Minggu, 23 Juni 2024

Kasus Penikaman Berlatar Cinta Sesama Jenis

Pelaku dari Keluarga Broken Home, Bergabung Grup LGBT sejak SMA Perilaku menyimpang lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Pekanbaru semakin mengkhawatirkan. Baru-baru ini telah terjadi kejahatan berlatar belakang cinta sesama jenis.

Laporan Hendrawan Kariman, Bukit Raya

- Advertisement -

(RIAUPOS.CO)Selasa (14/5) sore, warga di Jalan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya dihebohkan dengan pertengkaran tiga anak muda yang berujung penikaman. Seorang pemuda, Ham (23) mengalami luka pada bagian perutnya setelah ditikam oleh seorang wanitia berinisial YR (22) dengan menggunakan pisau. YR sendiri adalah teman dari Ayu, pacar Ham.

Polsek Bukit Raya berhasil membuka tabir latar belakang pelaku penikaman berlatar cinta segita dan sesama jenis berinisial YR (22). Ada hal yang melatar belakangi sifat agresif dan melenceng pelaku hingga menikam Ham (23) pada Selasa (14/5) di Jalan Air Dingin.

Pertama, seperti dijelaskan Kapolsek Bukit Raya AKP Syafnil yang langsung menginterogasi pelaku, YR berasal dari keluarga broken home. Kedua, perempuan ini pernah dikhianati oleh seorang pria.

- Advertisement -

”Dia ini pernah punya pacar lelaki, tapi dikhiantai. Dari informasi yang kita dapat, yang bersangkutan berasal dari keluarga broken home,” kata AKP Syafnil, Ahad (19/5).

Baca Juga:  Pekanbaru Peringkat Tiga Kasus Aktif Covid-19 

Saat dikhianati, YR bertemu dengan Ay (21) yang menjadi tempat curhatnya. Terus menjadi tempat curhat hingga mereka punya hubungan dekat. Di samping itu, YR tidak lagi percaya dengan lelaki karena hubungannya yang pernah kandas.

Selain itu, kata AKP Syafnil, ternyata pelaku juga sudah bergabung dengan group LGBT sejak masih duduk di bangku SMA. Itu terjadi pada 2019 silam.

”Kami mengetahuinya pada saat kami memeriksa hp pelaku, ditemukanlah bahwa ada group WA yang anggotanya para pecinta sesama jenis alias LGBT. Saat diinterogasi pelaku mengakui telah bergabung dengan group LGBT tersebut sejak SMA sekitar tahun 2019 lalu hingga sekarang,” kata Kapolsek.

Sementara hubungan Ay semakin intens yang menurut YR mereka berstatus pacaran sesama jenis. Karena dalam perjalanannya dirinya berhasil mempengaruhi Ay. Namun belakangan Ay mulai bosan, hingga pada Selasa (14/5) lalu, pelaku mendengar informasi bahwa Ay selingkuh dan jalan-jalan bersama Ham.

”Mendengar hal tersebut pelaku sakit hati dan langsung mencari mereka berdua dan mengikuti menggunakan sepeda motor dari belakang. Setibanya di Jalan Air Dingin, tepatnya disebelah Tempat Pemakaman Umum, pelaku langsung menempel sepeda motor korban dan terjadilah peristiwa penikaman tersebut,” kata Kapolsek.

Baca Juga:  Dikeluhkan, Jembatan Siak IV Diperbaiki

Usai menikam korban, pelaku langsung kabur. Berbekal nomor ponsel pelaku yang masih aktif, polisi melakukan penyamaran seakan-akan sebagai Ay dan mulai bertukar pesan.

”Dalam rangka mendeteksi pelaku, kami lakukan penyamaran sebagai Ay dengan mengontak pelaku. Selama percakapan, dia juga sangat agresif,” kata Kapolsek.

Pelaku kemudian berhasil ditangkap pada Kamis (16/5) saat berada di Jalan Kubang Raya, depan Kantor Samsat, Siak Hulu. Kapolsek menjelaskan, ada dugaan bahwa pelaku lewat dari pengawasan orang tua hingga salah pergaulan.

”Keluarga pelaku ini merupakan keluarga broken home di mana orang tuanya sudah lama berpisah. Kami melihat pelaku kurang perhatian, di sekolah pun ia salah memilih pergaulan hingga terjerumus LGBT,” kata Kapolsek.

Dalam kasus ini, YR dijerat Pasal 351 KUHPidana dan Undang-undang Darurat. Dirinya terancam hukuman 7 tahun penjara.***

Pelaku dari Keluarga Broken Home, Bergabung Grup LGBT sejak SMA Perilaku menyimpang lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Pekanbaru semakin mengkhawatirkan. Baru-baru ini telah terjadi kejahatan berlatar belakang cinta sesama jenis.

Laporan Hendrawan Kariman, Bukit Raya

(RIAUPOS.CO)Selasa (14/5) sore, warga di Jalan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya dihebohkan dengan pertengkaran tiga anak muda yang berujung penikaman. Seorang pemuda, Ham (23) mengalami luka pada bagian perutnya setelah ditikam oleh seorang wanitia berinisial YR (22) dengan menggunakan pisau. YR sendiri adalah teman dari Ayu, pacar Ham.

Polsek Bukit Raya berhasil membuka tabir latar belakang pelaku penikaman berlatar cinta segita dan sesama jenis berinisial YR (22). Ada hal yang melatar belakangi sifat agresif dan melenceng pelaku hingga menikam Ham (23) pada Selasa (14/5) di Jalan Air Dingin.

Pertama, seperti dijelaskan Kapolsek Bukit Raya AKP Syafnil yang langsung menginterogasi pelaku, YR berasal dari keluarga broken home. Kedua, perempuan ini pernah dikhianati oleh seorang pria.

”Dia ini pernah punya pacar lelaki, tapi dikhiantai. Dari informasi yang kita dapat, yang bersangkutan berasal dari keluarga broken home,” kata AKP Syafnil, Ahad (19/5).

Baca Juga:  Pekanbaru Peringkat Tiga Kasus Aktif Covid-19 

Saat dikhianati, YR bertemu dengan Ay (21) yang menjadi tempat curhatnya. Terus menjadi tempat curhat hingga mereka punya hubungan dekat. Di samping itu, YR tidak lagi percaya dengan lelaki karena hubungannya yang pernah kandas.

Selain itu, kata AKP Syafnil, ternyata pelaku juga sudah bergabung dengan group LGBT sejak masih duduk di bangku SMA. Itu terjadi pada 2019 silam.

”Kami mengetahuinya pada saat kami memeriksa hp pelaku, ditemukanlah bahwa ada group WA yang anggotanya para pecinta sesama jenis alias LGBT. Saat diinterogasi pelaku mengakui telah bergabung dengan group LGBT tersebut sejak SMA sekitar tahun 2019 lalu hingga sekarang,” kata Kapolsek.

Sementara hubungan Ay semakin intens yang menurut YR mereka berstatus pacaran sesama jenis. Karena dalam perjalanannya dirinya berhasil mempengaruhi Ay. Namun belakangan Ay mulai bosan, hingga pada Selasa (14/5) lalu, pelaku mendengar informasi bahwa Ay selingkuh dan jalan-jalan bersama Ham.

”Mendengar hal tersebut pelaku sakit hati dan langsung mencari mereka berdua dan mengikuti menggunakan sepeda motor dari belakang. Setibanya di Jalan Air Dingin, tepatnya disebelah Tempat Pemakaman Umum, pelaku langsung menempel sepeda motor korban dan terjadilah peristiwa penikaman tersebut,” kata Kapolsek.

Baca Juga:  Jadikan Kantor Lama OPD Sumber PAD

Usai menikam korban, pelaku langsung kabur. Berbekal nomor ponsel pelaku yang masih aktif, polisi melakukan penyamaran seakan-akan sebagai Ay dan mulai bertukar pesan.

”Dalam rangka mendeteksi pelaku, kami lakukan penyamaran sebagai Ay dengan mengontak pelaku. Selama percakapan, dia juga sangat agresif,” kata Kapolsek.

Pelaku kemudian berhasil ditangkap pada Kamis (16/5) saat berada di Jalan Kubang Raya, depan Kantor Samsat, Siak Hulu. Kapolsek menjelaskan, ada dugaan bahwa pelaku lewat dari pengawasan orang tua hingga salah pergaulan.

”Keluarga pelaku ini merupakan keluarga broken home di mana orang tuanya sudah lama berpisah. Kami melihat pelaku kurang perhatian, di sekolah pun ia salah memilih pergaulan hingga terjerumus LGBT,” kata Kapolsek.

Dalam kasus ini, YR dijerat Pasal 351 KUHPidana dan Undang-undang Darurat. Dirinya terancam hukuman 7 tahun penjara.***

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari