Jumat, 4 April 2025
spot_img

Pembatasan Sosial Berskala Mikro, Pastikan Anggaran Ada

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Meningkatnya kasus positif Covid-19 akhir-akhir ini, membuat Pemko Pekanbaru berencana untuk menerapkan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM). Pemko Pekanbaru harus bisa memastikan anggaran bantuan untu masyarakat tersedia.

Rencana ini mendapat dukungan penuh dari kalangan legislatif. Namun Pemko pekanbaru diminta untuk berkaca pada pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang pernah ditertapkan beberapa waktu lalu. Pemko diminta memastikan anggaran bantuan untuk masyarakat di wilayah yang diterapkan PSBM nanti tersedia.

"Kalau kita berkaca saat dilaksanakannya PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) kemarin, banyak kegiatan masyarakat yang terhenti. Terutama di bidang perdagangan," kata Anggota DPRD Pekanbaru Mulyadi Anwar AMd, Jumat (4/9).

Baca Juga:  Ada Potensi Besar Kepemudaan di Pekanbaru

PSBM sendiri akan difokuskan pada kecamatan dengan kasus tertinggi positif Covid-19. Satu di antaranya kecamatan yang dipastikan bakal PSBM adalah Kecamatan Tampan.

"Makanya untuk PSBM nanti, kita harus belajar dari PSBB kemarin. Karena saat itu (PSBB, red), banyak tempat usaha tutup, sementara keperluan masyarakat tidak terpenuhi. Jangan sampai niat baik pemerintah ini menimbulkan masalah baru," saran politisi PKS ini.

Lebih lanjut anggota Komisi IV DPRD menjelaskan, untuk pelaksanaan PSBM ini, pemko harus memastikan anggarannya. Jika PSBM nanti tidak ada anggaran untuk bantuan masyarakat, lebih baik cari solusi lain. Satu di antaranya agar lebih menggencarkan sosialisasi PSBM.

Menurutnya, sosialisasi ini jangan tanggung-tanggung. Harus jelas skemanya, bahkan harus sampai ke tingkat RT/RW. Sehingga masyarakat mengetahuinya dan siap menjalankan PSBM.

Baca Juga:  Beri Uang ke Gepeng, Siap-Siap Ditindak

"Termasuk halnya pendataan juga harus dipastikan. Jangan sampai double dan ada warga kurang mampu dan berhak, yang tidak menerima. Ini yang harus dijamin pemerintah," tegasnya.(yls)

Laporan: AGUSTIAR (Pekanbaru)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Meningkatnya kasus positif Covid-19 akhir-akhir ini, membuat Pemko Pekanbaru berencana untuk menerapkan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM). Pemko Pekanbaru harus bisa memastikan anggaran bantuan untu masyarakat tersedia.

Rencana ini mendapat dukungan penuh dari kalangan legislatif. Namun Pemko pekanbaru diminta untuk berkaca pada pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang pernah ditertapkan beberapa waktu lalu. Pemko diminta memastikan anggaran bantuan untuk masyarakat di wilayah yang diterapkan PSBM nanti tersedia.

"Kalau kita berkaca saat dilaksanakannya PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) kemarin, banyak kegiatan masyarakat yang terhenti. Terutama di bidang perdagangan," kata Anggota DPRD Pekanbaru Mulyadi Anwar AMd, Jumat (4/9).

Baca Juga:  Mayat Laki-Laki Ditemukan di Toilet Masjid

PSBM sendiri akan difokuskan pada kecamatan dengan kasus tertinggi positif Covid-19. Satu di antaranya kecamatan yang dipastikan bakal PSBM adalah Kecamatan Tampan.

"Makanya untuk PSBM nanti, kita harus belajar dari PSBB kemarin. Karena saat itu (PSBB, red), banyak tempat usaha tutup, sementara keperluan masyarakat tidak terpenuhi. Jangan sampai niat baik pemerintah ini menimbulkan masalah baru," saran politisi PKS ini.

Lebih lanjut anggota Komisi IV DPRD menjelaskan, untuk pelaksanaan PSBM ini, pemko harus memastikan anggarannya. Jika PSBM nanti tidak ada anggaran untuk bantuan masyarakat, lebih baik cari solusi lain. Satu di antaranya agar lebih menggencarkan sosialisasi PSBM.

Menurutnya, sosialisasi ini jangan tanggung-tanggung. Harus jelas skemanya, bahkan harus sampai ke tingkat RT/RW. Sehingga masyarakat mengetahuinya dan siap menjalankan PSBM.

Baca Juga:  Kapolda Riau Harapkan Silaturahmi Bersama Jemaah Terus Berjalan

"Termasuk halnya pendataan juga harus dipastikan. Jangan sampai double dan ada warga kurang mampu dan berhak, yang tidak menerima. Ini yang harus dijamin pemerintah," tegasnya.(yls)

Laporan: AGUSTIAR (Pekanbaru)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Pembatasan Sosial Berskala Mikro, Pastikan Anggaran Ada

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Meningkatnya kasus positif Covid-19 akhir-akhir ini, membuat Pemko Pekanbaru berencana untuk menerapkan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM). Pemko Pekanbaru harus bisa memastikan anggaran bantuan untu masyarakat tersedia.

Rencana ini mendapat dukungan penuh dari kalangan legislatif. Namun Pemko pekanbaru diminta untuk berkaca pada pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang pernah ditertapkan beberapa waktu lalu. Pemko diminta memastikan anggaran bantuan untuk masyarakat di wilayah yang diterapkan PSBM nanti tersedia.

"Kalau kita berkaca saat dilaksanakannya PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) kemarin, banyak kegiatan masyarakat yang terhenti. Terutama di bidang perdagangan," kata Anggota DPRD Pekanbaru Mulyadi Anwar AMd, Jumat (4/9).

Baca Juga:  Harga Bawang Tinggi, Cabai Stabil

PSBM sendiri akan difokuskan pada kecamatan dengan kasus tertinggi positif Covid-19. Satu di antaranya kecamatan yang dipastikan bakal PSBM adalah Kecamatan Tampan.

"Makanya untuk PSBM nanti, kita harus belajar dari PSBB kemarin. Karena saat itu (PSBB, red), banyak tempat usaha tutup, sementara keperluan masyarakat tidak terpenuhi. Jangan sampai niat baik pemerintah ini menimbulkan masalah baru," saran politisi PKS ini.

Lebih lanjut anggota Komisi IV DPRD menjelaskan, untuk pelaksanaan PSBM ini, pemko harus memastikan anggarannya. Jika PSBM nanti tidak ada anggaran untuk bantuan masyarakat, lebih baik cari solusi lain. Satu di antaranya agar lebih menggencarkan sosialisasi PSBM.

Menurutnya, sosialisasi ini jangan tanggung-tanggung. Harus jelas skemanya, bahkan harus sampai ke tingkat RT/RW. Sehingga masyarakat mengetahuinya dan siap menjalankan PSBM.

Baca Juga:  Selama Sepekan, Pedagang dan Parkir Pasar Cik Puan Ditertibkan

"Termasuk halnya pendataan juga harus dipastikan. Jangan sampai double dan ada warga kurang mampu dan berhak, yang tidak menerima. Ini yang harus dijamin pemerintah," tegasnya.(yls)

Laporan: AGUSTIAR (Pekanbaru)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Meningkatnya kasus positif Covid-19 akhir-akhir ini, membuat Pemko Pekanbaru berencana untuk menerapkan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM). Pemko Pekanbaru harus bisa memastikan anggaran bantuan untu masyarakat tersedia.

Rencana ini mendapat dukungan penuh dari kalangan legislatif. Namun Pemko pekanbaru diminta untuk berkaca pada pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang pernah ditertapkan beberapa waktu lalu. Pemko diminta memastikan anggaran bantuan untuk masyarakat di wilayah yang diterapkan PSBM nanti tersedia.

"Kalau kita berkaca saat dilaksanakannya PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) kemarin, banyak kegiatan masyarakat yang terhenti. Terutama di bidang perdagangan," kata Anggota DPRD Pekanbaru Mulyadi Anwar AMd, Jumat (4/9).

Baca Juga:  380 Siswa MAN 2 Pekanbaru Ikuti Masa Taaruf

PSBM sendiri akan difokuskan pada kecamatan dengan kasus tertinggi positif Covid-19. Satu di antaranya kecamatan yang dipastikan bakal PSBM adalah Kecamatan Tampan.

"Makanya untuk PSBM nanti, kita harus belajar dari PSBB kemarin. Karena saat itu (PSBB, red), banyak tempat usaha tutup, sementara keperluan masyarakat tidak terpenuhi. Jangan sampai niat baik pemerintah ini menimbulkan masalah baru," saran politisi PKS ini.

Lebih lanjut anggota Komisi IV DPRD menjelaskan, untuk pelaksanaan PSBM ini, pemko harus memastikan anggarannya. Jika PSBM nanti tidak ada anggaran untuk bantuan masyarakat, lebih baik cari solusi lain. Satu di antaranya agar lebih menggencarkan sosialisasi PSBM.

Menurutnya, sosialisasi ini jangan tanggung-tanggung. Harus jelas skemanya, bahkan harus sampai ke tingkat RT/RW. Sehingga masyarakat mengetahuinya dan siap menjalankan PSBM.

Baca Juga:  Mayat Laki-Laki Ditemukan di Toilet Masjid

"Termasuk halnya pendataan juga harus dipastikan. Jangan sampai double dan ada warga kurang mampu dan berhak, yang tidak menerima. Ini yang harus dijamin pemerintah," tegasnya.(yls)

Laporan: AGUSTIAR (Pekanbaru)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari