Jumat, 16 Oktober 2026
- Advertisement -

Salurkan Hobi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejumlah pemuda yang tergabung di dalam komunitas Pekanbaru Visual Art mengekspresikan hobi dan karya mereka di dinding dan tembok bangunan di Kota Pekanbaru. Tembok-tembok rumah toko (ruko) yang sebelumnya tidak terlihat menarik, setelah dibuat karya seni mural terlihat indah dipandang.

"Kami hanya menyalurkan hobi dengan membuat karya mural ditembok-tembok," kata salah seorang anggota komunitas Pekanbaru Visual Art Ronal, Ahad (24/11) saat sedangkan mural di simpang jalan Juanda bawah jembatan Siak IV.Pria yang akrab disapa Pak Lek itu mengatakan, daripada tembok atau dinding dicat oleh tangan-tangan usil, lebih baik dibuat karya mural yang mempunyai makna tersendiri.

"Sebelum kami mengecat, kami izin dulu kepada pemilik ruko. Kami lihatkan konsepnya, dan mereka setuju," katanya.

Baca Juga:  MTQ Duri Barat Diikuti 163 Peserta

Pak Lek mengaku, biaya mereka membuat mural dengan biaya masing-masing anggota komunitas. Ia mengatakan dengan membuat mural di tembok atau di dinding itu bentuk ekspresi karya dan hobi mereka di dalam seni.

Ia mengaku, karya-karya mereka mendapat respon positif dan masyaraka. Setiap warga yang lewat memberikan jempolnya dan ada yang langsung memberikan apresiasi kepada mereka.

Pak Lek mengaku, hobi nya mmebuat mural sudah ia tekuni sejak ia masih duduk di bangku SMA, dan sudah banyak karya mural yang ia buat di Kota Pekanbaru.

"Kami di sini ada empat orang. Tujuan kami disini bagaimana karya kami ini bisa kami salurkan dan bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang positif," akuinya.(*4)

Baca Juga:  73 Sekolah Ikuti Lomba Cerdas Cermat Isra Mikraj

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejumlah pemuda yang tergabung di dalam komunitas Pekanbaru Visual Art mengekspresikan hobi dan karya mereka di dinding dan tembok bangunan di Kota Pekanbaru. Tembok-tembok rumah toko (ruko) yang sebelumnya tidak terlihat menarik, setelah dibuat karya seni mural terlihat indah dipandang.

"Kami hanya menyalurkan hobi dengan membuat karya mural ditembok-tembok," kata salah seorang anggota komunitas Pekanbaru Visual Art Ronal, Ahad (24/11) saat sedangkan mural di simpang jalan Juanda bawah jembatan Siak IV.Pria yang akrab disapa Pak Lek itu mengatakan, daripada tembok atau dinding dicat oleh tangan-tangan usil, lebih baik dibuat karya mural yang mempunyai makna tersendiri.

"Sebelum kami mengecat, kami izin dulu kepada pemilik ruko. Kami lihatkan konsepnya, dan mereka setuju," katanya.

Baca Juga:  Ditawari Jadi Jukir, Pak Ogah Menolak

Pak Lek mengaku, biaya mereka membuat mural dengan biaya masing-masing anggota komunitas. Ia mengatakan dengan membuat mural di tembok atau di dinding itu bentuk ekspresi karya dan hobi mereka di dalam seni.

Ia mengaku, karya-karya mereka mendapat respon positif dan masyaraka. Setiap warga yang lewat memberikan jempolnya dan ada yang langsung memberikan apresiasi kepada mereka.

- Advertisement -

Pak Lek mengaku, hobi nya mmebuat mural sudah ia tekuni sejak ia masih duduk di bangku SMA, dan sudah banyak karya mural yang ia buat di Kota Pekanbaru.

"Kami di sini ada empat orang. Tujuan kami disini bagaimana karya kami ini bisa kami salurkan dan bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang positif," akuinya.(*4)

Baca Juga:  73 Sekolah Ikuti Lomba Cerdas Cermat Isra Mikraj
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejumlah pemuda yang tergabung di dalam komunitas Pekanbaru Visual Art mengekspresikan hobi dan karya mereka di dinding dan tembok bangunan di Kota Pekanbaru. Tembok-tembok rumah toko (ruko) yang sebelumnya tidak terlihat menarik, setelah dibuat karya seni mural terlihat indah dipandang.

"Kami hanya menyalurkan hobi dengan membuat karya mural ditembok-tembok," kata salah seorang anggota komunitas Pekanbaru Visual Art Ronal, Ahad (24/11) saat sedangkan mural di simpang jalan Juanda bawah jembatan Siak IV.Pria yang akrab disapa Pak Lek itu mengatakan, daripada tembok atau dinding dicat oleh tangan-tangan usil, lebih baik dibuat karya mural yang mempunyai makna tersendiri.

"Sebelum kami mengecat, kami izin dulu kepada pemilik ruko. Kami lihatkan konsepnya, dan mereka setuju," katanya.

Baca Juga:  Pekanbaru Siap Menampung 155 Pengungsi Rohingya dari Aceh

Pak Lek mengaku, biaya mereka membuat mural dengan biaya masing-masing anggota komunitas. Ia mengatakan dengan membuat mural di tembok atau di dinding itu bentuk ekspresi karya dan hobi mereka di dalam seni.

Ia mengaku, karya-karya mereka mendapat respon positif dan masyaraka. Setiap warga yang lewat memberikan jempolnya dan ada yang langsung memberikan apresiasi kepada mereka.

Pak Lek mengaku, hobi nya mmebuat mural sudah ia tekuni sejak ia masih duduk di bangku SMA, dan sudah banyak karya mural yang ia buat di Kota Pekanbaru.

"Kami di sini ada empat orang. Tujuan kami disini bagaimana karya kami ini bisa kami salurkan dan bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang positif," akuinya.(*4)

Baca Juga:  Banjir Berakhir, Disusul Waspada Karhutla

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari