Jumat, 29 Agustus 2025
spot_img

Menjual Asa di Bulan Ramadan dengan Menyajikan Menu Tradisional yang Menarik

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Umat muslim saat ini tengah menjalankan ibadah puasa. Yang berpuasa akan menahan lapar dan haus, namun semua “perjuangan” terasa penuh makna dan spesial ketika datang waktu berbuka puasa.

Nah, ternyata ada banyak hidangan unik khas Indonesia atau tradisional untuk disajikan selama Ramadan pada saat berbuka puasa. Sajian unik ini terkadang hanya ada di bulan puasa, sehingga kehadirannya begitu dinantikan para pemburu takjil dan hidangan berbuka.

Pengamat Pariwisata Riau Drs Riyono Gede Trisoko mengatakan, kegiatan pariwisata (kuliner) sebagai asa masyarakat di bulan Ramadan.

“Kita bisa melihat bagaimana di bulan Ramadan ini banyak masyarakat yang ikut berbuat kebaikan dengan menyediakan keperluan sesama untuk berbuka puasa dengan penuh nikmat, dengan menyajikan beragam menu tradisional yang terkadang hanya muncul disaat-saat di bulan Ramadan,” ucap Riyono kepada Riau Pos, Kamis (21/3).

Baca Juga:  MAIC Sediakan Menu Buka Puasa Gratis

Ia mengungkapkan salah satu menu tradisional seperti kue-kue atau minuman timun suri yang menjadi magnet tertentu berbuka puasa itu terasa nikmat. Mulai dari kue-kuenya, cendolnya, timun suri-nya, pukisnya dan segala macam menu yang hanya muncul di bulan suci Ramadan.

“Ramadan ini bisa dianggap bagian dari pada masyarakat itu mewariskan atau melestarikan tradisi dengan cara saling beri kesempatan kepada masyarakat untuk bisa menikmati berbuka puasa dengan berbagai macam ragam menu-menu daerah,” katanya.

Ia mengungkapkan, ini juga salah satu cara masyarakat itu mewariskan tradisinya dengan cara saling menolong, sebagai identitas kematangan sosial.

“Kan dia (penjual menu berbuka) itu menolong orang berbuka dengan cara membuat kue langka yang hanya ditemukan pada bulan Ramadan sehingga membuat dia senang dan orang lain juga senang. Dengan menjual menu berbuka puasa juga mampu menumbuhkan ekonomi keluarga. Sumber ekonomi berputar,” Pungkasnya.(dof)

Baca Juga:  Lima Pengedar Narkoba dari Kampung Dalam Ditangkap

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Umat muslim saat ini tengah menjalankan ibadah puasa. Yang berpuasa akan menahan lapar dan haus, namun semua “perjuangan” terasa penuh makna dan spesial ketika datang waktu berbuka puasa.

Nah, ternyata ada banyak hidangan unik khas Indonesia atau tradisional untuk disajikan selama Ramadan pada saat berbuka puasa. Sajian unik ini terkadang hanya ada di bulan puasa, sehingga kehadirannya begitu dinantikan para pemburu takjil dan hidangan berbuka.

Pengamat Pariwisata Riau Drs Riyono Gede Trisoko mengatakan, kegiatan pariwisata (kuliner) sebagai asa masyarakat di bulan Ramadan.

“Kita bisa melihat bagaimana di bulan Ramadan ini banyak masyarakat yang ikut berbuat kebaikan dengan menyediakan keperluan sesama untuk berbuka puasa dengan penuh nikmat, dengan menyajikan beragam menu tradisional yang terkadang hanya muncul disaat-saat di bulan Ramadan,” ucap Riyono kepada Riau Pos, Kamis (21/3).

Baca Juga:  Keluyuran Malam Tak Patuhi Physical Distancing, Siap-siap Diangkut Petugas

Ia mengungkapkan salah satu menu tradisional seperti kue-kue atau minuman timun suri yang menjadi magnet tertentu berbuka puasa itu terasa nikmat. Mulai dari kue-kuenya, cendolnya, timun suri-nya, pukisnya dan segala macam menu yang hanya muncul di bulan suci Ramadan.

- Advertisement -

“Ramadan ini bisa dianggap bagian dari pada masyarakat itu mewariskan atau melestarikan tradisi dengan cara saling beri kesempatan kepada masyarakat untuk bisa menikmati berbuka puasa dengan berbagai macam ragam menu-menu daerah,” katanya.

Ia mengungkapkan, ini juga salah satu cara masyarakat itu mewariskan tradisinya dengan cara saling menolong, sebagai identitas kematangan sosial.

- Advertisement -

“Kan dia (penjual menu berbuka) itu menolong orang berbuka dengan cara membuat kue langka yang hanya ditemukan pada bulan Ramadan sehingga membuat dia senang dan orang lain juga senang. Dengan menjual menu berbuka puasa juga mampu menumbuhkan ekonomi keluarga. Sumber ekonomi berputar,” Pungkasnya.(dof)

Baca Juga:  Gelar Pasar Murah, PHR Siapkan 5.000 Paket Sembako
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Umat muslim saat ini tengah menjalankan ibadah puasa. Yang berpuasa akan menahan lapar dan haus, namun semua “perjuangan” terasa penuh makna dan spesial ketika datang waktu berbuka puasa.

Nah, ternyata ada banyak hidangan unik khas Indonesia atau tradisional untuk disajikan selama Ramadan pada saat berbuka puasa. Sajian unik ini terkadang hanya ada di bulan puasa, sehingga kehadirannya begitu dinantikan para pemburu takjil dan hidangan berbuka.

Pengamat Pariwisata Riau Drs Riyono Gede Trisoko mengatakan, kegiatan pariwisata (kuliner) sebagai asa masyarakat di bulan Ramadan.

“Kita bisa melihat bagaimana di bulan Ramadan ini banyak masyarakat yang ikut berbuat kebaikan dengan menyediakan keperluan sesama untuk berbuka puasa dengan penuh nikmat, dengan menyajikan beragam menu tradisional yang terkadang hanya muncul disaat-saat di bulan Ramadan,” ucap Riyono kepada Riau Pos, Kamis (21/3).

Baca Juga:  Satpol PP Tindak Tegas Rumah Makan dan Kedai Kopi Tak Patuh SE

Ia mengungkapkan salah satu menu tradisional seperti kue-kue atau minuman timun suri yang menjadi magnet tertentu berbuka puasa itu terasa nikmat. Mulai dari kue-kuenya, cendolnya, timun suri-nya, pukisnya dan segala macam menu yang hanya muncul di bulan suci Ramadan.

“Ramadan ini bisa dianggap bagian dari pada masyarakat itu mewariskan atau melestarikan tradisi dengan cara saling beri kesempatan kepada masyarakat untuk bisa menikmati berbuka puasa dengan berbagai macam ragam menu-menu daerah,” katanya.

Ia mengungkapkan, ini juga salah satu cara masyarakat itu mewariskan tradisinya dengan cara saling menolong, sebagai identitas kematangan sosial.

“Kan dia (penjual menu berbuka) itu menolong orang berbuka dengan cara membuat kue langka yang hanya ditemukan pada bulan Ramadan sehingga membuat dia senang dan orang lain juga senang. Dengan menjual menu berbuka puasa juga mampu menumbuhkan ekonomi keluarga. Sumber ekonomi berputar,” Pungkasnya.(dof)

Baca Juga:  Guru Bantu PPPK Sampaikan Aspirasi ke DPRD Riau

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari