Minggu, 6 April 2025
spot_img

Penyerang Imam Masjid Belum Banyak Bicara

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Empat hari sudah, IM (24), pelaku penyerangan imam Masjid Al-Falah Darul Muttaqin berada di ruang observasi kejiwaan RS Bhayangkara Polda Riau. Awalnya, observasi ditargetkan tiga hari sejak IM masuk pada Jumat (24/7) pukul 08.00 WIB. Namun kemudian ditambah sehari lagi. Pasalnya, IM masih belum banyak berbicara dan lebih sering menggunakan bahasa isyarat.

"Dari hasil pengamatan selama tiga hari lalu, yang bersangkutan memang kalau dilihat perilakunya mau berbicara. Namun begitu, ia lebih banyak berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Jika tidak mau makan, isyaratnya melambaikan tangan," sebut Karumkit RS Bhayangkara AKBP Agung Hadi pada Riau Pos, Senin (27/7).

Sementara itu, untuk pengamatan medis, kesehatan pelaku dalam keadaan baik. Makan pun mau meski sedikit. "Semua dalam batas normal dan tidak ada masalah. Untuk interaksi lebih banyak dengan perawat perempuan daripada laki-laki," ungkapnya.

Baca Juga:  Empat Mata Pelajaran Diuji pada UNBK

Disinggung tahapan berikutnya yang akan dilakukan terhadap pelaku, Pamen berbunga dua melati itu mengatakan bahwa IM diamati secara medis oleh dokter spesialis jiwa dan psikiater serta dokter umum. Kemudian, bekerja sama dengan biro psikologis Polda.

"Nanti dari situ dapat dilihat perilaku sehari-harinya, mengapa bisa terjadi kejadian seperti itu timbul. Itu nanti bisa dilakukan forensik psikiater. Di mana, tidak hanya dilihat dari yang bersangkutan namun juga lingkungan yang bersangkutan," ulasnya.

Diharapkan, dengan adanya observasi yang dilakukan dari pengamatan dokter spesialis dan biro psikologi nanti bisa diketahui penyebabnya. "Untuk saat ini belum bisa disimpulkan hasilnya. Ada penambahan hari, maksimal 14 hari," katanya.

Baca Juga:  Wabup Kuansing Mengadu ke Polda Riau

Masih kata Agung, keluarga pelaku dapat menjenguk. Dan, saat Riau Pos ke RS Bhayangkara pada Senin (27/4), keluarga pelaku sedang ada di sana. Terlihat juga pelaku sedang diperiksa oleh dokter spesialis kejiwaan dari RSJ Tampan.

Sebagai informasi, peristiwa penyerangan itu terjadi pada Kamis (23/7) usai sang imam Yazid Umar Nasution menjalankan ibadah Salat Isya. Di mana saat memanjatkan doa, tiba-tiba datang pelaku dari arah depan mimbar masjid dan melakukan penyerangan pada korban.

Dada korban sebelah kiri atas sempat lecet. Yazid sempat menendang dan kakak pelaku pun ikut menahan pelaku agar perbuatan itu berulang. Dari situ pelaku langsung diamankan para jamaah dan dibawa petugas Polsek Pekanbaru Kota.(sof)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Empat hari sudah, IM (24), pelaku penyerangan imam Masjid Al-Falah Darul Muttaqin berada di ruang observasi kejiwaan RS Bhayangkara Polda Riau. Awalnya, observasi ditargetkan tiga hari sejak IM masuk pada Jumat (24/7) pukul 08.00 WIB. Namun kemudian ditambah sehari lagi. Pasalnya, IM masih belum banyak berbicara dan lebih sering menggunakan bahasa isyarat.

"Dari hasil pengamatan selama tiga hari lalu, yang bersangkutan memang kalau dilihat perilakunya mau berbicara. Namun begitu, ia lebih banyak berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Jika tidak mau makan, isyaratnya melambaikan tangan," sebut Karumkit RS Bhayangkara AKBP Agung Hadi pada Riau Pos, Senin (27/7).

Sementara itu, untuk pengamatan medis, kesehatan pelaku dalam keadaan baik. Makan pun mau meski sedikit. "Semua dalam batas normal dan tidak ada masalah. Untuk interaksi lebih banyak dengan perawat perempuan daripada laki-laki," ungkapnya.

Baca Juga:  Wakil Pekanbaru Tertahan

Disinggung tahapan berikutnya yang akan dilakukan terhadap pelaku, Pamen berbunga dua melati itu mengatakan bahwa IM diamati secara medis oleh dokter spesialis jiwa dan psikiater serta dokter umum. Kemudian, bekerja sama dengan biro psikologis Polda.

"Nanti dari situ dapat dilihat perilaku sehari-harinya, mengapa bisa terjadi kejadian seperti itu timbul. Itu nanti bisa dilakukan forensik psikiater. Di mana, tidak hanya dilihat dari yang bersangkutan namun juga lingkungan yang bersangkutan," ulasnya.

Diharapkan, dengan adanya observasi yang dilakukan dari pengamatan dokter spesialis dan biro psikologi nanti bisa diketahui penyebabnya. "Untuk saat ini belum bisa disimpulkan hasilnya. Ada penambahan hari, maksimal 14 hari," katanya.

Baca Juga:  HUT Kota, Pemko Diminta Gelar Lomba Kebersihan

Masih kata Agung, keluarga pelaku dapat menjenguk. Dan, saat Riau Pos ke RS Bhayangkara pada Senin (27/4), keluarga pelaku sedang ada di sana. Terlihat juga pelaku sedang diperiksa oleh dokter spesialis kejiwaan dari RSJ Tampan.

Sebagai informasi, peristiwa penyerangan itu terjadi pada Kamis (23/7) usai sang imam Yazid Umar Nasution menjalankan ibadah Salat Isya. Di mana saat memanjatkan doa, tiba-tiba datang pelaku dari arah depan mimbar masjid dan melakukan penyerangan pada korban.

Dada korban sebelah kiri atas sempat lecet. Yazid sempat menendang dan kakak pelaku pun ikut menahan pelaku agar perbuatan itu berulang. Dari situ pelaku langsung diamankan para jamaah dan dibawa petugas Polsek Pekanbaru Kota.(sof)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Penyerang Imam Masjid Belum Banyak Bicara

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Empat hari sudah, IM (24), pelaku penyerangan imam Masjid Al-Falah Darul Muttaqin berada di ruang observasi kejiwaan RS Bhayangkara Polda Riau. Awalnya, observasi ditargetkan tiga hari sejak IM masuk pada Jumat (24/7) pukul 08.00 WIB. Namun kemudian ditambah sehari lagi. Pasalnya, IM masih belum banyak berbicara dan lebih sering menggunakan bahasa isyarat.

"Dari hasil pengamatan selama tiga hari lalu, yang bersangkutan memang kalau dilihat perilakunya mau berbicara. Namun begitu, ia lebih banyak berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Jika tidak mau makan, isyaratnya melambaikan tangan," sebut Karumkit RS Bhayangkara AKBP Agung Hadi pada Riau Pos, Senin (27/7).

Sementara itu, untuk pengamatan medis, kesehatan pelaku dalam keadaan baik. Makan pun mau meski sedikit. "Semua dalam batas normal dan tidak ada masalah. Untuk interaksi lebih banyak dengan perawat perempuan daripada laki-laki," ungkapnya.

Baca Juga:  BSM Lepas 635 Jamaah Calon Haji

Disinggung tahapan berikutnya yang akan dilakukan terhadap pelaku, Pamen berbunga dua melati itu mengatakan bahwa IM diamati secara medis oleh dokter spesialis jiwa dan psikiater serta dokter umum. Kemudian, bekerja sama dengan biro psikologis Polda.

"Nanti dari situ dapat dilihat perilaku sehari-harinya, mengapa bisa terjadi kejadian seperti itu timbul. Itu nanti bisa dilakukan forensik psikiater. Di mana, tidak hanya dilihat dari yang bersangkutan namun juga lingkungan yang bersangkutan," ulasnya.

Diharapkan, dengan adanya observasi yang dilakukan dari pengamatan dokter spesialis dan biro psikologi nanti bisa diketahui penyebabnya. "Untuk saat ini belum bisa disimpulkan hasilnya. Ada penambahan hari, maksimal 14 hari," katanya.

Baca Juga:  Lebaran, Sampah di Pasar Pagi Arengka Menumpuk dan Berbau Tak Sedap

Masih kata Agung, keluarga pelaku dapat menjenguk. Dan, saat Riau Pos ke RS Bhayangkara pada Senin (27/4), keluarga pelaku sedang ada di sana. Terlihat juga pelaku sedang diperiksa oleh dokter spesialis kejiwaan dari RSJ Tampan.

Sebagai informasi, peristiwa penyerangan itu terjadi pada Kamis (23/7) usai sang imam Yazid Umar Nasution menjalankan ibadah Salat Isya. Di mana saat memanjatkan doa, tiba-tiba datang pelaku dari arah depan mimbar masjid dan melakukan penyerangan pada korban.

Dada korban sebelah kiri atas sempat lecet. Yazid sempat menendang dan kakak pelaku pun ikut menahan pelaku agar perbuatan itu berulang. Dari situ pelaku langsung diamankan para jamaah dan dibawa petugas Polsek Pekanbaru Kota.(sof)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Empat hari sudah, IM (24), pelaku penyerangan imam Masjid Al-Falah Darul Muttaqin berada di ruang observasi kejiwaan RS Bhayangkara Polda Riau. Awalnya, observasi ditargetkan tiga hari sejak IM masuk pada Jumat (24/7) pukul 08.00 WIB. Namun kemudian ditambah sehari lagi. Pasalnya, IM masih belum banyak berbicara dan lebih sering menggunakan bahasa isyarat.

"Dari hasil pengamatan selama tiga hari lalu, yang bersangkutan memang kalau dilihat perilakunya mau berbicara. Namun begitu, ia lebih banyak berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Jika tidak mau makan, isyaratnya melambaikan tangan," sebut Karumkit RS Bhayangkara AKBP Agung Hadi pada Riau Pos, Senin (27/7).

Sementara itu, untuk pengamatan medis, kesehatan pelaku dalam keadaan baik. Makan pun mau meski sedikit. "Semua dalam batas normal dan tidak ada masalah. Untuk interaksi lebih banyak dengan perawat perempuan daripada laki-laki," ungkapnya.

Baca Juga:  Wakil Pekanbaru Tertahan

Disinggung tahapan berikutnya yang akan dilakukan terhadap pelaku, Pamen berbunga dua melati itu mengatakan bahwa IM diamati secara medis oleh dokter spesialis jiwa dan psikiater serta dokter umum. Kemudian, bekerja sama dengan biro psikologis Polda.

"Nanti dari situ dapat dilihat perilaku sehari-harinya, mengapa bisa terjadi kejadian seperti itu timbul. Itu nanti bisa dilakukan forensik psikiater. Di mana, tidak hanya dilihat dari yang bersangkutan namun juga lingkungan yang bersangkutan," ulasnya.

Diharapkan, dengan adanya observasi yang dilakukan dari pengamatan dokter spesialis dan biro psikologi nanti bisa diketahui penyebabnya. "Untuk saat ini belum bisa disimpulkan hasilnya. Ada penambahan hari, maksimal 14 hari," katanya.

Baca Juga:  Tak Kunjung Diperbaiki, Bekas Galian IPAL PR Pemko

Masih kata Agung, keluarga pelaku dapat menjenguk. Dan, saat Riau Pos ke RS Bhayangkara pada Senin (27/4), keluarga pelaku sedang ada di sana. Terlihat juga pelaku sedang diperiksa oleh dokter spesialis kejiwaan dari RSJ Tampan.

Sebagai informasi, peristiwa penyerangan itu terjadi pada Kamis (23/7) usai sang imam Yazid Umar Nasution menjalankan ibadah Salat Isya. Di mana saat memanjatkan doa, tiba-tiba datang pelaku dari arah depan mimbar masjid dan melakukan penyerangan pada korban.

Dada korban sebelah kiri atas sempat lecet. Yazid sempat menendang dan kakak pelaku pun ikut menahan pelaku agar perbuatan itu berulang. Dari situ pelaku langsung diamankan para jamaah dan dibawa petugas Polsek Pekanbaru Kota.(sof)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari