Selasa, 16 Desember 2025
spot_img

Mahasiswa dan Lurah Tangkerang Barat Buat Lubang Biopori

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di Kota Pekanbaru, khususnya di Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Rabu (20/7) Kader Penggerak Kampung Berseri Astra Internasional sekaligus Anggota DPD LPM Kota Pekanbaru Mirshal bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau dan Lurah Tangkerang Barat Rusmanto SSos melakukan pembuatan lubang biopori di halaman Kantor Lurah Tangkerang Barat, Jalan Gulama.

Pantuan Riau Pos di lokasi, para mahasiswa dan ASN di Kelurahan Tangkerang Barat langsung turun ke genangan air di halaman Kantor Lurah Tangkerang Barat untuk membuat lubang biopori.

Menurut Ketua KKN Universitas Riau Wahyu, kegiatan ini sengaja digelar untuk mengedukasi masyarakat yang ada di Kelurahan Tangkerang Barat terkait manfaat pembuatan lubang biopori di kawasan rumah.

Baca Juga:  1.942 Narapidana di Riau Terima Asimilasi dan Integrasi

Dengan lubang biopori akan mampu meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah, sehingga mampu mengurangi risiko banjir akibat meluapnya air hujan. Selain itu, teknologi ini juga mampu meningkatkan jumlah cadangan air bersih di dalam tanah.

Prinsip kerja lubang peresapan biopori sangat sederhana. Di mana lubang yang dibuat, kemudian diberi sampah organik yang akan memicu biota tanah seperti cacing dan semut dan akar tanaman untuk membuat rongga-rongga (lubang) di dalam tanah yang disebut biopori.

"Kami berharap dengan adanya pembuatan lubang biopori ini dapat membantu masyarakat dalam menangani permasalahan banjir di wilayahnya," ucap Wahyu.

Sementara itu, Kader Penggerak Kampung Berseri Astra Internasional sekaligus Anggota DPD LPM Kota Pekanbaru Mirshal mengatakan, pihaknya akan selalu memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat Kota Pekanbaru tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar dengan beragam kegiatan, salah satunya berupa pembuatan lubang biopori yang dapat mengatasi banjir.

Baca Juga:  Komisi II Mulai Bahas RAPBD 2022

Sementara itu,Lurah Tang­kerang Barat Rusmanto SSos sangat mengapresiasi langkah yang dibuat oleh para mahasiswa Universitas Riau dan Kader Penggerak Kampung Berseri Astra Internasional tersebut. "Kami sangat berterima kasih dan akan mensosialisasikan langkah ini kepada masyarakat sekitar,’’ tegasnya.(ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di Kota Pekanbaru, khususnya di Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Rabu (20/7) Kader Penggerak Kampung Berseri Astra Internasional sekaligus Anggota DPD LPM Kota Pekanbaru Mirshal bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau dan Lurah Tangkerang Barat Rusmanto SSos melakukan pembuatan lubang biopori di halaman Kantor Lurah Tangkerang Barat, Jalan Gulama.

Pantuan Riau Pos di lokasi, para mahasiswa dan ASN di Kelurahan Tangkerang Barat langsung turun ke genangan air di halaman Kantor Lurah Tangkerang Barat untuk membuat lubang biopori.

Menurut Ketua KKN Universitas Riau Wahyu, kegiatan ini sengaja digelar untuk mengedukasi masyarakat yang ada di Kelurahan Tangkerang Barat terkait manfaat pembuatan lubang biopori di kawasan rumah.

Baca Juga:  Tempat Hiburan Malam Wajib Tutup selama Ramadan

Dengan lubang biopori akan mampu meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah, sehingga mampu mengurangi risiko banjir akibat meluapnya air hujan. Selain itu, teknologi ini juga mampu meningkatkan jumlah cadangan air bersih di dalam tanah.

Prinsip kerja lubang peresapan biopori sangat sederhana. Di mana lubang yang dibuat, kemudian diberi sampah organik yang akan memicu biota tanah seperti cacing dan semut dan akar tanaman untuk membuat rongga-rongga (lubang) di dalam tanah yang disebut biopori.

- Advertisement -

"Kami berharap dengan adanya pembuatan lubang biopori ini dapat membantu masyarakat dalam menangani permasalahan banjir di wilayahnya," ucap Wahyu.

Sementara itu, Kader Penggerak Kampung Berseri Astra Internasional sekaligus Anggota DPD LPM Kota Pekanbaru Mirshal mengatakan, pihaknya akan selalu memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat Kota Pekanbaru tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar dengan beragam kegiatan, salah satunya berupa pembuatan lubang biopori yang dapat mengatasi banjir.

- Advertisement -
Baca Juga:  1.942 Narapidana di Riau Terima Asimilasi dan Integrasi

Sementara itu,Lurah Tang­kerang Barat Rusmanto SSos sangat mengapresiasi langkah yang dibuat oleh para mahasiswa Universitas Riau dan Kader Penggerak Kampung Berseri Astra Internasional tersebut. "Kami sangat berterima kasih dan akan mensosialisasikan langkah ini kepada masyarakat sekitar,’’ tegasnya.(ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di Kota Pekanbaru, khususnya di Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Rabu (20/7) Kader Penggerak Kampung Berseri Astra Internasional sekaligus Anggota DPD LPM Kota Pekanbaru Mirshal bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau dan Lurah Tangkerang Barat Rusmanto SSos melakukan pembuatan lubang biopori di halaman Kantor Lurah Tangkerang Barat, Jalan Gulama.

Pantuan Riau Pos di lokasi, para mahasiswa dan ASN di Kelurahan Tangkerang Barat langsung turun ke genangan air di halaman Kantor Lurah Tangkerang Barat untuk membuat lubang biopori.

Menurut Ketua KKN Universitas Riau Wahyu, kegiatan ini sengaja digelar untuk mengedukasi masyarakat yang ada di Kelurahan Tangkerang Barat terkait manfaat pembuatan lubang biopori di kawasan rumah.

Baca Juga:  Segera Tetapkan Direksi BRK

Dengan lubang biopori akan mampu meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah, sehingga mampu mengurangi risiko banjir akibat meluapnya air hujan. Selain itu, teknologi ini juga mampu meningkatkan jumlah cadangan air bersih di dalam tanah.

Prinsip kerja lubang peresapan biopori sangat sederhana. Di mana lubang yang dibuat, kemudian diberi sampah organik yang akan memicu biota tanah seperti cacing dan semut dan akar tanaman untuk membuat rongga-rongga (lubang) di dalam tanah yang disebut biopori.

"Kami berharap dengan adanya pembuatan lubang biopori ini dapat membantu masyarakat dalam menangani permasalahan banjir di wilayahnya," ucap Wahyu.

Sementara itu, Kader Penggerak Kampung Berseri Astra Internasional sekaligus Anggota DPD LPM Kota Pekanbaru Mirshal mengatakan, pihaknya akan selalu memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat Kota Pekanbaru tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar dengan beragam kegiatan, salah satunya berupa pembuatan lubang biopori yang dapat mengatasi banjir.

Baca Juga:  Komisi II Mulai Bahas RAPBD 2022

Sementara itu,Lurah Tang­kerang Barat Rusmanto SSos sangat mengapresiasi langkah yang dibuat oleh para mahasiswa Universitas Riau dan Kader Penggerak Kampung Berseri Astra Internasional tersebut. "Kami sangat berterima kasih dan akan mensosialisasikan langkah ini kepada masyarakat sekitar,’’ tegasnya.(ayi)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari