Minggu, 6 April 2025
spot_img

Sudah 4.500 Pasangan Menikah

PEAKNBARU (RIAUPOS.CO) — Lebih dari 6.000 pasangan menikah setiap tahunnya di Kota Pekanbaru. Sejak Januari hingga Oktober saja, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 4.500 pasangan yang menikah pada tahun ini.

Hal ini disampaikan oleh Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kota Pekanbaru Muhammad Nazar. Ia juga menaksir, jumlah pasangan yang menikah pada tahun 2019 akan semakin bertambah terutama bulan November dan Desember.

“Saat ini sampai Oktober ada 4.500 pasang yang menikah, dan itu akan terus meningkat. Diperkirakan akan ada hingga 6.300 sampai akhir tahun nanti,” kata Nazar, Senin (28/10).

Selain itu, Nazar mengakui, jumlah pasangan yang menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) lebih sedikit dibandingkan dengan pasangan yang menikah di kediaman mempelai.

Baca Juga:  Kualitas Air Dikeluhkan, PDAM Minta Pelanggan Tunaikan Kewajiban

“Dari dulu sampai sekarang nikah jumlah yang nikah di KUA lebih sedikit dibandingkan yang nikah di rumah,” ucapnya.

Kendati demikian, Nazar mengatakan jika dibandingkan dengan sebelumnya, persentase pasangan yang menikah di KUA saat ini meningkat secara signifikan. Terlebih setelah peraturan terkait biaya nikah antara di KUA dan di rumah dibuat berbeda.

“Dari semua pasangan nikah saat ini yang nikah di KUA ada 35-40 persen. Kalau dulu cuma 20 persen. Sisanya nikah di rumah,” ungkap Nazar.

Nazar menjelaskan, saat ini menikah di KUA setiap mempelai tidak dikenakam biaya sepeser pun. Sedangakan jika mempelai ingin menikah di rumah, maka akan dikenakan biaya Rp 600 ribu yang harus dibayarkan melalui bank.(*2)

Baca Juga:  Disperindag Hanya Kelola Parkir Dalam Pasar Tradisional

 

PEAKNBARU (RIAUPOS.CO) — Lebih dari 6.000 pasangan menikah setiap tahunnya di Kota Pekanbaru. Sejak Januari hingga Oktober saja, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 4.500 pasangan yang menikah pada tahun ini.

Hal ini disampaikan oleh Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kota Pekanbaru Muhammad Nazar. Ia juga menaksir, jumlah pasangan yang menikah pada tahun 2019 akan semakin bertambah terutama bulan November dan Desember.

“Saat ini sampai Oktober ada 4.500 pasang yang menikah, dan itu akan terus meningkat. Diperkirakan akan ada hingga 6.300 sampai akhir tahun nanti,” kata Nazar, Senin (28/10).

Selain itu, Nazar mengakui, jumlah pasangan yang menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) lebih sedikit dibandingkan dengan pasangan yang menikah di kediaman mempelai.

Baca Juga:  Habis Masa Tayang, Belasan Banner Dicopot

“Dari dulu sampai sekarang nikah jumlah yang nikah di KUA lebih sedikit dibandingkan yang nikah di rumah,” ucapnya.

Kendati demikian, Nazar mengatakan jika dibandingkan dengan sebelumnya, persentase pasangan yang menikah di KUA saat ini meningkat secara signifikan. Terlebih setelah peraturan terkait biaya nikah antara di KUA dan di rumah dibuat berbeda.

“Dari semua pasangan nikah saat ini yang nikah di KUA ada 35-40 persen. Kalau dulu cuma 20 persen. Sisanya nikah di rumah,” ungkap Nazar.

Nazar menjelaskan, saat ini menikah di KUA setiap mempelai tidak dikenakam biaya sepeser pun. Sedangakan jika mempelai ingin menikah di rumah, maka akan dikenakan biaya Rp 600 ribu yang harus dibayarkan melalui bank.(*2)

Baca Juga:  Camat Imbau Buang Sampah di TPS Pasar

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Sudah 4.500 Pasangan Menikah

PEAKNBARU (RIAUPOS.CO) — Lebih dari 6.000 pasangan menikah setiap tahunnya di Kota Pekanbaru. Sejak Januari hingga Oktober saja, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 4.500 pasangan yang menikah pada tahun ini.

Hal ini disampaikan oleh Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kota Pekanbaru Muhammad Nazar. Ia juga menaksir, jumlah pasangan yang menikah pada tahun 2019 akan semakin bertambah terutama bulan November dan Desember.

“Saat ini sampai Oktober ada 4.500 pasang yang menikah, dan itu akan terus meningkat. Diperkirakan akan ada hingga 6.300 sampai akhir tahun nanti,” kata Nazar, Senin (28/10).

Selain itu, Nazar mengakui, jumlah pasangan yang menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) lebih sedikit dibandingkan dengan pasangan yang menikah di kediaman mempelai.

Baca Juga:  Disperindag Hanya Kelola Parkir Dalam Pasar Tradisional

“Dari dulu sampai sekarang nikah jumlah yang nikah di KUA lebih sedikit dibandingkan yang nikah di rumah,” ucapnya.

Kendati demikian, Nazar mengatakan jika dibandingkan dengan sebelumnya, persentase pasangan yang menikah di KUA saat ini meningkat secara signifikan. Terlebih setelah peraturan terkait biaya nikah antara di KUA dan di rumah dibuat berbeda.

“Dari semua pasangan nikah saat ini yang nikah di KUA ada 35-40 persen. Kalau dulu cuma 20 persen. Sisanya nikah di rumah,” ungkap Nazar.

Nazar menjelaskan, saat ini menikah di KUA setiap mempelai tidak dikenakam biaya sepeser pun. Sedangakan jika mempelai ingin menikah di rumah, maka akan dikenakan biaya Rp 600 ribu yang harus dibayarkan melalui bank.(*2)

Baca Juga:  Jangan Ada Rasionalisasi Anggaran Pendidikan

 

PEAKNBARU (RIAUPOS.CO) — Lebih dari 6.000 pasangan menikah setiap tahunnya di Kota Pekanbaru. Sejak Januari hingga Oktober saja, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 4.500 pasangan yang menikah pada tahun ini.

Hal ini disampaikan oleh Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kota Pekanbaru Muhammad Nazar. Ia juga menaksir, jumlah pasangan yang menikah pada tahun 2019 akan semakin bertambah terutama bulan November dan Desember.

“Saat ini sampai Oktober ada 4.500 pasang yang menikah, dan itu akan terus meningkat. Diperkirakan akan ada hingga 6.300 sampai akhir tahun nanti,” kata Nazar, Senin (28/10).

Selain itu, Nazar mengakui, jumlah pasangan yang menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) lebih sedikit dibandingkan dengan pasangan yang menikah di kediaman mempelai.

Baca Juga:  Ayah dan Mama

“Dari dulu sampai sekarang nikah jumlah yang nikah di KUA lebih sedikit dibandingkan yang nikah di rumah,” ucapnya.

Kendati demikian, Nazar mengatakan jika dibandingkan dengan sebelumnya, persentase pasangan yang menikah di KUA saat ini meningkat secara signifikan. Terlebih setelah peraturan terkait biaya nikah antara di KUA dan di rumah dibuat berbeda.

“Dari semua pasangan nikah saat ini yang nikah di KUA ada 35-40 persen. Kalau dulu cuma 20 persen. Sisanya nikah di rumah,” ungkap Nazar.

Nazar menjelaskan, saat ini menikah di KUA setiap mempelai tidak dikenakam biaya sepeser pun. Sedangakan jika mempelai ingin menikah di rumah, maka akan dikenakan biaya Rp 600 ribu yang harus dibayarkan melalui bank.(*2)

Baca Juga:  Jangan Ada Rasionalisasi Anggaran Pendidikan

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari