Sabtu, 2 Maret 2024

Warga Tionghoa Doakan Pekanbaru Bebas Banjir

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Perayaan Imlek di tahun 2024/2575 Kongzii disambut bahagia warga etnis Thionghoa di Kota Pekanbaru. Dalam perayaannya juga, sejumlah warga Tionghoa mengaku mendoakan agar Pekanbaru terbebas dari musibah banjir dan bencana lainnya. Juga untuk Provinsi Riau juga bebas dari kebakaran hutan dan lahan.

Seperti disampaikan Cece Eli, warga Jalan Riau di sela-sela perayaan Imlek, Ahad (11/2). ”Perayaannya agak lebih sederhana memang. Yang penting bermakna, berjalan damai dan lancar. Harapan utama saya, semua masyarakat bisa sukses makmur,” harapnya.

Dia juga memanjatkan doa untuk keluarga dan juga masyarakat kota Pekanbaru supaya diberikan kesehatan, diberikan kemurahan rezeki, dan juga kemakmuran. ”Yang paling penting itu, kami doakan agar Pekanbaru bebas dari banjir, dan juga untuk masyarakat Riau secara umum,” papar Cece Eli.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Pekanbaru Robin Eduar mengatakan, Imlek tahun ini adalah tahun Naga Kayu. Yang artinya, bisa membawa peluang kepemimpinan dan refleksi diri. Naga dapat mengantisipasi periode yang membawa prestasi besar dan kesempatan untuk pertumbuhan pribadi yang signifikan. Sedangkan, unsur kayu melambangkan pertumbuhan, kelenturan, dan kepedulian terhadap benda-benda di alam.

”Kepada masyarakat semuanya khususnya yang merayakan imlek, saya mengucapkan selamat Hari Raya Imlek, Gong Xi Fat Cai. Semoga membawa rezeki dan keberuntungan dan diberi kesehatan,” kata Robin.

- Advertisement -

Robin juga berharap, ke depan Indonesia makin aman, maju dan pemerintah lebih memperhatikan masyarakat, supaya masyarakat hidup adil dan makmur, khususnya Pekanbaru.

Ratusan Umat Kunjungi Maha Vihara Maitreya

- Advertisement -

Sementara itu, perayaan Imlek di tahun 2024/2575 Kongzii berbeda dari tahun sebelumnya lantaran berdekatan dengan pemilihan umum (pemilu), namun antusiasme umat Buddha di Kota Pekanbaru dalam merayakan Imlek tidak kalah surut dengan tetap mendatangi sejumlah tempat ibadah umat Buddha.

Baca Juga:  Pemeriksaan Agus Pramono Belum Munculkan Hasil

Salah satu pusat perayaan Imlek ada di Maha Vihara dan Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Riau Ujung. Dalam perayaan Imlek kali umat Buddha yang datang untuk melaksanakan ritual sembahyang Imlek di pagi hari cukup ramai, Sabtu (10/2).

Salah seorang pengunjung Maha Vihara Maitreya Donna mengaku datang dari Dumai dan menyempatkan diri sembahyang di Maha Vihara Maitreya sebelum mengunjungi rumah sanak saudara yang ada di Kota Pekanbaru.

Dengan menggunakan pakaian serba merah yang khas akan nuansa Imlek, bersama keluarga kecilnya berdoa bersama sembari berderma di Maha Vihara Maitreya tersebut.

”Sudah jadi agenda rutin kita ya, kalau ke Pekanbaru menyempatkan diri berdoa kesini. Semoga saja ditahun naga kayu ini segala urusan kita semua berjalan lancar dan perekonomian kita juga bisa semakin bagus lagi,” ucapnya.

Sementara itu, staf Sekretariat PBSM, Santi menjelaskan setiap hari vihara Mahavihara PBSM sudah buka sejak pukul 6.30 WIB untuk sembahyang pagi. Sedangkan malam hingga pukul hingga 21.00WIB. Bahkan di Imlek pertama sore harinya ada kegiatan ramah tamah yang dapat diikuti para umat Buddha bersama para pimpinan Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (Mapanbumi) Riau dan Pekanbaru yang juga diisi dengan doa bersama.

”Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Warga Tionghoa beragama Buddha yang datang diperkirakan mencapai ribuan sejak hari pertama Imlek hingga beberapa hari ke depan. Umat datang secara silih berganti untuk sembahyang,” katanya.

Di sisi lagi, Humas Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya, Ket Tjing menambahkan, dalam rangka menyambut tahun baru Imlek 2575 yang bertepatan dengan tahun Shio naga kayu, Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya melakukan sejumlah persiapan selama beberapa bulan terakhir dengan melakukan pemasang ratusan lampu lampion di sekitar Vihara yang merupakan donasi dari para umat.

Baca Juga:  Cukup Banyak Kepala Keluarga Terpidana

”Ribuan lampion itu merupakan donasi dari umat makanya ditahun ada banyak lampion yang bertuliskan nama donatur dipasang di sekitar vihara para donatur mendapatkan keberkahan dari para dewa,” ucapnya.

Selain itu,  Maha Vihara Maitreya juga memiliki tradisi di dalam ritual Mahayana menjelang tahun baru melaksanakan puja sembahyang kepada dewa dapur.

Sesuai dengan penanggalan Imlek, masyarakat Tionghoa sesuai tradisi percaya bahwa harinya sembahyang Dewa Dapur akan digelar pada tanggal 23 bulan 12 Imlek atau 2 Februari 2024.

Di mana, Dewa Dapur atau disebut juga Cao Kung Kong adalah dewa yang tugasnya mencatat semua perbuatan manusia yang bersifat baik atau buruk, dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, sembahyang Dewa Dapur adalah sebagai persembahan untuk mengantar ke langit. Sehingga, hampir setiap rumah tangga biasanya ada tempat untuk Sembahyang Dewan Dapur ini.

Tak hanya itu, Maha Vihara Maitreya juga mempersiapkan ya ada dua pohon harapan jadi pada hari menjelang perayaan tahun baru Imlek, nantinya umat yang datang berdoa dan bersembahyang dapat menuliskan permohonannya yang akan digantungkan di dua pohon harapan ini.

”Jadi di tahun ini Maha Vihara Maitreya juga menyediakan photo booth dengan nuansa tahun naga kayu yang dapat digunakan oleh para umat,” ujarnya.(gus/ayi)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Perayaan Imlek di tahun 2024/2575 Kongzii disambut bahagia warga etnis Thionghoa di Kota Pekanbaru. Dalam perayaannya juga, sejumlah warga Tionghoa mengaku mendoakan agar Pekanbaru terbebas dari musibah banjir dan bencana lainnya. Juga untuk Provinsi Riau juga bebas dari kebakaran hutan dan lahan.

Seperti disampaikan Cece Eli, warga Jalan Riau di sela-sela perayaan Imlek, Ahad (11/2). ”Perayaannya agak lebih sederhana memang. Yang penting bermakna, berjalan damai dan lancar. Harapan utama saya, semua masyarakat bisa sukses makmur,” harapnya.

Dia juga memanjatkan doa untuk keluarga dan juga masyarakat kota Pekanbaru supaya diberikan kesehatan, diberikan kemurahan rezeki, dan juga kemakmuran. ”Yang paling penting itu, kami doakan agar Pekanbaru bebas dari banjir, dan juga untuk masyarakat Riau secara umum,” papar Cece Eli.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Pekanbaru Robin Eduar mengatakan, Imlek tahun ini adalah tahun Naga Kayu. Yang artinya, bisa membawa peluang kepemimpinan dan refleksi diri. Naga dapat mengantisipasi periode yang membawa prestasi besar dan kesempatan untuk pertumbuhan pribadi yang signifikan. Sedangkan, unsur kayu melambangkan pertumbuhan, kelenturan, dan kepedulian terhadap benda-benda di alam.

”Kepada masyarakat semuanya khususnya yang merayakan imlek, saya mengucapkan selamat Hari Raya Imlek, Gong Xi Fat Cai. Semoga membawa rezeki dan keberuntungan dan diberi kesehatan,” kata Robin.

Robin juga berharap, ke depan Indonesia makin aman, maju dan pemerintah lebih memperhatikan masyarakat, supaya masyarakat hidup adil dan makmur, khususnya Pekanbaru.

Ratusan Umat Kunjungi Maha Vihara Maitreya

Sementara itu, perayaan Imlek di tahun 2024/2575 Kongzii berbeda dari tahun sebelumnya lantaran berdekatan dengan pemilihan umum (pemilu), namun antusiasme umat Buddha di Kota Pekanbaru dalam merayakan Imlek tidak kalah surut dengan tetap mendatangi sejumlah tempat ibadah umat Buddha.

Baca Juga:  Insentif Tenaga Medis Segera Dibayar

Salah satu pusat perayaan Imlek ada di Maha Vihara dan Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Riau Ujung. Dalam perayaan Imlek kali umat Buddha yang datang untuk melaksanakan ritual sembahyang Imlek di pagi hari cukup ramai, Sabtu (10/2).

Salah seorang pengunjung Maha Vihara Maitreya Donna mengaku datang dari Dumai dan menyempatkan diri sembahyang di Maha Vihara Maitreya sebelum mengunjungi rumah sanak saudara yang ada di Kota Pekanbaru.

Dengan menggunakan pakaian serba merah yang khas akan nuansa Imlek, bersama keluarga kecilnya berdoa bersama sembari berderma di Maha Vihara Maitreya tersebut.

”Sudah jadi agenda rutin kita ya, kalau ke Pekanbaru menyempatkan diri berdoa kesini. Semoga saja ditahun naga kayu ini segala urusan kita semua berjalan lancar dan perekonomian kita juga bisa semakin bagus lagi,” ucapnya.

Sementara itu, staf Sekretariat PBSM, Santi menjelaskan setiap hari vihara Mahavihara PBSM sudah buka sejak pukul 6.30 WIB untuk sembahyang pagi. Sedangkan malam hingga pukul hingga 21.00WIB. Bahkan di Imlek pertama sore harinya ada kegiatan ramah tamah yang dapat diikuti para umat Buddha bersama para pimpinan Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (Mapanbumi) Riau dan Pekanbaru yang juga diisi dengan doa bersama.

”Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Warga Tionghoa beragama Buddha yang datang diperkirakan mencapai ribuan sejak hari pertama Imlek hingga beberapa hari ke depan. Umat datang secara silih berganti untuk sembahyang,” katanya.

Di sisi lagi, Humas Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya, Ket Tjing menambahkan, dalam rangka menyambut tahun baru Imlek 2575 yang bertepatan dengan tahun Shio naga kayu, Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya melakukan sejumlah persiapan selama beberapa bulan terakhir dengan melakukan pemasang ratusan lampu lampion di sekitar Vihara yang merupakan donasi dari para umat.

Baca Juga:  Cukup Banyak Kepala Keluarga Terpidana

”Ribuan lampion itu merupakan donasi dari umat makanya ditahun ada banyak lampion yang bertuliskan nama donatur dipasang di sekitar vihara para donatur mendapatkan keberkahan dari para dewa,” ucapnya.

Selain itu,  Maha Vihara Maitreya juga memiliki tradisi di dalam ritual Mahayana menjelang tahun baru melaksanakan puja sembahyang kepada dewa dapur.

Sesuai dengan penanggalan Imlek, masyarakat Tionghoa sesuai tradisi percaya bahwa harinya sembahyang Dewa Dapur akan digelar pada tanggal 23 bulan 12 Imlek atau 2 Februari 2024.

Di mana, Dewa Dapur atau disebut juga Cao Kung Kong adalah dewa yang tugasnya mencatat semua perbuatan manusia yang bersifat baik atau buruk, dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, sembahyang Dewa Dapur adalah sebagai persembahan untuk mengantar ke langit. Sehingga, hampir setiap rumah tangga biasanya ada tempat untuk Sembahyang Dewan Dapur ini.

Tak hanya itu, Maha Vihara Maitreya juga mempersiapkan ya ada dua pohon harapan jadi pada hari menjelang perayaan tahun baru Imlek, nantinya umat yang datang berdoa dan bersembahyang dapat menuliskan permohonannya yang akan digantungkan di dua pohon harapan ini.

”Jadi di tahun ini Maha Vihara Maitreya juga menyediakan photo booth dengan nuansa tahun naga kayu yang dapat digunakan oleh para umat,” ujarnya.(gus/ayi)

 

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari