Minggu, 14 Juli 2024

Pemko Pekanbaru Evaluasi Bantuan Warga Miskin Ekstrem

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kemiskinan ekstrem masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Untuk itu, Pemko Pekanbaru akan mengevaluasi bantuan yang diberikan ke warga miskin ekstrem selama ini. 

Hal ini lantaran pemko ingin memastikan bantuan tersebut tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar masuk dalam kategori miskin ekstrem tersebut.

- Advertisement -

Menurut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota (Setko) Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut.

Kemiskinan ekstrem ini merupakan kondisi ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi keperluan dasar, yaitu makanan, air bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan dan akses informasi terhadap pendapatan dan layanan sosial.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk menurunkan kemiskinan ekstrem yang ada di wilayah setempat. Salah satu program yang dilakukan adalah pemberdayaan bagi masyarakat. Dengan program pemberdayaan itu, masyarakat bisa membuka usaha kecil. Untuk mendapatkan program itu, masyarakat harus dilakukan proses asesmen terlebih dahulu.

- Advertisement -
Baca Juga:  TPS Melebung dan Ukai Dikategorikan Sangat Rawan

Langkah ini dilakukan agar program-program yang direncanakan benar-benar efektif dalam mengatasi kemiskinan ekstrem di Kota Bertuah. Pemko ingin mengatasi kemiskinan ekstrem melalui perencanaan program yang tepat.

”Kami ingin kemiskinan ekstrem itu ditangani dengan program yang direncanakan secara tepat. Kami akan membahas ini dalam APBD Perubahan 2024,” katanya.

Selain itu, masalah kemiskinan ekstrem ini bukan hanya masalah kekurangan pangan dan perekonomian semata, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat Kota Pekanbaru terhadap akses air bersih dan lingkungan yang layak.

Itu sebabnya bantuan untuk warga miskin ekstrem tidak hanya berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT), tetapi juga mencakup berbagai bentuk bantuan lainnya yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Baca Juga:  Tercebur ke Septic Tank, Bocah 4 Tahun Tewas

Ingot juga menegaskan, jika pentingnya pemahaman yang tepat di kalangan pemangku kebijakan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran ke depannya.

Pihaknya juga berharap, dengan evaluasi yang menyeluruh dan perencanaan yang matang, maka upaya Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mengatasi kemiskinan ekstrem dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang memerlukan.

”Semua pemangku kebijakan harus sama-sama memahami apa itu kemiskinan ekstrem, sehingga program yang diberikan kepada masyarakat itu bisa berjalan lancar dan tepat sasaran,” katanya.(ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kemiskinan ekstrem masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Untuk itu, Pemko Pekanbaru akan mengevaluasi bantuan yang diberikan ke warga miskin ekstrem selama ini. 

Hal ini lantaran pemko ingin memastikan bantuan tersebut tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar masuk dalam kategori miskin ekstrem tersebut.

Menurut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota (Setko) Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut.

Kemiskinan ekstrem ini merupakan kondisi ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi keperluan dasar, yaitu makanan, air bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan dan akses informasi terhadap pendapatan dan layanan sosial.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk menurunkan kemiskinan ekstrem yang ada di wilayah setempat. Salah satu program yang dilakukan adalah pemberdayaan bagi masyarakat. Dengan program pemberdayaan itu, masyarakat bisa membuka usaha kecil. Untuk mendapatkan program itu, masyarakat harus dilakukan proses asesmen terlebih dahulu.

Baca Juga:  Tercebur ke Septic Tank, Bocah 4 Tahun Tewas

Langkah ini dilakukan agar program-program yang direncanakan benar-benar efektif dalam mengatasi kemiskinan ekstrem di Kota Bertuah. Pemko ingin mengatasi kemiskinan ekstrem melalui perencanaan program yang tepat.

”Kami ingin kemiskinan ekstrem itu ditangani dengan program yang direncanakan secara tepat. Kami akan membahas ini dalam APBD Perubahan 2024,” katanya.

Selain itu, masalah kemiskinan ekstrem ini bukan hanya masalah kekurangan pangan dan perekonomian semata, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat Kota Pekanbaru terhadap akses air bersih dan lingkungan yang layak.

Itu sebabnya bantuan untuk warga miskin ekstrem tidak hanya berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT), tetapi juga mencakup berbagai bentuk bantuan lainnya yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Baca Juga:  Potensi Tunda Bayar Capai Rp200 M

Ingot juga menegaskan, jika pentingnya pemahaman yang tepat di kalangan pemangku kebijakan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran ke depannya.

Pihaknya juga berharap, dengan evaluasi yang menyeluruh dan perencanaan yang matang, maka upaya Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mengatasi kemiskinan ekstrem dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang memerlukan.

”Semua pemangku kebijakan harus sama-sama memahami apa itu kemiskinan ekstrem, sehingga program yang diberikan kepada masyarakat itu bisa berjalan lancar dan tepat sasaran,” katanya.(ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari