, dua kali, hingga beberapa kali Lia mendobrak menggunakan badannya, menendangnya namun tak membuahkan hasil.

"Alamak…!! Sudah kunci hilang, bahu sakit, kaki linu, masih tak kebuka juga pintunya,"ujarnya kesal.

Karena lelah, ia pun memutuskan untuk mendatangi tukang kunci terdekat.(anf)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari