Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Pasca Kebakaran di SPBU, Ada 12 Jeriken BBM di Dalam Mobil

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pasca-kebakaran yang terjadi di SPBU jalan Ababil, Kecamatan Sukajadi, Jumat (1/1) pukul 23.55 WIB lalu, hingga kini kepolisian masih mendalami penyebab terjadinya kebakaran. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau pun telah turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolresta Pekanbaru Kombespol Nandang Mu'min Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. "Ya, sudah datang tim Labfor Polda Riau. Ini masih menunggu hasilnya. Semoga dalam waktu dekat bisa keluar," ungkapnya, Selasa (5/1).

Selain itu, pihaknya juga telah memeriksa keterangan saksi dan alat bukti di TKP. "Untuk saksi di TKP juga sudah diperiksa. Begitu juga pemilik kendaraan serta warga di sekitar TKP," ujarnya.

Baca Juga:  Optimalkan Input Data Keluarga

Menurutnya selain barang bukti mobil Avanza yang terbakar, di sana dijumpai beberapa jeriken yang telah terisi bahan bakar minyak (BBM). "Ada 12 jeriken di dalam mobil itu," urainya.

Diberitakan sebelumnya, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian ditaksir ratusan juta. Sejauh ini, terdapat mobil yang terbakar sedangkan pemiliknya mengalami luka bakar di bagian wajah.

"Korban bernama Muhammad Deni alias Ujang (41). Saat itu ia menggunakan mobil BM 1241 SX dengan mengisi BBM premium. Terhadap kendaraan korban telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan," jelasnya.

Diungkapkannya, berdasar keterangan saksi-saksi di lapangan seperti karyawan dan sekuriti, saat korban mengisi BBM, tiba-tiba keluar api dari tanki mobil. "Karyawan yang melihat langsung mematikan mesin enjinator dan mengambil racun api untuk memadamkan," ungkapnya.

Baca Juga:  Layanan Sipadu Tak Dapat Diakses

Namun, api semakin membesar. Sehingga, petugas pun kewalahan lalu menghubungi pihak pemadam kebakaran (damkar).

"Diduga api berasal dari frekuensi HP yang berbunyi dari dalam mobil yang sedang melakukan pengisian minyak. Sehingga menimbulkan percikan api yang menyebabkan kebakaran," terang Kapolres.(sof)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pasca-kebakaran yang terjadi di SPBU jalan Ababil, Kecamatan Sukajadi, Jumat (1/1) pukul 23.55 WIB lalu, hingga kini kepolisian masih mendalami penyebab terjadinya kebakaran. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau pun telah turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolresta Pekanbaru Kombespol Nandang Mu'min Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. "Ya, sudah datang tim Labfor Polda Riau. Ini masih menunggu hasilnya. Semoga dalam waktu dekat bisa keluar," ungkapnya, Selasa (5/1).

Selain itu, pihaknya juga telah memeriksa keterangan saksi dan alat bukti di TKP. "Untuk saksi di TKP juga sudah diperiksa. Begitu juga pemilik kendaraan serta warga di sekitar TKP," ujarnya.

Baca Juga:  Pemko Pekanbaru Segera Umumkan Penerima Beasiswa

Menurutnya selain barang bukti mobil Avanza yang terbakar, di sana dijumpai beberapa jeriken yang telah terisi bahan bakar minyak (BBM). "Ada 12 jeriken di dalam mobil itu," urainya.

Diberitakan sebelumnya, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian ditaksir ratusan juta. Sejauh ini, terdapat mobil yang terbakar sedangkan pemiliknya mengalami luka bakar di bagian wajah.

"Korban bernama Muhammad Deni alias Ujang (41). Saat itu ia menggunakan mobil BM 1241 SX dengan mengisi BBM premium. Terhadap kendaraan korban telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan," jelasnya.

Diungkapkannya, berdasar keterangan saksi-saksi di lapangan seperti karyawan dan sekuriti, saat korban mengisi BBM, tiba-tiba keluar api dari tanki mobil. "Karyawan yang melihat langsung mematikan mesin enjinator dan mengambil racun api untuk memadamkan," ungkapnya.

Baca Juga:  Optimalkan Input Data Keluarga

Namun, api semakin membesar. Sehingga, petugas pun kewalahan lalu menghubungi pihak pemadam kebakaran (damkar).

"Diduga api berasal dari frekuensi HP yang berbunyi dari dalam mobil yang sedang melakukan pengisian minyak. Sehingga menimbulkan percikan api yang menyebabkan kebakaran," terang Kapolres.(sof)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Pasca Kebakaran di SPBU, Ada 12 Jeriken BBM di Dalam Mobil

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pasca-kebakaran yang terjadi di SPBU jalan Ababil, Kecamatan Sukajadi, Jumat (1/1) pukul 23.55 WIB lalu, hingga kini kepolisian masih mendalami penyebab terjadinya kebakaran. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau pun telah turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolresta Pekanbaru Kombespol Nandang Mu'min Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. "Ya, sudah datang tim Labfor Polda Riau. Ini masih menunggu hasilnya. Semoga dalam waktu dekat bisa keluar," ungkapnya, Selasa (5/1).

Selain itu, pihaknya juga telah memeriksa keterangan saksi dan alat bukti di TKP. "Untuk saksi di TKP juga sudah diperiksa. Begitu juga pemilik kendaraan serta warga di sekitar TKP," ujarnya.

Baca Juga:  Karnaval Kebudayaan Meriah

Menurutnya selain barang bukti mobil Avanza yang terbakar, di sana dijumpai beberapa jeriken yang telah terisi bahan bakar minyak (BBM). "Ada 12 jeriken di dalam mobil itu," urainya.

Diberitakan sebelumnya, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian ditaksir ratusan juta. Sejauh ini, terdapat mobil yang terbakar sedangkan pemiliknya mengalami luka bakar di bagian wajah.

"Korban bernama Muhammad Deni alias Ujang (41). Saat itu ia menggunakan mobil BM 1241 SX dengan mengisi BBM premium. Terhadap kendaraan korban telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan," jelasnya.

Diungkapkannya, berdasar keterangan saksi-saksi di lapangan seperti karyawan dan sekuriti, saat korban mengisi BBM, tiba-tiba keluar api dari tanki mobil. "Karyawan yang melihat langsung mematikan mesin enjinator dan mengambil racun api untuk memadamkan," ungkapnya.

Baca Juga:  Prihatin Kondisi Reni, Atlet Turun ke Jalan Galang Dana

Namun, api semakin membesar. Sehingga, petugas pun kewalahan lalu menghubungi pihak pemadam kebakaran (damkar).

"Diduga api berasal dari frekuensi HP yang berbunyi dari dalam mobil yang sedang melakukan pengisian minyak. Sehingga menimbulkan percikan api yang menyebabkan kebakaran," terang Kapolres.(sof)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pasca-kebakaran yang terjadi di SPBU jalan Ababil, Kecamatan Sukajadi, Jumat (1/1) pukul 23.55 WIB lalu, hingga kini kepolisian masih mendalami penyebab terjadinya kebakaran. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau pun telah turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolresta Pekanbaru Kombespol Nandang Mu'min Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. "Ya, sudah datang tim Labfor Polda Riau. Ini masih menunggu hasilnya. Semoga dalam waktu dekat bisa keluar," ungkapnya, Selasa (5/1).

Selain itu, pihaknya juga telah memeriksa keterangan saksi dan alat bukti di TKP. "Untuk saksi di TKP juga sudah diperiksa. Begitu juga pemilik kendaraan serta warga di sekitar TKP," ujarnya.

Baca Juga:  Prihatin Kondisi Reni, Atlet Turun ke Jalan Galang Dana

Menurutnya selain barang bukti mobil Avanza yang terbakar, di sana dijumpai beberapa jeriken yang telah terisi bahan bakar minyak (BBM). "Ada 12 jeriken di dalam mobil itu," urainya.

Diberitakan sebelumnya, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian ditaksir ratusan juta. Sejauh ini, terdapat mobil yang terbakar sedangkan pemiliknya mengalami luka bakar di bagian wajah.

"Korban bernama Muhammad Deni alias Ujang (41). Saat itu ia menggunakan mobil BM 1241 SX dengan mengisi BBM premium. Terhadap kendaraan korban telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan," jelasnya.

Diungkapkannya, berdasar keterangan saksi-saksi di lapangan seperti karyawan dan sekuriti, saat korban mengisi BBM, tiba-tiba keluar api dari tanki mobil. "Karyawan yang melihat langsung mematikan mesin enjinator dan mengambil racun api untuk memadamkan," ungkapnya.

Baca Juga:  Ikasmansa 90 Distribusikan Bantuan ke Panti Asuhan Ilham

Namun, api semakin membesar. Sehingga, petugas pun kewalahan lalu menghubungi pihak pemadam kebakaran (damkar).

"Diduga api berasal dari frekuensi HP yang berbunyi dari dalam mobil yang sedang melakukan pengisian minyak. Sehingga menimbulkan percikan api yang menyebabkan kebakaran," terang Kapolres.(sof)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari