Jumat, 4 April 2025
spot_img

Bangun Infrastruktur Terkendala Anggaran

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Masih banyaknya insfratruktur berupa jalan dan jembatan yang rusak di Riau, tidak serta merta bisa diperbaiki begitu saja oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Pasalnya, anggaran untuk perbaikan dan pembangunan insfratruktur di Riau terbatas.

Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi mengatakan, yang banyak menjadi persoalan di Riau saat ini, ingin melakukan pembangunan dan perbaikan insfratruktur namun anggaran yang tersedia tidak cukup. Inilah yang menurutnya menjadi tantangan bagi Pemprov Riau untuk mencari solusinya.

"Yang jadi persoalan sekarang ini, kita ingin banyak membangun insfratruktur tapi duit tak cukup. Karena bagaimanapun yang menjadi tantangan Riau saat ini, insfratruktur terutama jalan dan jembatan masih banyak yang belum bagus. Sementara duit kita tak cukup untuk menyelesaikan itu selama lima tahun," katanya.

Baca Juga:  Petani Kopsa-M Kirim Surat ke Presiden

Untuk itu, lanjut Syamsuar, pihaknya harus mencari cara untuk mendapatkan peluang-peluang dana dari pemerintah pusat. Baik itu melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), melalui APBN serta melalui hal-hal lain seperti kerjasama pemerintah dengan badan usaha. 

"Jadi cara-cara seperti itu yang sedang kami usahakan saat ini. Meskipun APBD Riau mencapai Rp10 triliun, tapi sempat terjadi penurunan mencapai Rp 1 triliun lebih. Dengan hal itu, kami takut sasaran dan target kerja kami tidak tercapai jika hanya mengandalkan APBD," ujarnya.

Sementara itu, dari data yang dirangkum di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, tercatat  dari total panjang jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Riau sepanjang  2.799,81 Km. 35 persen di antaranya atau 1.003,43 Km dalam kondisi rusak berat.

Baca Juga:  Macet dan Sering Kecelakaan, Warga Minta Aktifkan Trafic Light

Plt kepala Dinas PUPR Riau Taufik OH mengatakan, kondisi jalan yang rusak berat tersebut dikategorikan pada kondisi tidak mantap. Dalam kategori tersebut, juga ada satu kategori jalan yang kondisinya rusak ringan yakni sepanjang 93,83 Km atau 3,35 persen.

"Yang masuk dalam kategori mantap, jalan dengan kondisi baik sepanjang 1.003,86 Km atau 35,85 persen. Sedangkan dalam kondisi sedang sepanjang 698,59 Km atau 24,95 persen," katanya.(sol)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Masih banyaknya insfratruktur berupa jalan dan jembatan yang rusak di Riau, tidak serta merta bisa diperbaiki begitu saja oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Pasalnya, anggaran untuk perbaikan dan pembangunan insfratruktur di Riau terbatas.

Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi mengatakan, yang banyak menjadi persoalan di Riau saat ini, ingin melakukan pembangunan dan perbaikan insfratruktur namun anggaran yang tersedia tidak cukup. Inilah yang menurutnya menjadi tantangan bagi Pemprov Riau untuk mencari solusinya.

"Yang jadi persoalan sekarang ini, kita ingin banyak membangun insfratruktur tapi duit tak cukup. Karena bagaimanapun yang menjadi tantangan Riau saat ini, insfratruktur terutama jalan dan jembatan masih banyak yang belum bagus. Sementara duit kita tak cukup untuk menyelesaikan itu selama lima tahun," katanya.

Baca Juga:  Polisi Patroli Siber 24 Jam

Untuk itu, lanjut Syamsuar, pihaknya harus mencari cara untuk mendapatkan peluang-peluang dana dari pemerintah pusat. Baik itu melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), melalui APBN serta melalui hal-hal lain seperti kerjasama pemerintah dengan badan usaha. 

"Jadi cara-cara seperti itu yang sedang kami usahakan saat ini. Meskipun APBD Riau mencapai Rp10 triliun, tapi sempat terjadi penurunan mencapai Rp 1 triliun lebih. Dengan hal itu, kami takut sasaran dan target kerja kami tidak tercapai jika hanya mengandalkan APBD," ujarnya.

Sementara itu, dari data yang dirangkum di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, tercatat  dari total panjang jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Riau sepanjang  2.799,81 Km. 35 persen di antaranya atau 1.003,43 Km dalam kondisi rusak berat.

Baca Juga:  Temukan Gadget dan Benda Tajam di Kamar Rutan

Plt kepala Dinas PUPR Riau Taufik OH mengatakan, kondisi jalan yang rusak berat tersebut dikategorikan pada kondisi tidak mantap. Dalam kategori tersebut, juga ada satu kategori jalan yang kondisinya rusak ringan yakni sepanjang 93,83 Km atau 3,35 persen.

"Yang masuk dalam kategori mantap, jalan dengan kondisi baik sepanjang 1.003,86 Km atau 35,85 persen. Sedangkan dalam kondisi sedang sepanjang 698,59 Km atau 24,95 persen," katanya.(sol)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Bangun Infrastruktur Terkendala Anggaran

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Masih banyaknya insfratruktur berupa jalan dan jembatan yang rusak di Riau, tidak serta merta bisa diperbaiki begitu saja oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Pasalnya, anggaran untuk perbaikan dan pembangunan insfratruktur di Riau terbatas.

Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi mengatakan, yang banyak menjadi persoalan di Riau saat ini, ingin melakukan pembangunan dan perbaikan insfratruktur namun anggaran yang tersedia tidak cukup. Inilah yang menurutnya menjadi tantangan bagi Pemprov Riau untuk mencari solusinya.

"Yang jadi persoalan sekarang ini, kita ingin banyak membangun insfratruktur tapi duit tak cukup. Karena bagaimanapun yang menjadi tantangan Riau saat ini, insfratruktur terutama jalan dan jembatan masih banyak yang belum bagus. Sementara duit kita tak cukup untuk menyelesaikan itu selama lima tahun," katanya.

Baca Juga:  Macet dan Sering Kecelakaan, Warga Minta Aktifkan Trafic Light

Untuk itu, lanjut Syamsuar, pihaknya harus mencari cara untuk mendapatkan peluang-peluang dana dari pemerintah pusat. Baik itu melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), melalui APBN serta melalui hal-hal lain seperti kerjasama pemerintah dengan badan usaha. 

"Jadi cara-cara seperti itu yang sedang kami usahakan saat ini. Meskipun APBD Riau mencapai Rp10 triliun, tapi sempat terjadi penurunan mencapai Rp 1 triliun lebih. Dengan hal itu, kami takut sasaran dan target kerja kami tidak tercapai jika hanya mengandalkan APBD," ujarnya.

Sementara itu, dari data yang dirangkum di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, tercatat  dari total panjang jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Riau sepanjang  2.799,81 Km. 35 persen di antaranya atau 1.003,43 Km dalam kondisi rusak berat.

Baca Juga:  Petani Kopsa-M Kirim Surat ke Presiden

Plt kepala Dinas PUPR Riau Taufik OH mengatakan, kondisi jalan yang rusak berat tersebut dikategorikan pada kondisi tidak mantap. Dalam kategori tersebut, juga ada satu kategori jalan yang kondisinya rusak ringan yakni sepanjang 93,83 Km atau 3,35 persen.

"Yang masuk dalam kategori mantap, jalan dengan kondisi baik sepanjang 1.003,86 Km atau 35,85 persen. Sedangkan dalam kondisi sedang sepanjang 698,59 Km atau 24,95 persen," katanya.(sol)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Masih banyaknya insfratruktur berupa jalan dan jembatan yang rusak di Riau, tidak serta merta bisa diperbaiki begitu saja oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Pasalnya, anggaran untuk perbaikan dan pembangunan insfratruktur di Riau terbatas.

Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi mengatakan, yang banyak menjadi persoalan di Riau saat ini, ingin melakukan pembangunan dan perbaikan insfratruktur namun anggaran yang tersedia tidak cukup. Inilah yang menurutnya menjadi tantangan bagi Pemprov Riau untuk mencari solusinya.

"Yang jadi persoalan sekarang ini, kita ingin banyak membangun insfratruktur tapi duit tak cukup. Karena bagaimanapun yang menjadi tantangan Riau saat ini, insfratruktur terutama jalan dan jembatan masih banyak yang belum bagus. Sementara duit kita tak cukup untuk menyelesaikan itu selama lima tahun," katanya.

Baca Juga:  Petani Kopsa-M Kirim Surat ke Presiden

Untuk itu, lanjut Syamsuar, pihaknya harus mencari cara untuk mendapatkan peluang-peluang dana dari pemerintah pusat. Baik itu melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), melalui APBN serta melalui hal-hal lain seperti kerjasama pemerintah dengan badan usaha. 

"Jadi cara-cara seperti itu yang sedang kami usahakan saat ini. Meskipun APBD Riau mencapai Rp10 triliun, tapi sempat terjadi penurunan mencapai Rp 1 triliun lebih. Dengan hal itu, kami takut sasaran dan target kerja kami tidak tercapai jika hanya mengandalkan APBD," ujarnya.

Sementara itu, dari data yang dirangkum di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, tercatat  dari total panjang jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Riau sepanjang  2.799,81 Km. 35 persen di antaranya atau 1.003,43 Km dalam kondisi rusak berat.

Baca Juga:  Temukan Gadget dan Benda Tajam di Kamar Rutan

Plt kepala Dinas PUPR Riau Taufik OH mengatakan, kondisi jalan yang rusak berat tersebut dikategorikan pada kondisi tidak mantap. Dalam kategori tersebut, juga ada satu kategori jalan yang kondisinya rusak ringan yakni sepanjang 93,83 Km atau 3,35 persen.

"Yang masuk dalam kategori mantap, jalan dengan kondisi baik sepanjang 1.003,86 Km atau 35,85 persen. Sedangkan dalam kondisi sedang sepanjang 698,59 Km atau 24,95 persen," katanya.(sol)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari