Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Banyak Instalasi Listrik Dirancang Sendiri

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Pekanbaru melakukan razia di tiap tiap kamar blok hunian warga binaan, Sabtu (11/9) lalu.

Kalapas IIA Pekanbaru, Herry Suhasmin mengatakan, dalam razia kali ini petugas selain mencari barang-barang terlarang juga menertibkan jaringan listrik.

"Diduga banyak instalasi listrik di tiap-tiap  kamar yang tidak sesuai dan dirancang sendiri oleh warga binaan atau instalasi listrik liar yang dapat menimbulkan korsleting listrik," ujar Herry Suhasmin, kemarin.

Ia menuturkan, dari hasil razia masih ditemukan beberapa benda-benda yang menurut aturan dilarang masuk ke dalam lapas seperti gunting, besi serta kabel-kabel yang digunakan oleh warga binaan untuk merakit sendiri instalasi sesuai keinginan.

Baca Juga:  Jumlah Kendaraan Uji Kir Belum Terjadi Peningkatan

"Razia ini sebagai tindak lanjut dari instruksi Menteri Hukum dan HAM RI kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan agar melakukan pemeriksaan instalasi listrik di tiap-tiap lapas. Instalasi listrik menjadi persoalan penting yang harus mendapatkan perhatian," terangnya.

Menurutnya, razia ini juga sebagai langkah antisipasi agar kejadian LP Tangerang  Banten yang terbakar tidak terulang kembali. Di mana sebanyak 44 orang warga binaan meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di LP tersebut.

Dijelaskan, usia instalasi yang sudah lama ditambah dengan pengaturan instalasi listrik yang tidak sesuai standar berpotensi menimbulkan korsleting dan kerusakan listrik lainnya.(dof)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Pekanbaru melakukan razia di tiap tiap kamar blok hunian warga binaan, Sabtu (11/9) lalu.

Kalapas IIA Pekanbaru, Herry Suhasmin mengatakan, dalam razia kali ini petugas selain mencari barang-barang terlarang juga menertibkan jaringan listrik.

"Diduga banyak instalasi listrik di tiap-tiap  kamar yang tidak sesuai dan dirancang sendiri oleh warga binaan atau instalasi listrik liar yang dapat menimbulkan korsleting listrik," ujar Herry Suhasmin, kemarin.

Ia menuturkan, dari hasil razia masih ditemukan beberapa benda-benda yang menurut aturan dilarang masuk ke dalam lapas seperti gunting, besi serta kabel-kabel yang digunakan oleh warga binaan untuk merakit sendiri instalasi sesuai keinginan.

Baca Juga:  Kapolda Riau Kukuhkan Tunggul Batalyon C Pelopor

"Razia ini sebagai tindak lanjut dari instruksi Menteri Hukum dan HAM RI kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan agar melakukan pemeriksaan instalasi listrik di tiap-tiap lapas. Instalasi listrik menjadi persoalan penting yang harus mendapatkan perhatian," terangnya.

Menurutnya, razia ini juga sebagai langkah antisipasi agar kejadian LP Tangerang  Banten yang terbakar tidak terulang kembali. Di mana sebanyak 44 orang warga binaan meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di LP tersebut.

Dijelaskan, usia instalasi yang sudah lama ditambah dengan pengaturan instalasi listrik yang tidak sesuai standar berpotensi menimbulkan korsleting dan kerusakan listrik lainnya.(dof)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Banyak Instalasi Listrik Dirancang Sendiri

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Pekanbaru melakukan razia di tiap tiap kamar blok hunian warga binaan, Sabtu (11/9) lalu.

Kalapas IIA Pekanbaru, Herry Suhasmin mengatakan, dalam razia kali ini petugas selain mencari barang-barang terlarang juga menertibkan jaringan listrik.

"Diduga banyak instalasi listrik di tiap-tiap  kamar yang tidak sesuai dan dirancang sendiri oleh warga binaan atau instalasi listrik liar yang dapat menimbulkan korsleting listrik," ujar Herry Suhasmin, kemarin.

Ia menuturkan, dari hasil razia masih ditemukan beberapa benda-benda yang menurut aturan dilarang masuk ke dalam lapas seperti gunting, besi serta kabel-kabel yang digunakan oleh warga binaan untuk merakit sendiri instalasi sesuai keinginan.

Baca Juga:  Jumlah Mahasiswa Pascasarjana Unilak Naik Lebihi Target

"Razia ini sebagai tindak lanjut dari instruksi Menteri Hukum dan HAM RI kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan agar melakukan pemeriksaan instalasi listrik di tiap-tiap lapas. Instalasi listrik menjadi persoalan penting yang harus mendapatkan perhatian," terangnya.

Menurutnya, razia ini juga sebagai langkah antisipasi agar kejadian LP Tangerang  Banten yang terbakar tidak terulang kembali. Di mana sebanyak 44 orang warga binaan meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di LP tersebut.

Dijelaskan, usia instalasi yang sudah lama ditambah dengan pengaturan instalasi listrik yang tidak sesuai standar berpotensi menimbulkan korsleting dan kerusakan listrik lainnya.(dof)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Pekanbaru melakukan razia di tiap tiap kamar blok hunian warga binaan, Sabtu (11/9) lalu.

Kalapas IIA Pekanbaru, Herry Suhasmin mengatakan, dalam razia kali ini petugas selain mencari barang-barang terlarang juga menertibkan jaringan listrik.

"Diduga banyak instalasi listrik di tiap-tiap  kamar yang tidak sesuai dan dirancang sendiri oleh warga binaan atau instalasi listrik liar yang dapat menimbulkan korsleting listrik," ujar Herry Suhasmin, kemarin.

Ia menuturkan, dari hasil razia masih ditemukan beberapa benda-benda yang menurut aturan dilarang masuk ke dalam lapas seperti gunting, besi serta kabel-kabel yang digunakan oleh warga binaan untuk merakit sendiri instalasi sesuai keinginan.

Baca Juga:  Aksi Tawuran Kembali Marak Polisi Tingkatkan Patroli

"Razia ini sebagai tindak lanjut dari instruksi Menteri Hukum dan HAM RI kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan agar melakukan pemeriksaan instalasi listrik di tiap-tiap lapas. Instalasi listrik menjadi persoalan penting yang harus mendapatkan perhatian," terangnya.

Menurutnya, razia ini juga sebagai langkah antisipasi agar kejadian LP Tangerang  Banten yang terbakar tidak terulang kembali. Di mana sebanyak 44 orang warga binaan meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di LP tersebut.

Dijelaskan, usia instalasi yang sudah lama ditambah dengan pengaturan instalasi listrik yang tidak sesuai standar berpotensi menimbulkan korsleting dan kerusakan listrik lainnya.(dof)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari