Sabtu, 14 Februari 2026
- Advertisement -

Ratusan Pedagang STC Kompak Tutup Kios

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pasca hari terakhir waktu relokasi yang diberikan oleh Satpol PP Kota Pekanbaru, Jumat (21/2) ratusan pedagang Sukaramai Trade Center (STC) kompak tidak berjualan setengah hari dan menutup kiosnya.

Pantauan Riau Pos, di Jalan Hos Cokroaminoto ratusan kios pedagang yang terdiri dari pedagang perlengkapan anak, orang dewasa hingga grosiran gorden dan toko emas sengaja menutup kios mereka sebagai tanda penolakan pemindahan yang akan dilakukan oleh PT MPP di dalam STC yang hingga kini kondisinya belum rampung 100 persen.

Akibatnya, para pembeli harus gigit jari karena tidak dapat berbelanja di kawasan grosir yang terkenal murah tersebut.

Menurut Yanti salah seorang pedagang mengatakan, para pedagang hari ini sengaja bersama-sama menutup kiosnya karena menolak pemindahan yang akan dilakukan.

Baca Juga:  Sungai Sail Meluap, Jalan Terendam

"Kami yang di sini nunggu hasil demo sebagian pedagang di DPRD Provinsi Riau. Kalau hasilnya masih menyuruh kami pindah tapi tanpa kejelasan kondisi di dalam tidak selesai kami akan seperti ini. Sebenarnya sayang sih banyak pelanggan hari ini kami tolak. Tapi apa boleh buat. Ini demi kesejahterahan kami kedepan. Kami mau pindah kalau semua selesai dan kami tidak dirumahkan selama dua bulan menunggu STC selesai pembangunan,"ucapnya.

 

Laporan: Ayi

Editor: E Sulaiman

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pasca hari terakhir waktu relokasi yang diberikan oleh Satpol PP Kota Pekanbaru, Jumat (21/2) ratusan pedagang Sukaramai Trade Center (STC) kompak tidak berjualan setengah hari dan menutup kiosnya.

Pantauan Riau Pos, di Jalan Hos Cokroaminoto ratusan kios pedagang yang terdiri dari pedagang perlengkapan anak, orang dewasa hingga grosiran gorden dan toko emas sengaja menutup kios mereka sebagai tanda penolakan pemindahan yang akan dilakukan oleh PT MPP di dalam STC yang hingga kini kondisinya belum rampung 100 persen.

Akibatnya, para pembeli harus gigit jari karena tidak dapat berbelanja di kawasan grosir yang terkenal murah tersebut.

Menurut Yanti salah seorang pedagang mengatakan, para pedagang hari ini sengaja bersama-sama menutup kiosnya karena menolak pemindahan yang akan dilakukan.

Baca Juga:  Anggota Dewan Penasihat PSMTI Riau Hilang Sejak 5 Maret 2022

"Kami yang di sini nunggu hasil demo sebagian pedagang di DPRD Provinsi Riau. Kalau hasilnya masih menyuruh kami pindah tapi tanpa kejelasan kondisi di dalam tidak selesai kami akan seperti ini. Sebenarnya sayang sih banyak pelanggan hari ini kami tolak. Tapi apa boleh buat. Ini demi kesejahterahan kami kedepan. Kami mau pindah kalau semua selesai dan kami tidak dirumahkan selama dua bulan menunggu STC selesai pembangunan,"ucapnya.

- Advertisement -

 

Laporan: Ayi

- Advertisement -

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pasca hari terakhir waktu relokasi yang diberikan oleh Satpol PP Kota Pekanbaru, Jumat (21/2) ratusan pedagang Sukaramai Trade Center (STC) kompak tidak berjualan setengah hari dan menutup kiosnya.

Pantauan Riau Pos, di Jalan Hos Cokroaminoto ratusan kios pedagang yang terdiri dari pedagang perlengkapan anak, orang dewasa hingga grosiran gorden dan toko emas sengaja menutup kios mereka sebagai tanda penolakan pemindahan yang akan dilakukan oleh PT MPP di dalam STC yang hingga kini kondisinya belum rampung 100 persen.

Akibatnya, para pembeli harus gigit jari karena tidak dapat berbelanja di kawasan grosir yang terkenal murah tersebut.

Menurut Yanti salah seorang pedagang mengatakan, para pedagang hari ini sengaja bersama-sama menutup kiosnya karena menolak pemindahan yang akan dilakukan.

Baca Juga:  Tabrakan, Mahasiswa Asal Kampar Tewas

"Kami yang di sini nunggu hasil demo sebagian pedagang di DPRD Provinsi Riau. Kalau hasilnya masih menyuruh kami pindah tapi tanpa kejelasan kondisi di dalam tidak selesai kami akan seperti ini. Sebenarnya sayang sih banyak pelanggan hari ini kami tolak. Tapi apa boleh buat. Ini demi kesejahterahan kami kedepan. Kami mau pindah kalau semua selesai dan kami tidak dirumahkan selama dua bulan menunggu STC selesai pembangunan,"ucapnya.

 

Laporan: Ayi

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari