Sabtu, 31 Januari 2026
- Advertisement -

Gempa 6,9 SR di Laut Samudera Hindia Masuk Kategori Dangkal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah diakhiri peringatan dini tsunami yang terpusat di Laut Samudera Hindia Selatan pada pukul 21.35 WIB. Gempa bumi yang semula ditaksir bermagnitudo 7,4 skala richter (SR) setelah dilakukan pemutakhiran menjadi berkekuatan 6,9 SR.

"Hasil analisis BMKG berkekuatan 7,4 SR yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi berkuatan 6,9 SR," kata Kepala BMKG Dwikorita di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (28/7) malam.

Dwikorita menjelaskan, gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 19.35 WIB termasuk ke dalam gempa bumi dangkal. Tepatnya berlokasi di laut pada kedalaman 4,8 kilometer pada jarak 164 kilometer arah barat daya Kota Pandeglang, Banten.

Baca Juga:  Kejagung Sebut Total Kerugian Negara dalam Kasus CPO Capai Rp20 T

"Gempa bumi dangkal terjadi akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia," ucap Dwikorita.

Hingga pukul 21.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya gempa bumi susulan. Bahkan tidak ada pergerakan muka air laut yang signifikan.

"Berdasarkan monitoring muka air laut melalui alat pantau pasang surut muka air laut, tidak ada indikasi perubahan muka kaut yang signifikan," tegas Dwikorita.

Namun, gempa bumi tersebut dirasakan hingga sejumlah daerah seperti Liwa, Tanggamus, Bandar Lampung, Krui, Pandeglang, Sukabumi dengan intensitas guncangan IV-V MMI.

Getaran juga diraskaan di Bengkulu, Parung, Bogor Barat, Bandung, Kediri, Karang Kates, Buleleng, Lombok Barat dan Sumbawa barat dengan tingkat guncangan skala II MMI. "Dirasakan beberapa orang dan benda ringan bergoyang," ucap Dwikorita.

Baca Juga:  Ini Daftar Pasien Corona di Indonesia

Kendati demikian, hingga saat ini BMKG belum melakukan pemantauan terkait jatuhnya korban dari gempa bumi berkekuatan 6,9 SR. Menurutnya, BNPB melalui BPPBD setempat akan langsung melakukan pemantauan terkait korban di wilayah dari dekatnya lokasi pusat gempa.

Sehubungan peringatan dini tsunami dinyatakan telah berakhir, maka bagi masyarakat yang mendapatkan peringatan dini tsunami bisa kembali ke tempatnya masing-masing. "Namun masyarakat tetap waspada terhadap gempa bumi susulan," pungkasnya.
Sumber : JPG
Editor : Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah diakhiri peringatan dini tsunami yang terpusat di Laut Samudera Hindia Selatan pada pukul 21.35 WIB. Gempa bumi yang semula ditaksir bermagnitudo 7,4 skala richter (SR) setelah dilakukan pemutakhiran menjadi berkekuatan 6,9 SR.

"Hasil analisis BMKG berkekuatan 7,4 SR yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi berkuatan 6,9 SR," kata Kepala BMKG Dwikorita di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (28/7) malam.

Dwikorita menjelaskan, gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 19.35 WIB termasuk ke dalam gempa bumi dangkal. Tepatnya berlokasi di laut pada kedalaman 4,8 kilometer pada jarak 164 kilometer arah barat daya Kota Pandeglang, Banten.

Baca Juga:  Kejagung Sebut Total Kerugian Negara dalam Kasus CPO Capai Rp20 T

"Gempa bumi dangkal terjadi akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia," ucap Dwikorita.

Hingga pukul 21.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya gempa bumi susulan. Bahkan tidak ada pergerakan muka air laut yang signifikan.

- Advertisement -

"Berdasarkan monitoring muka air laut melalui alat pantau pasang surut muka air laut, tidak ada indikasi perubahan muka kaut yang signifikan," tegas Dwikorita.

Namun, gempa bumi tersebut dirasakan hingga sejumlah daerah seperti Liwa, Tanggamus, Bandar Lampung, Krui, Pandeglang, Sukabumi dengan intensitas guncangan IV-V MMI.

- Advertisement -

Getaran juga diraskaan di Bengkulu, Parung, Bogor Barat, Bandung, Kediri, Karang Kates, Buleleng, Lombok Barat dan Sumbawa barat dengan tingkat guncangan skala II MMI. "Dirasakan beberapa orang dan benda ringan bergoyang," ucap Dwikorita.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi di KPU dan Panwalu Bengkalis Akan Meningkat ke Penyidikan

Kendati demikian, hingga saat ini BMKG belum melakukan pemantauan terkait jatuhnya korban dari gempa bumi berkekuatan 6,9 SR. Menurutnya, BNPB melalui BPPBD setempat akan langsung melakukan pemantauan terkait korban di wilayah dari dekatnya lokasi pusat gempa.

Sehubungan peringatan dini tsunami dinyatakan telah berakhir, maka bagi masyarakat yang mendapatkan peringatan dini tsunami bisa kembali ke tempatnya masing-masing. "Namun masyarakat tetap waspada terhadap gempa bumi susulan," pungkasnya.
Sumber : JPG
Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah diakhiri peringatan dini tsunami yang terpusat di Laut Samudera Hindia Selatan pada pukul 21.35 WIB. Gempa bumi yang semula ditaksir bermagnitudo 7,4 skala richter (SR) setelah dilakukan pemutakhiran menjadi berkekuatan 6,9 SR.

"Hasil analisis BMKG berkekuatan 7,4 SR yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi berkuatan 6,9 SR," kata Kepala BMKG Dwikorita di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (28/7) malam.

Dwikorita menjelaskan, gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 19.35 WIB termasuk ke dalam gempa bumi dangkal. Tepatnya berlokasi di laut pada kedalaman 4,8 kilometer pada jarak 164 kilometer arah barat daya Kota Pandeglang, Banten.

Baca Juga:  Aparat Australia Ungkap Penyelundupan Narkoba

"Gempa bumi dangkal terjadi akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia," ucap Dwikorita.

Hingga pukul 21.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya gempa bumi susulan. Bahkan tidak ada pergerakan muka air laut yang signifikan.

"Berdasarkan monitoring muka air laut melalui alat pantau pasang surut muka air laut, tidak ada indikasi perubahan muka kaut yang signifikan," tegas Dwikorita.

Namun, gempa bumi tersebut dirasakan hingga sejumlah daerah seperti Liwa, Tanggamus, Bandar Lampung, Krui, Pandeglang, Sukabumi dengan intensitas guncangan IV-V MMI.

Getaran juga diraskaan di Bengkulu, Parung, Bogor Barat, Bandung, Kediri, Karang Kates, Buleleng, Lombok Barat dan Sumbawa barat dengan tingkat guncangan skala II MMI. "Dirasakan beberapa orang dan benda ringan bergoyang," ucap Dwikorita.

Baca Juga:  Pemerintah Dituding Langgar Aturan Seleksi PPPK 2021

Kendati demikian, hingga saat ini BMKG belum melakukan pemantauan terkait jatuhnya korban dari gempa bumi berkekuatan 6,9 SR. Menurutnya, BNPB melalui BPPBD setempat akan langsung melakukan pemantauan terkait korban di wilayah dari dekatnya lokasi pusat gempa.

Sehubungan peringatan dini tsunami dinyatakan telah berakhir, maka bagi masyarakat yang mendapatkan peringatan dini tsunami bisa kembali ke tempatnya masing-masing. "Namun masyarakat tetap waspada terhadap gempa bumi susulan," pungkasnya.
Sumber : JPG
Editor : Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari