Sabtu, 5 April 2025
spot_img

IPW: Presiden Harus Abaikan Fitnah ke Pansel Capim KPK

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, Presiden Jokowi tidak perlu menanggapi fitnah dan pergunjingan sejumlah pihak terhadap panitia seleksi (pansel) maupun calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sebab, fitnah yang mereka lontarkan itu tanpa ada bukti nyata, selain wujud kebencian tingkat tinggi terhadap capim dari unsur Polri,” kata Neta, Senin (2/9).

IPW berharap, begitu menerima 10 nama calon dari Pansel Capim KPK sore ini, presiden segera menetapkan lima orang untuk diserahkan ke parlemen agar bisa dilakukan uji kepatutan di Komisi III DPR. Dia menegaskan Presiden Jokowi harus percaya penuh pada pansel. Sebab Pansel Capim KPK dibentuk oleh keputusan presiden (keppres).

Baca Juga:  Inggris Setujui Molnupiravir untuk Isoman

“Sehingga pansel adalah kepanjangan tangan presiden yang sudah dipercaya oleh presiden untuk melakukan proses seleksi capim KPK,” paparnya.

Menurut Neta, selama beberapa bulan ini pansel sudah melakukan proses seleksi. Akhir dari seleksi itu, pansel memilih 10 figur terbaik dan diserahkan kepada presiden. Presiden nantinya akan menyerahkan lima nama ke Komisi III DPR untuk dilakukan uji kepatutan dan sekaligus memilih siapa yang akan menjadi ketua KPK.

“Artinya, pansel hanya membantu presiden dalam melakukan proses seleksi capim dan keputusan terakhir ada di presiden dan Komisi III,” ujarnya.

Dia menambahkan, terlepas dari munculnya pro kontra, siapa pun yang dipilih untuk menjadi 10 besar capim KPK yang diserahkan ke presiden, menjadi keputusan mutlak pansel. “Sebab pansel adalah orang-orang pilihan yang sudah diberi wewenang presiden dengan keppres,” tegasnya.

Baca Juga:  Tim Pengabdian Unri Gelar Pelatihan Deteksi Stunting

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, Presiden Jokowi tidak perlu menanggapi fitnah dan pergunjingan sejumlah pihak terhadap panitia seleksi (pansel) maupun calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sebab, fitnah yang mereka lontarkan itu tanpa ada bukti nyata, selain wujud kebencian tingkat tinggi terhadap capim dari unsur Polri,” kata Neta, Senin (2/9).

IPW berharap, begitu menerima 10 nama calon dari Pansel Capim KPK sore ini, presiden segera menetapkan lima orang untuk diserahkan ke parlemen agar bisa dilakukan uji kepatutan di Komisi III DPR. Dia menegaskan Presiden Jokowi harus percaya penuh pada pansel. Sebab Pansel Capim KPK dibentuk oleh keputusan presiden (keppres).

Baca Juga:  Tak Sesuai Harapan

“Sehingga pansel adalah kepanjangan tangan presiden yang sudah dipercaya oleh presiden untuk melakukan proses seleksi capim KPK,” paparnya.

Menurut Neta, selama beberapa bulan ini pansel sudah melakukan proses seleksi. Akhir dari seleksi itu, pansel memilih 10 figur terbaik dan diserahkan kepada presiden. Presiden nantinya akan menyerahkan lima nama ke Komisi III DPR untuk dilakukan uji kepatutan dan sekaligus memilih siapa yang akan menjadi ketua KPK.

“Artinya, pansel hanya membantu presiden dalam melakukan proses seleksi capim dan keputusan terakhir ada di presiden dan Komisi III,” ujarnya.

Dia menambahkan, terlepas dari munculnya pro kontra, siapa pun yang dipilih untuk menjadi 10 besar capim KPK yang diserahkan ke presiden, menjadi keputusan mutlak pansel. “Sebab pansel adalah orang-orang pilihan yang sudah diberi wewenang presiden dengan keppres,” tegasnya.

Baca Juga:  Pakar Teliti Kubah Masjid Agung Demak

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

IPW: Presiden Harus Abaikan Fitnah ke Pansel Capim KPK

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, Presiden Jokowi tidak perlu menanggapi fitnah dan pergunjingan sejumlah pihak terhadap panitia seleksi (pansel) maupun calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sebab, fitnah yang mereka lontarkan itu tanpa ada bukti nyata, selain wujud kebencian tingkat tinggi terhadap capim dari unsur Polri,” kata Neta, Senin (2/9).

IPW berharap, begitu menerima 10 nama calon dari Pansel Capim KPK sore ini, presiden segera menetapkan lima orang untuk diserahkan ke parlemen agar bisa dilakukan uji kepatutan di Komisi III DPR. Dia menegaskan Presiden Jokowi harus percaya penuh pada pansel. Sebab Pansel Capim KPK dibentuk oleh keputusan presiden (keppres).

Baca Juga:  Tim Pengabdian Unri Gelar Pelatihan Deteksi Stunting

“Sehingga pansel adalah kepanjangan tangan presiden yang sudah dipercaya oleh presiden untuk melakukan proses seleksi capim KPK,” paparnya.

Menurut Neta, selama beberapa bulan ini pansel sudah melakukan proses seleksi. Akhir dari seleksi itu, pansel memilih 10 figur terbaik dan diserahkan kepada presiden. Presiden nantinya akan menyerahkan lima nama ke Komisi III DPR untuk dilakukan uji kepatutan dan sekaligus memilih siapa yang akan menjadi ketua KPK.

“Artinya, pansel hanya membantu presiden dalam melakukan proses seleksi capim dan keputusan terakhir ada di presiden dan Komisi III,” ujarnya.

Dia menambahkan, terlepas dari munculnya pro kontra, siapa pun yang dipilih untuk menjadi 10 besar capim KPK yang diserahkan ke presiden, menjadi keputusan mutlak pansel. “Sebab pansel adalah orang-orang pilihan yang sudah diberi wewenang presiden dengan keppres,” tegasnya.

Baca Juga:  Inggris Setujui Molnupiravir untuk Isoman

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, Presiden Jokowi tidak perlu menanggapi fitnah dan pergunjingan sejumlah pihak terhadap panitia seleksi (pansel) maupun calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sebab, fitnah yang mereka lontarkan itu tanpa ada bukti nyata, selain wujud kebencian tingkat tinggi terhadap capim dari unsur Polri,” kata Neta, Senin (2/9).

IPW berharap, begitu menerima 10 nama calon dari Pansel Capim KPK sore ini, presiden segera menetapkan lima orang untuk diserahkan ke parlemen agar bisa dilakukan uji kepatutan di Komisi III DPR. Dia menegaskan Presiden Jokowi harus percaya penuh pada pansel. Sebab Pansel Capim KPK dibentuk oleh keputusan presiden (keppres).

Baca Juga:  Cina Rampungkan Uji Klinis Fase Kedua Calon Vaksin Corona

“Sehingga pansel adalah kepanjangan tangan presiden yang sudah dipercaya oleh presiden untuk melakukan proses seleksi capim KPK,” paparnya.

Menurut Neta, selama beberapa bulan ini pansel sudah melakukan proses seleksi. Akhir dari seleksi itu, pansel memilih 10 figur terbaik dan diserahkan kepada presiden. Presiden nantinya akan menyerahkan lima nama ke Komisi III DPR untuk dilakukan uji kepatutan dan sekaligus memilih siapa yang akan menjadi ketua KPK.

“Artinya, pansel hanya membantu presiden dalam melakukan proses seleksi capim dan keputusan terakhir ada di presiden dan Komisi III,” ujarnya.

Dia menambahkan, terlepas dari munculnya pro kontra, siapa pun yang dipilih untuk menjadi 10 besar capim KPK yang diserahkan ke presiden, menjadi keputusan mutlak pansel. “Sebab pansel adalah orang-orang pilihan yang sudah diberi wewenang presiden dengan keppres,” tegasnya.

Baca Juga:  Alhamdulillah, 14 Ribu Jamaah Haji Prioritas Vaksinasi Covid-19

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari